Masyarakat di Perkotaan Timika Masih Buang Air Besar Sembarang

Jefri Manehat

Selasa, 12 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi stop buang air besar sembarangan (BABS). (Foto: Istimewa/Istock)

Ilustrasi stop buang air besar sembarangan (BABS). (Foto: Istimewa/Istock)

MIMIKA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, mengatakan masalah buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi persoalan bagi di Kabupaten Mimika hingga saat ini.

Sebagian besar masyarakat di wilayah perkotaan, terutama di wilayah SP3 masih melakukan BABS lantaran tidak memiliki jamban.

“BABS memang masih menjadi persoalan karena kondisi masyarakat yang sudah memiliki rumah tapi tidak memiliki jamban. Ada yang punya jamban tapi itu jamban komunal,” ujad Reynold, saat ditemui usai peringatan Hari Kesehatan Nasional di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (12/11/2024).

Oleh karena itu, Reynold bilang Dinas Kesehatan akan berkolaborasi dengan pihak distrik, kelurahan, dan kampung untuk menyediakan jamban permanen bagi warga yang tidak memiliki jamban ataupun yang memiliki jamban komunal.

Baca Juga :  Intensifikasi Pangan Jelang Nataru, Loka POM Mimika Musnahkan Ribuan Produk

“Kami akan bangun kerja sama operasional dengan distrik, kelurahan dan kampung agar masyarakat yang tidak punya jamban dibangun dengan dana desa,” tuturnya.

Dia menegaskan Dinas Kesehatan sangat serius untuk menyelesaikan masalah BABS ini karena salah satu dampaknya adalah kejadian luar biasa (KLB) polio di Mimika.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DP3AP2KB Mimika Tekankan Kolaborasi dalam Percepatan Penurunan Stunting
PASTI-Papua Gelar Asesmen TPPS di Mimika Perkuat Percepatan Penurunan Stunting
Peringati Hari Kanker Sedunia, Kogabwilhan III Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Ribuan Peserta PBI-JK yang Dinonaktifkan Bisa Reaktivitas, Ini Syaratnya
Program Sa Antar Ko RSUD Mimika Layani Ribuan Pasien OAP, Serap Anggaran Rp145 Juta
Kunjungan RSUD Mimika Naik 18 Persen Sepanjang 2025, Lonjakan Pasien Non-Darurat Padati IRD
Penanganan Stunting di Mimika Kian Efektif, Kasus Turun Signifikan Sepanjang 2025
Positivity Rate Malaria Mimika Turun ke 15 Persen, Deteksi Diperluas hingga 1 Juta Tes

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:00 WIT

DP3AP2KB Mimika Tekankan Kolaborasi dalam Percepatan Penurunan Stunting

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:55 WIT

PASTI-Papua Gelar Asesmen TPPS di Mimika Perkuat Percepatan Penurunan Stunting

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:54 WIT

Peringati Hari Kanker Sedunia, Kogabwilhan III Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:37 WIT

Ribuan Peserta PBI-JK yang Dinonaktifkan Bisa Reaktivitas, Ini Syaratnya

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:19 WIT

Program Sa Antar Ko RSUD Mimika Layani Ribuan Pasien OAP, Serap Anggaran Rp145 Juta

Berita Terbaru

Armada kantor Pencarian dan Pertolongan Timika bertolak dari Muara Poumako Timika menuju ke lokasi yang dituju guna melakukan pencarian, Kamis (26/2/2026). (Foto: SAR Timika)

Peristiwa

Wanita Paruh Baya Dilaporkan Hilang Diterkam Buaya di Mimika

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:38 WIT

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, sekaligus Ketua Tim Penanganan Konflik Kwamki Narama dan Kapiraya, Marthen Ukago. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Pemerintahan

Pemprov Papua Tengah: Konflik Kapiraya Tak Semata Batas Wilayah

Kamis, 26 Feb 2026 - 05:05 WIT