MIMIKA – Tim Hukum pasangan calon (Paslon) Bupati Kabupaten Mimika Maximus Tipagau-Peggi Patrisia Pattipi (MP3), Siti Fatonah Nurul Hidayah, mengungkapkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara Pilkada di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dikatakan, dari dokumen C1 terlihat adanya penggelembungan suara untuk salah satu Paslon di TPS 906, yang mana seharusnya Paslon tersebut mendapatkan suara hanya 102 suara. Namun, berubah menjadi 370 suara.
“Relawan kami menemukan C1, di mana suara 03 digelembungkan sebanyak 268 suara pada Distrik Tembagapura TPS 906. C1 tersebut sudah tercoret-coret dan sudah di tipp-ex (stipo kertas),” ungkap Nurul dalam keterangan persnya, Rabu (4/12-2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, hal tersebut merupakan manipulasi suara yang sangat jahat dilakukan oleh penyelenggara. Bisa jadi ada TPS-TPS lain dengan metode yang sama untuk mendongkrak suara salah satu paslon tertentu.
“Ini tidak menutup kemungkinan ada indikasi di TPS-TPS lain juga dilakukan hal yang sama. Jika penyelenggara-penyelenggara melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh aturan perundang-undangan, hal ini tentu bukan pelajaran baik tentang demokrasi Kabupaten Mimika saat ini maupun ke depan,” tegasnya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa manipulasi suara bukan hanya pelanggaran moral, tetapi juga tindak pidana yang dapat dikenai sanksi berat.
“Perlu ditekankan kembali bahwa perbuatan mengubah atau memanipulasi suara adalah tindak pidana, dan sanksinya penjara sebagaimana yang diatur pada Pasal 178E UU No. 10 Tahun 2016,” bebernya.
Selain itu, Nurul menjelaskan, persoalan ini bukan karena pihaknya dirugikan. Namun, bagaimana Pilkada di Kabupaten Mimika ini berjalan sesuai dengan koridornya tanpa ada keberpihakkan.
“Ini bukan soal menang kalah, tetapi bagaimana semua pihak berkompetisi secara sportif, dan jurdil agar Kabupaten Mimika bisa maju dan menjalankan demokrasi sesuai amanat UU,” pungkasnya.