Penanganan Stunting di Mimika Kian Efektif, Kasus Turun Signifikan Sepanjang 2025

Ahmad

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold J. Ubra. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold J. Ubra. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA — Upaya penanganan stunting yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menunjukkan hasil menggembirakan sepanjang tahun 2025.

Jumlah kasus stunting tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, jumlah kasus stunting pada 2025 berada di kisaran 1.100 hingga 1.200 kasus, turun dari 1.500 kasus pada tahun 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold J. Ubra, mengatakan prevalensi stunting di Mimika pada tahun 2025 berada pada angka 9 hingga 11 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 14 persen.

Menurut Reynold, stunting tidak semata-mata disebabkan oleh kekurangan gizi, melainkan merupakan persoalan multidimensi yang juga berkaitan erat dengan penyakit infeksi.

“Stunting bukan hanya soal makanan. Ada faktor lain yang saling berkaitan, salah satunya penyakit infeksi,” ujarnya.

Baca Juga :  Noken Scooterist Papua Resmi Dibuka, Ini Pesan Danlanal Mimika

Ia menjelaskan, penanganan stunting di Mimika dibagi ke dalam dua pendekatan utama, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Saat ini, intervensi sensitif dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih dan rumah layak huni.

Sementara itu, dari sisi intervensi spesifik, Dinas Kesehatan terus melakukan pengendalian penyakit pada ibu hamil, bayi, balita, serta anak-anak, termasuk pemberian obat cacing.

Untuk kelompok remaja putri, dilakukan pemeriksaan kesehatan di sekolah-sekolah serta pemberian tablet Fe (zat besi) guna mencegah anemia sejak dini.

Reynold menambahkan, upaya pengendalian stunting juga diperkuat melalui dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara dari Dinas Kesehatan sendiri, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diberikan secara terukur berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, seperti lingkar lengan ibu hamil, status anemia, keputihan tinggi, serta berat badan.

“Jadi ini tidak bisa jalan masing-masing. MBG bagi saya itu bagus. Kekebalan tubuh anak sekolah itu hanya bisa ditingkatkan jika nilai asupan gizinya cukup,” kata Reynold saat ditemui, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Gelar SDGs, PTFI dan Pemkab Mimika Bahas Penanggulangan Stunting

“Nah, sekarang yang menjadi persoalan asupan gizinya cukup apa tidak? Jadi kembali lagi ke dalam rumah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pada tahun ini Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan melibatkan lebih dari seribu kader posyandu yang tersebar hingga ke wilayah kampung untuk memperkuat penanganan stunting di tingkat akar rumput.

Upaya tersebut juga akan disinergikan dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika agar penanganan stunting dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Reynold berharap, dengan tema pembangunan Kabupaten Mimika dari kampung ke kota, serta keterlibatan langsung Bupati dan Wakil Bupati Mimika sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting, upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh langsung masyarakat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat
Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas
Stunting dan Malaria Jadi Ancaman Ganda bagi Anak di Mimika
RSUD Mimika Bangun Ruang Rawat Inap Baru, Kapasitas Layanan Ditingkatkan
Lintasi Jembatan Rapuh, Nakes di Mimika Pertaruhkan Nyawa Demi Pelayanan
Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN
Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar
Ruang Operasi RS Waa Banti akan Beroperasi pada Juni 2026 Mendatang

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 19:47 WIT

Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat

Rabu, 8 April 2026 - 19:42 WIT

Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas

Rabu, 8 April 2026 - 19:06 WIT

Stunting dan Malaria Jadi Ancaman Ganda bagi Anak di Mimika

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:27 WIT

RSUD Mimika Bangun Ruang Rawat Inap Baru, Kapasitas Layanan Ditingkatkan

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:30 WIT

Lintasi Jembatan Rapuh, Nakes di Mimika Pertaruhkan Nyawa Demi Pelayanan

Berita Terbaru

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, berkomunikasi dengan para pejabat usai apel gabungan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (13/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Pemerintahan

Wabup Mimika Tegur Pejabat Tahan Kendaraan Dinas Usai Mutasi

Senin, 13 Apr 2026 - 15:02 WIT

Salah satu toko penjual plastik di Kabupaten Mimika yang terdampak kenaikan harga bahan baku. Galeripapua/ Kevin Kurni

Ekonomi

Lonjakan Harga Plastik Tekan Usaha di Mimika

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:37 WIT

Finalis Duta Bahasa Papua 2026 pada malam puncak pemilihan duta bahasa Papua di Kota Jayapura, Sabtu, 11 April 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Event

Isak-Melani Jadi Wajah Baru Duta Bahasa Papua 2026

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:01 WIT