Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Ikbal Asra

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis HAM Papua Theo Hesegem saat ditemui di Kantor Komnas HAM Papua, Jayapura, Rabu, 9 September 2026. Galeripapua/ Ikbal Asra

Aktivis HAM Papua Theo Hesegem saat ditemui di Kantor Komnas HAM Papua, Jayapura, Rabu, 9 September 2026. Galeripapua/ Ikbal Asra

JAYAPURA – Aktivis HAM Papua Theo Hesegem menilai pelemparan bom molotov ke Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua merupakan ancaman serius terhadap lembaga negara dan kerja pembela hak asasi manusia. Ia mendesak Polda Papua segera mengungkap pelaku serangan tersebut.

“Ini tindakan teror. Komnas HAM adalah lembaga negara yang harus dijaga dan dilindungi,” kata Theo ketika ditemui Galeripapua di Kantor Komnas HAM Papua pada Rabu, 9 September 2026.

Theo mengatakan serangan tersebut tidak hanya mengancam Komnas HAM, tetapi juga kerja pembela HAM di Papua. Ia menilai tindakan seperti itu dapat dimaksudkan untuk menakut-nakuti orang yang menyampaikan fakta dan membela masyarakat sipil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan Komnas HAM merupakan lembaga negara yang dibentuk berdasarkan undang-undang. Karena itu, perlindungan terhadap kantor dan kerja Komnas HAM bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga tersebut, melainkan juga negara, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat sipil.

Theo menduga serangan itu bisa berkaitan dengan kerja Komnas HAM yang mengungkap fakta dan data mengenai persoalan hak asasi manusia di Papua. Namun ia menegaskan belum mengetahui siapa pelaku maupun motif serangan tersebut. “Kalau ada yang tidak setuju dengan kerja Komnas HAM, datang dan bicara. Jangan melakukan tindakan teror,” ujarnya.

Baca Juga :  Bentrok Kwamki Narama Mimika, Korban Jiwa Kembali Bertambah

Theo juga mengingatkan pelemparan botol berisi cairan mudah terbakar dapat membahayakan orang lain. Kantor Komnas HAM berada di kawasan yang juga terdapat rumah dan aktivitas masyarakat.

Ia meminta Polda Papua segera mengungkap pelaku. Menurut Theo, pengungkapan pelaku penting untuk memastikan kasus serupa tidak kembali terjadi. “Kalau Polda sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, harus bisa diketahui siapa pelakunya,” katanya.

Theo juga berharap Komnas HAM Republik Indonesia memberi perhatian terhadap serangan tersebut dan mendorong pihak berwenang mengungkap kasusnya.

Sebelumnya, Kantor Komnas HAM Papua di Jalan Soa Siu Dok V Bawah, Kota Jayapura dilempari sebuah botol pada Rabu sekitar pukul 10.10 WIT. Ketua Komnas HAM Papua Frits Bernard Ramandey mengatakan botol tersebut dilempar ke arah sepeda motor milik pegawai.

Baca Juga :  Polisi di Mimika Amankan 2 Pria Beratribut Bintang Kejora, Satu Dirawat di RSUD

Frits mengatakan suara benturan botol terdengar keras di dalam kantor. Dua pegawai kemudian mendatangi sumber suara dan menemukan botol telah pecah setelah membentur tembok. Ia menyebut terdapat cairan yang diduga bensin di sekitar lokasi.

Frits mengatakan Komnas HAM Papua kemudian menghubungi kepolisian dan membuat laporan. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa barang bukti untuk diperiksa.

Kabid Humas Polda Papua Komandan Besar Polisi Cahyo Sukarnito mengatakan polisi menemukan sebuah botol kaca yang diduga merupakan botol minuman Jenever dalam keadaan tertutup. Botol tersebut berisi cairan dengan bau menyengat.

Cahyo mengatakan tidak terdengar ledakan dan tidak ditemukan api dalam kejadian tersebut. Polisi juga menyatakan tidak ada korban maupun kerusakan material.

Polisi telah mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi. Rekaman tersebut kini diperiksa untuk kepentingan penyelidikan dan profiling. Sebanyak empat saksi juga masih diperiksa oleh Satreskrim Polresta Jayapura.

Barang bukti dari lokasi telah diserahkan sementara kepada Laboratorium Forensik Polda Papua untuk pemeriksaan dan analisis lebih lanjut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror
Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja
Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika
Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan
Kejari Mimika Musnahkan Barang Bukti dari 19 Perkara, Ada Sabu dan Uang Palsu
Rilis Video Penembakan Konvoi Freeport, OPM Klaim Bertanggung Jawab
Konflik Kwamki Narama: Polisi Tangkap 9 Pembawa Sajam, Terjerat UU Darurat
Polisi Temukan Mobil Rental Pembunuh Eliu Hagabal, Pelaku Diburu

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 23:22 WIT

Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Rabu, 9 September 2026 - 22:16 WIT

Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror

Selasa, 8 September 2026 - 15:20 WIT

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Selasa, 8 September 2026 - 15:15 WIT

Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika

Selasa, 8 September 2026 - 15:12 WIT

Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan

Berita Terbaru

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT