Bupati Mimika Ajak Warga Rawat Toleransi Usai Raih Harmony Award 2025

Ahmad

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob, membuka Seminar Peran Mubaligh dan Guru Ngaji di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/12/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Bupati Mimika, Johannes Rettob, membuka Seminar Peran Mubaligh dan Guru Ngaji di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/12/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat harmonisasi kehidupan sosial di Kabupaten Mimika, menyusul diraihnya Harmony Award 2025 sebagai daerah paling harmonis di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Johannes saat membuka Seminar Peran Muballigh dan Guru Ngaji dalam Mewujudkan Nilai-nilai Modernisasi Beragama dan Toleransi di Tengah Keberagaman, yang diselenggarakan Forum Muballigh, Imam, dan Guru Ngaji di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/12/2025).

Menurut Johannes, penghargaan nasional tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harus mempertahankan penghargaan yang sudah kita dapat. Sekarang bagaimana kita mempertahankan penghargaan yang sudah kita dapat,” ujar Johannes.

Ia menegaskan, masyarakat Mimika harus menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi merusak harmoni dan mencederai kepercayaan yang telah diberikan melalui penghargaan tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Siap Tertibkan Birokrasi, Fokus Penyesuaian Jabatan dengan Kepangkatan

Dalam kesempatan itu, Johannes juga memberi perhatian khusus kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika agar lebih selektif dalam menghadirkan penceramah dari luar daerah pada kegiatan keagamaan berskala besar.

“Saya pesan untuk PHBI kalau misalnya nanti pada acara-acara tertentu, kalau kita datangkan ustad atau penceramah dari luar daerah jangan yang memprovokasi, jangan undang mereka yang datang radikal dan memberikan informasi-informasi yang kurang baik. Kita sudah damai di sini sehingga jangan ada orang yang datang mempengaruhi kita,” katanya.

Johannes kemudian menyinggung jargon “Mimika Rumah Kita” yang menjadi identitas daerah sekaligus pedoman hidup bersama dalam keberagaman.

Jargon tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Mimika Smart City di masa pemerintahannya.

Ia menjelaskan, jargon lengkap “Mimika Rumah Kita, Negeri Seribu Sungai dan Sejuta Bakau” mencerminkan kekayaan alam serta kemajemukan masyarakat di Kabupaten Mimika.

Baca Juga :  SAR Timika Tangani Korban Kecelakaan Kendaraan

Dalam konteks tersebut, Mimika disebut sebagai rumah masyarakat adat suku Amungme dan Kamoro yang ditinggali bersama oleh berbagai suku, budaya, agama, dan bahasa yang hidup berdampingan secara harmonis.

Johannes menekankan bahwa sebagai rumah bersama, Mimika harus dijaga secara kolektif oleh seluruh warganya. Ia pun merinci empat prinsip utama yang harus dipegang masyarakat.

Pertama, menghargai dan menghormati pemilik rumah, yakni masyarakat adat. Kedua, menjaga rumah agar tidak rusak dan tetap layak huni.

Ketiga, memastikan seluruh penghuni rumah hidup sehat, cerdas, aman, damai, dan terbebas dari kelaparan. Keempat, memanfaatkan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Mimika secara bersama dengan semboyan “Eme Neme Yauware.”

Menutup sambutannya, Johannes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan toleransi agar Kabupaten Mimika tetap harmonis, meski ke depan dihadapkan pada tantangan sosial yang semakin kompleks.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Jenis Usaha di Mimika Dibatasi Jam Operasional selama Ramadan
Perpanjangan Masa Jabatan, 133 Kepala Kampung di Mimika Bakal Dievaluasi
14 Distrik di Mimika Belum Tersentuh MBG
Bupati Mimika Tegur OPD Terkait LAKIP 2026, Baru 11 dari 58 OPD Patuh Pelaporan
3.185 PNS di Mimika Belum Menyusun SKP, Rotasi dan Mutasi Jadi Terhambat
Data Dukcapil: Penduduk Mimika Tembus 323 Ribu Jiwa, Miru Paling Padat
Dana Otsus Mimika 2026 Menyusut, Pemkab Prioritaskan Pembangunan dari Kampung
Waduh, Baru Tiga OPD di Mimika yang Serahkan LAKIP

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:20 WIT

Sejumlah Jenis Usaha di Mimika Dibatasi Jam Operasional selama Ramadan

Minggu, 15 Februari 2026 - 03:00 WIT

Perpanjangan Masa Jabatan, 133 Kepala Kampung di Mimika Bakal Dievaluasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:33 WIT

14 Distrik di Mimika Belum Tersentuh MBG

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:49 WIT

Bupati Mimika Tegur OPD Terkait LAKIP 2026, Baru 11 dari 58 OPD Patuh Pelaporan

Senin, 9 Februari 2026 - 13:02 WIT

3.185 PNS di Mimika Belum Menyusun SKP, Rotasi dan Mutasi Jadi Terhambat

Berita Terbaru