1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Endy Langobelen

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

MIMIKA – Aparat kepolisian berhasil mengevakuasi salah satu dari sembilan korban yang sebelumnya disandera kelompok bersenjata di wilayah Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Korban bernama Demerina Wamang (23), warga Kampung Jinoni, Distrik Hoya. Ia dievakuasi dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, menuju Timika menggunakan helikopter Polri, Senin (14/9/2026).

Setibanya di Timika, Demerina langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah di Jalan Agimuga, Mile 32, untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jeremias Rontini, mengatakan evakuasi tersebut merupakan langkah awal untuk menyelamatkan para korban sekaligus mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyanderaan tersebut.

“Puji Tuhan, alhamdulillah hari ini kami kepolisian berhasil membawa salah satu dari sembilan sandera tersebut, evakuasi dari Kampung Bela 1 ke Timika dengan menggunakan fasilitas heli Polri,” kata Jeremias seusai menjenguk korban di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah.

Menurut Jeremias, proses evakuasi tidak mudah. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat penerbangan menuju lokasi harus beberapa kali diuji sebelum helikopter akhirnya dapat menembus wilayah Kampung Bela.

“Terima kasih kepada teman-teman yang telah mengawaki heli Polri. Bangga saya sama rekan-rekan karena di tengah cuaca yang tidak pasti, bayangkan kita uji coba empat kali untuk terbang. Puji Tuhan, hari ini kita bisa tembus sampai ke Bela untuk menjemput salah satu korban ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) yang disebut turut memfasilitasi proses evakuasi melalui komunikasi dengan masyarakat setempat.

“Tanpa beliau yang telah membangun komunikasi, kita juga mungkin tidak akan berhasil mengevakuasi sandera ini,” katanya.

Bagi kepolisian, keberhasilan mengevakuasi Demerina bukan akhir dari proses. Justru, korban yang kini dirawat di rumah sakit tersebut diharapkan menjadi saksi penting untuk membuka informasi mengenai delapan korban lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga :  Mahasiswa Intan Jaya Tolak Pertambangan Blok B Wabu, Desak Pemerintah Tarik Militer

Namun, polisi belum dapat menggali keterangan Demerina secara langsung karena kondisi fisik dan psikologisnya masih belum stabil.

“Dari hasil pemeriksaan dokter kita belum bisa detail karena sementara kita kasih infus dulu. Sambil nanti setelah stabil baru kita bisa ajak komunikasi,” kata Jeremias.

Polisi juga akan melibatkan keluarga korban dalam proses komunikasi. Pendekatan dengan menggunakan bahasa daerah diharapkan dapat membuat Demerina merasa lebih nyaman sehingga perlahan mampu menceritakan apa yang dialaminya.

“Kita upayakan nanti melalui keluarganya kita bangun komunikasi menggunakan bahasa daerah. Sehingga yang bersangkutan boleh terbuka sehingga bisa menyampaikan keterangan yang dialami,” ujarnya.

Jeremias mengatakan, kondisi trauma korban masih terlihat jelas. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan bagaimana Demerina bisa keluar dari lokasi penyanderaan maupun bagaimana kondisi delapan korban lainnya.

“Yang delapan kita belum tahu. Kita tidak bisa berasumsi sebelum nanti kita dalami keterangan dari saksi yang selamat ini,” katanya.

Menurut informasi awal yang diterima polisi dari masyarakat, Demerina diduga keluar dari lokasi seorang diri hingga akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi.

“Ini sendirian dia keluar nih, menurut informasi dari masyarakat, karena yang kita jemputnya cuma satu,” ujar Jeremias.

Kapolda menegaskan, kepolisian belum mengambil langkah lanjutan sebelum memperoleh informasi yang lebih jelas dari korban yang berhasil diselamatkan.

“Kita belum bisa melakukan langkah apapun. Kita cuma, tadi langkah pertama menyelamatkan saksi yang masih hidup ini. Nanti setelah itu kita dalami,” katanya.

Setelah keterangan korban diperoleh, informasi tersebut akan dikoordinasikan dengan Koops Damai Cartenz dan dilaporkan kepada pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Jeremias menyebut persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelamatan korban, tetapi juga berpotensi memicu konflik baru di tengah masyarakat apabila identitas pelaku maupun kronologi penyanderaan tidak diungkap secara hati-hati.

Baca Juga :  PSU Ricuh di Mimika, KPU Duga Ada Mobilisasi Massa

“Mudah-mudahan dengan upaya hari ini kita bisa membuka tabir siapa sih yang melakukan penyandaran tersebut,” ujarnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai persoalan tersebut justru memicu konflik antarkelompok atau antarkampung.

“Sehingga pihak masyarakat jangan sampai nanti muncul konflik kemudian hari antara pihak A dengan B, antara kampung A dengan kampung B. Kami tidak inginkan hal tersebut,” katanya.

Karena itu, kepolisian mengedepankan proses investigasi untuk mengungkap fakta berdasarkan keterangan korban dan informasi yang dapat diverifikasi.

“Pelan tapi pasti upaya-upaya kami pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku dan menyelamatkan sisa sandera yang masih ada,” ujar Jeremias.

Dalam kesempatan tersebut, Jeremias juga menyampaikan situasi keamanan di Papua Tengah secara umum. Ia mengatakan dinamika keamanan berbeda di setiap kabupaten.

Menurut dia, sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan konflik bersenjata, sementara di wilayah lain situasi relatif landai.

“Papua Tengah sampai hari ini memang dinamikanya, setiap kabupaten berbeda ya. Seperti Timika, Timika konflik ini belum selesai. Kemudian Kapiraya, ya adem-adem tetapi sebenarnya masih ada barah api,” katanya.

Kepolisian, kata Jeremias, terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan mengedepankan pendekatan pembangunan dan komunikasi kepada masyarakat.

Pemerintah daerah didorong untuk membangun pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi yang lebih kondusif.

“Kan judulnya pemerintah provinsi adalah ingin membangun. Nah kita support itu. Dengan mengedepankan isu pembangunan, kita harapkan masyarakat mendukung,” ujarnya.

Sementara dari sisi keamanan, Jeremias mengatakan belum ada pengerahan pasukan secara berlebihan. Aktivitas satuan kewilayahan masih berjalan seperti biasa, termasuk patroli, penjagaan, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Tidak ada pengerahan pasukan yang berlebihan. Tidak ada karena situasinya memang kita bilang, kita kategorikan sementara masih landai-landai,” katanya.

Namun, ia menegaskan kondisi tersebut merupakan gambaran umum di wilayah ibu kota kabupaten. Dinamika di wilayah tertentu tetap menjadi perhatian aparat keamanan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika
Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror
Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror
Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja
Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika
Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan
Kejari Mimika Musnahkan Barang Bukti dari 19 Perkara, Ada Sabu dan Uang Palsu
Rilis Video Penembakan Konvoi Freeport, OPM Klaim Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:25 WIT

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Minggu, 13 September 2026 - 18:14 WIT

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 23:22 WIT

Aktivis HAM Papua: Pelemparan Bom Molotov ke Komnas HAM Bentuk Teror

Rabu, 9 September 2026 - 22:16 WIT

Sebelum Bom Molotov, Kantor Komnas HAM Papua Pernah Diteror

Selasa, 8 September 2026 - 15:20 WIT

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT