Lebih dari 500 Orang Mengungsi Akibat Konflik Tapal Batas di Kapiraya

Ahmad

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah yang hanya menyisakan puing setelah hangus terbakar. (Foto: Istimewa)

Kondisi rumah yang hanya menyisakan puing setelah hangus terbakar. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Kepolisian Resor Mimika mencatat bahwa sekitar 600 orang dari 115 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak peristiwa pembakaran rumah dan fasilitas Bandara Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, pada 24 November 2025, telah mengungsi meninggalkan kediaman mereka.

Hal ini terungkap setelah aparat gabungan dari Polres Mimika bersama personil gabungan Brimob Batalyon B Pelopor Polda Papua Tengah dan TNI melaksanakan kegiatan patroli dan pendataan terhadap masyarakat yang mengungsi dari kampung Kapiraya, Wumuka, dan Wakia, pasca peristiwa tersebut.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, dalam keterangan resminya, Minggu (30/11/2025), menjelaskan bahwa kegiatan patroli dilaksanakan pada 29 November 2025.

Dari hasil pemantauan lapangan, diperoleh informasi bahwa saat ini para pengungsi tersebar pada tiga titik, yakni di Dermaga Kapiraya (Logpon), Pantau Wumuka, dan Pantai Uta.

Iptu Hempy merincikan, para pengungsi dari Kampung Kapiraya terdapat 89 KK yang terdiri dari 319 jiwa. Dari Kampung Wumuka sebanyak 55 KK dan Kampung Wakia sebanyak 19 KK.

“Kemudian untuk kondisi para pengungsi, secara fisik masyarakat dalam kondisi masih sehat, tnggal di dalam tenda-tenda darurat di kawasan pantai,” kata Iptu Hempy Ona.

Baca Juga :  Jembatan Rusak di Distrik Tembagapura, Ini Tanggapan Kadis PUPR

“Kondisi lingkungan pengungsian buruk, ditandai dengan sanitasi yang tidak memadai dan keterbatasan pasokan air bersih dan Ketersediaan bahan makanan sangat minim,” sambungnya.

Lanjut dikatakan, saat ini seluruh area pengungsian dalam keadaan aman dan kondusif dan tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas dalam perjalanan maupun lokasi pengungsian.

“Diperlukan langkah cepat dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah (Pemkab Mimika), khususnya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, untuk penanganan segera, terutama dalam distribusi logistik (bahan makanan, air bersih, obat-obatan),” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam
Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap
LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika
Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku
Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan
Buru Pelaku Kriminal, Polres Mimika Gelar Operasi Sikat Noken
TNI Evakuasi Jenazah Sipil Korban Penembakan di Yahukimo
OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:37 WIT

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:15 WIT

LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:35 WIT

Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:23 WIT

Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:57 WIT

Buru Pelaku Kriminal, Polres Mimika Gelar Operasi Sikat Noken

Berita Terbaru