MIMIKA – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika berencana membangun asrama bagi para siswa tim sepak bola Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD).
Sejak program ini dimulai, para siswa PPLPD hanya menggunakan Stadion Wania Imipi yang berlokasi di Satuan Permukiman (SP) 1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, untuk menjalani pelatihan sepak bola.
Karena belum memiliki asrama, para siswa masih tinggal di rumah masing-masing dan dijemput menggunakan bus setiap hari untuk mengikuti latihan di Stadion Wania Imipi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, mereka seharusnya menjalani sistem pola asrama selama menjadi peserta program PPLPD.
Kondisi ini menyebabkan pola pembinaan terhadap para siswa PPLPD belum berjalan secara maksimal sesuai yang direncanakan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disparbudpora Kabupaten Mimika, Elisabeth Cenawatin, menyatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan pembangunan asrama pada tahun ini.
“Asrama kita belum ada, kami sedang usahakan. Ada tempat kami di SP1, di samping Stadion Wania Imipi, tetapi karena lahannya bermasalah, kami masih melakukan koordinasi dengan kepala desa dan lurah setempat,” ujar Elisabeth, Rabu, 11 Juni 2025.
Elisabeth menjelaskan, lahan tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah. Namun, terdapat pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan tersebut, sehingga pemerintah harus menyelesaikan persoalan tersebut terlebih dahulu.
“Itu tanah milik pemerintah, tetapi ada yang mengklaim. Jadi saya masih berupaya berbicara dengan mereka, baik kepala desa maupun lurah setempat, agar kami bisa segera membangun asrama,” ungkapnya.
Menurut Elisabeth, persoalan ini harus segera diselesaikan agar pola pembinaan dalam program PPLPD dapat berjalan secara optimal guna menciptakan generasi muda Mimika yang berprestasi di dunia sepak bola.
“Karena anak-anak itu tidak bisa terus tinggal bersama orang tua. Mereka harus difasilitasi dengan sarana yang baik, mulai dari tempat tinggal, makan minum, vitamin, semuanya harus dipenuhi agar mereka bisa fokus belajar dan berlatih,” jelas Elisabeth.
“Kami sedang berupaya untuk mewujudkan hal tersebut. Semua bidang harus berjalan bersama, jangan hanya satu bidang saja,” tambahnya.
Selain itu, Elisabeth juga menyampaikan bahwa tim kepelatihan PPLPD telah menyelesaikan pendidikan kepelatihan di Bandung untuk meningkatkan lisensi, pengetahuan, serta kemampuan dalam membina dan mempersiapkan calon bintang muda PPLPD yang berprestasi.









