Hadiri Musrenbang Provinsi, Pj Bupati Puncak Jaya Harap Program Prioritas Menyasar OAP

Valentine M. Patalle

Selasa, 2 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Puncak Jaya, Tumiran, saat menghadiri Musrenbang RKPD tingkat Provinsi tahun 2025 di Kota Timika, Papua Tengah, Selasa (2/4/2024).  (Foto: Istimewa/Prokompim Puncak Jaya)

Pj Bupati Puncak Jaya, Tumiran, saat menghadiri Musrenbang RKPD tingkat Provinsi tahun 2025 di Kota Timika, Papua Tengah, Selasa (2/4/2024). (Foto: Istimewa/Prokompim Puncak Jaya)

MIMIKA – Penjabat (Pj) Bupati Puncak Jaya, Tumiran, bersama jajarannya menyatakan siap mendukung tahapan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tingkat Provinsi tahun 2025 yang berlangsung di Kota Timika, Papua Tengah, Selasa (2/4/2024).

Tumiran yang hadir langsung di antara perwakilan kabupaten lainnya itu mengatakan bahwa salah satu fokus utama dari Musrenbang tersebut adalah konsolidasi penyusunan otonomi khusus (Otsus), yang akan mencakup berbagai materi seperti upaya menekan inflasi, mengatasi kemiskinan ekstrim, dan penganggaran yang efektif.

Pada saat pembahasan usulan kegiatan Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Puncak Jaya, Tumiran berharap adanya koordinasi antara pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan jajarannya agar tidak terjadi tumpang tindih sub kegiatan dan juga adanya kesamaan pemahaman dalam implementasinya.

Dia juga berharap usulan program yang ada nantinya dapat mengacu pada program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi kemasyarakatan dengan sasarannya orang asli Papua (OAP).

Di samping itu, Pj Bupati Tumiran turut mengakui keterlambatan penyerapan anggaran di tahun 2023 lalu. Hal itu, kata dia, dikarenakan terkendala faktor teknis dan non teknis

Baca Juga :  35 Nama Caleg yang Lolos Tidak Dibacakan, KPU Mimika: Ini Belum Final

“Kami tidak bisa pungkiri tahun lalu banyak kendala-kendala yang membuat kegiatan-kegiatan fisik menjadi terlambat sehingga itu berpengaruh ke penyerapan dan berdampak ke alokasi selanjutnya,” ujarnya.

“Selain faktor gangguan keamanan, termasuk bahan-bahan non lokal itu kan masih kita datangkan dari luar. Apalagi kemarin itu juga terjadi bencana tanah longsor, jalan putus. Nah, itu yang semua berpengaruh ke situ,” imbuhnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum Konsultasi Publik: Bapenda Mimika Bahas Tantangan, Dinamika, dan Strategi Pengelolaan Pendapatan
Disperindag Mimika Minta Warga Rekam Pangkalan Nakal, Bukti Jadi Dasar Penindakan
DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif
Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen
125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus
Sunset Run Mimika Kehabisan Kuota, Nikah Massal Masih Tunggu 30 Pasangan
Prabowo Sebut ‘Londo Ireng’, Organisasi Pers Tuntut Permintaan Maaf
Anggota DPRP Papua Tengah Minta Pusat Evaluasi Pasukan Non-Organik di Intan Jaya

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:52 WIT

Forum Konsultasi Publik: Bapenda Mimika Bahas Tantangan, Dinamika, dan Strategi Pengelolaan Pendapatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:56 WIT

Disperindag Mimika Minta Warga Rekam Pangkalan Nakal, Bukti Jadi Dasar Penindakan

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WIT

DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:00 WIT

Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:43 WIT

125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus

Berita Terbaru