Gelar SDGs, PTFI dan Pemkab Mimika Bahas Penanggulangan Stunting

Ahmad

Rabu, 19 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemateri dari PT Freeport Indonesia (PTFI), yakni Manager Community Health Development PTFI, Daniel Perwira, saat sedang memaparkan materi. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Pemateri dari PT Freeport Indonesia (PTFI), yakni Manager Community Health Development PTFI, Daniel Perwira, saat sedang memaparkan materi. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta lintas sektor lainnya di Kabupaten Mimika membahas penanganan stunting.

Kegiatan yang digelar di Ballroom Swiss-Bellinn Hotel Timika pada Rabu (19/6/2024) dengan nama “Para-para SDGs Timika No-Komen (PaSTi NoKen)” itu telah dilaksanakan sebanyak lima kali di Kabupaten Mimika.

Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah untuk mencapai tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) melalui Forum Kemitraan Multi-Stakeholder yang melibatkan lintas sektor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun slogan PaSTi NoKen memiliki makna filosofis dari kearifan lokal Papua, yaitu “Para-Para” yang berarti membicarakan segala hal menyangkut tujuan bersama guna memberikan manfaat bersama, serta menjadi komitmen bersama.
 
Sedangkan “NoKen” mengambil konteks budaya setempat, yaitu tas rajutan noken yang berfungsi sebagai wadah untuk mengisi apa yang dibawa.

Artinya apa pun yang sudah diisi di dalam noken tidak akan dikomentari (No-Komen) kembali, agar dapat segera diolah dan ditindaklanjuti bersama dalam semangat kemitraan dan kolaborasi.
 
Sebagaimana diketahui, sagu selama ini telah menjadi panganan lokal masyarakat Papua. Selain itu, masih ada makanan lokal lain yang juga penuh gizi dan bermanfaat untuk menanggulangi stunting sebagaimana yang disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir

Manager Community Health Development PTFI, Daniel Perwira, menyebut stunting bukan persoalan yang berdiri sendiri.

Jika stunting hanya berbicara tentang gizi, tentang kesehatan bayi dan balita, maka itu justru sangatlah sempit. Namun, jika dilihat dari penyebab persoalan stunting, maka itu disebabkan oleh banyak variabel.

Ia menyebut, ini juga bisa diakibatkan oleh persoalan pendidikan, pelayanan akses kesehatan, persoalan sosial lainnya sampai pada kesehatan remaja putri yang beranjak dewasa untuk menjadi calon ibu misalnya.

“Itu adalah faktor yang menentukan penyebab stunting,” tuturnya.

Begitu juga dengan persoalan-persoalan lainnya seperti akses menuju pangan lokal, respon, dan penanganan saat terjadinya stunting.

“Persoalan stunting ini multidimensi. Makanya kalau kita lihat di SDGs tidak berdiri sendiri. Dia tidak disebut SDGs penanggulangan stunting karena persoalan stunting ini multidimensi. Dia bisa menyambung ke berbagai persoalan di SDGs,” jelas Daniel.

“Memang yang paling dekat isunya adalah berkaitan bagaimana mendapatkan akses DG yang baik untuk pertumbuhan bayi dan balita, maka kita sandingkan isu stunting ini dengan pangan lokal,” imbuhnya.

Daniel berharap, isu pangan lokal ini dapat menjadi salah satu solusi untuk pengendalian stunting di Kabupaten Mimika karena sangat penting untuk diturunkan angkanya.

Sebab, kata Daniel, hal ini menyangkut dengan generasi pada masa mendatang untuk pembangunan di Kabupaten Mimika, Papua, dan Indonesia.

Baca Juga :  Kunjungi MPP Kabupaten Mimika, Asdep Pelayanan Publik KemenPAN-RB Tinggalkan Pesan Ini

Ditambah lagi saat ini, Mimika telah menjadi salah satu daerah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia.

Untuk itu, PTFI pun telah menyiapkan sebuah program terkait dengan penanganan stunting secara khusus di beberapa kampung yang mana bekerja sama dengan Lembaga Pembangunan Internasional di bawah Pemerintah Amerika Serikat (USAID) dan dibantu oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia.
 
Daniel mengatakan, program ini juga telah disinergikan dengan program Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Upaya yang nanti dilakukan adalah untuk mendukung pemerintah Kabupaten Mimika menangani stunting melalui tim Convergensi yang telah dibentuk sejak 2023 lalu,” ungkapnya.
 
Sementara Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Probadi, mengatakan bahwa untuk menangani suatu persoalan, tentu membutuhkan sinergitas berbagai pihak.

Menurut Yoga, dengan adanya kolaborasi, maka berbagai ide akan lahir dan dapat dieksekusi sesuai dengan program-program yang ada.

Ia juga menyebutkan bahwa terkait dengan angka stunting, Kabupaten Mimika termasuk salah satu daerah di Papua Tengah yang berprestasi dalam menurunkan stunting dalam waktu yang cepat.

“Ini patut kita banggakan dan kita bersyukur karena semua pihak sudah terlibat melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting tersebut,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Freeport Konfirmasi Penembakan di MP 60 Mimika, Akses Tembagapura Ditutup
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana
Evaluasi Program Pusjaki dan Kaka Sehat, Dinkes Mimika Tekankan Hal Ini

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Rabu, 2 September 2026 - 15:46 WIT

Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga

Rabu, 2 September 2026 - 15:22 WIT

Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional

Berita Terbaru

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Johannes Rettob)

Pemerintahan

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:39 WIT

Personel Inafis Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana melakukan olah TKP penemuan jenazah di Perumahan Pondok Indah Amor SP3, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Indah Amor Mimika

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:24 WIT

Kasat Resnarkoba Polres Mimika AKP Habibi Solosa memimpin pemusnahan barang bukti ganja bersama perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri, BNNK, dan kuasa hukum tersangka di Mapolres Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:20 WIT