Menuju Wilayah Bebas Korupsi, Dukcapil Mimika Masuk Penilaian Zona Integritas Nasional

Ahmad

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pertemuan jajaran Disdukcapil Kabupaten Mimika dalam rangka pencanangan zona integritas lawan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di aula Kantor Disdukcapil, Selasa (23/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Suasana pertemuan jajaran Disdukcapil Kabupaten Mimika dalam rangka pencanangan zona integritas lawan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di aula Kantor Disdukcapil, Selasa (23/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika resmi diusulkan oleh Pemerintah Daerah untuk masuk dalam penilaian Zona Integritas (ZI) nasional menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perbaikan kualitas pelayanan publik di lingkup Pemkab Mimika. Dalam sebuah forum bertajuk Pencanagan Zona Integritas ynag berlangsung di Aula Kantor Disdukcapil lantai 3, Kepala Dinas Dukcapil, Slamet Sutejo dan jajaran membahas hal tersebut, Selasa (23/6/2026).

Slamet mengungkapkan bahwa proses pemenuhan dokumen administrasi dan evidence (bukti pendukung) saat ini sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada akhir Juni ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi serta validasi secara langsung.

“Ini merupakan komitmen kami sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dukcapil untuk terus bekerja secara profesional, berdedikasi, dan berintegritas. Muaranya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik yang semakin baik dan maksimal kepada masyarakat,” ujar Slamet saat ditemui usai pertemuan.

Baca Juga :  Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya

Slamet menjelaskan, meski pencanangan zona integritas di lingkup Pemkab Mimika sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, implementasi penilaian dari Kemenpan-RB baru dapat berjalan tahun ini. Salah satu kendala mendasar sebelumnya adalah nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Pemkab Mimika yang masih tertahan di predikat CC.

Namun, dengan kesiapan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat ini, diharapkan indeks SAKIP daerah ikut meningkat.

Pada tahun ini, terdapat empat OPD di lingkup Pemkab Mimika yang diusulkan masuk penilaian ZI, yaitu Dukcapil, RSUD, PTSP, dan Dinas Sosial.

Dukcapil Mimika sendiri membidik penilaian berdasarkan rekam jejak konsistensi pelayanan yang berjalan sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Dalam penilaian ini, Slamet menegaskan dua indikator utama yang menjadi fokus utama, yakni Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan Publik (SPKP).

Baca Juga :  DPD RI Luncurkan Program Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Kemandirian Pertanian Lokal

Berdasarkan hasil survei yang disebarkan secara daring maupun manual di loket-loket pelayanan, Dukcapil Mimika mengantongi indeks penilaian yang sangat baik dari masyarakat.

“Kami ingin mewujudkan pelayanan yang clear and clean. Kami tegaskan kembali bahwa seluruh pengurusan dokumen administrasi kependudukan di Dukcapil adalah gratis. Publik tidak boleh memberikan tip dalam bentuk apa pun kepada petugas,” tegasnya.

Selain aspek integritas, penilaian ZI ini juga mengukur aspek daya ungkit instansi, seperti efektivitas SOP, manajemen pengelolaan pengaduan masyarakat, mitigasi risiko, hingga peningkatan kapasitas aparatur dalam beradaptasi dengan sistem digitalisasi.

Melalui persiapan matang ini, Dukcapil Mimika berharap dapat menjadi salah satu OPD pelopor yang berhasil meraih predikat Zona Integritas di Kabupaten Mimika, sekaligus menjamin standar pelayanan yang setara dan prima di seluruh tingkatan, mulai dari kantor dinas, distrik, kampung, hingga fasilitas kesehatan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tinjau Pos Beoga, Kaskogabwilhan III: Prajurit Harus Profesional dan Humanis
Gandeng Uncen, BRIDA Mimika Garap Kajian Sosial Budaya Pemanfaatan Tailing Freeport
Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Permendagri Nomor 10 Tentang Sistem Manajemen Keamanan Data
Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua, Pemerintah Cetak 2.000 hektar Sawah
Dinsos Mimika Fokus Pulihkan Masa Depan Anak Putus Sekolah Lewat Pelatihan Keterampilan
Kemenhaj Papua: 823 Jemaah Haji Asal Papua Tiba di Tanah Air
Disdukcapil Mimika Jemput Bola di Kawasan Pesisir Agimuga: 100 Persen Warga Dua Kampung Kini Kantongi Adminduk
Disdukcapil Mimika Targetkan Integrasi Data Kependudukan Guna Cegah Bansos Salah Sasaran

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:17 WIT

Tinjau Pos Beoga, Kaskogabwilhan III: Prajurit Harus Profesional dan Humanis

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:32 WIT

Gandeng Uncen, BRIDA Mimika Garap Kajian Sosial Budaya Pemanfaatan Tailing Freeport

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:44 WIT

Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Permendagri Nomor 10 Tentang Sistem Manajemen Keamanan Data

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:41 WIT

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua, Pemerintah Cetak 2.000 hektar Sawah

Senin, 29 Juni 2026 - 23:38 WIT

Dinsos Mimika Fokus Pulihkan Masa Depan Anak Putus Sekolah Lewat Pelatihan Keterampilan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT