MIMIKA — Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, bersama Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, melakukan inspeksi mendadak ke gudang Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika, Sabtu (2/5/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok beras serta kelancaran distribusi bantuan pangan ke wilayah Papua Tengah, khususnya daerah pegunungan yang kerap terkendala akses dan cuaca ekstrem.
Kunjungan tersebut menegaskan bahwa distribusi pangan kini menjadi isu strategis yang melibatkan sinergi antara lembaga legislatif dan aparat keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus utama peninjauan adalah memastikan jalur logistik bantuan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat di wilayah terisolasi.
Dalam kegiatan itu, Mandenas turut didampingi Ketua Komisi II DPRK Mimika, Elinus Balinon Mom, dan Kakanwil Imigrasi Papua, Samuel Toba, guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.
Kepala Perum Bulog KC Timika, Dedy Wahyudi, menyampaikan bahwa stok pangan dalam kondisi aman dengan cadangan mencapai 1.000 ton beras medium dan 150.000 liter minyak goreng.
“Kami dari Perum Bulog berterima kasih kepada Pak Yan, anggota DPR RI, dan Pak Kapolda atas kunjungan ke Perum Bulog pada pagi hari ini. Tentu ini menjadi motivasi bagi kami. Beliau mengecek langsung keadaan stok dan kondisi kami di lapangan, tepatnya di Perum Bulog Kantor Cabang Timika,” kata Dedy.
Ia menjelaskan, distribusi saat ini diprioritaskan ke Kabupaten Puncak, yang memiliki tingkat kesulitan akses tinggi. Hingga kini, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 65 persen.
Meski demikian, tantangan utama tetap berasal dari faktor cuaca yang kerap mengganggu jadwal penerbangan logistik.
“Sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam penyaluran, hanya faktor cuaca yang terkadang membuat pesawat harus kembali lagi. Penyaluran saat ini masih difokuskan untuk wilayah Papua Tengah,” tuturnya.
Bulog menargetkan seluruh distribusi bantuan pangan dapat rampung sebelum tenggat waktu pemerintah pada 31 Mei 2026.
Dari sisi keamanan, Polda Papua Tengah memastikan pengamanan distribusi berjalan maksimal. Aparat kepolisian disiagakan untuk mengawal jalur logistik, khususnya di titik-titik strategis seperti bandara.
“Kami sudah berkomitmen dengan pemerintah, khususnya dari pihak Bulog, bahwa ini adalah kebutuhan masyarakat yang harus mendapatkan pengamanan maksimal. Kami memastikan pengamanan dilakukan minimal sampai di bandara; kita amankan bandara tersebut dan sementara ini semua masih berjalan dengan lancar,” ujar Kapolda.
Sementara itu, Mandenas menegaskan pentingnya percepatan penanganan distribusi pangan di wilayah pegunungan lain, termasuk kawasan perbatasan Wamena dan Lanny Jaya.
“Terkait kondisi di pegunungan, tepatnya di Wamena, kita sudah tangani dan bantuan yang telah terdistribusi sebanyak 3 ton. Rencananya akan ditambah lagi menjadi 5 ton, sehingga total bantuan mungkin sekitar 8 ton yang kita masukkan ke Wolakme, Tanggime, dan satu distrik lagi di perbatasan antara Wamena dan Lanny Jaya. Yang jelas, langkah cepat sudah kita lakukan untuk distribusi bantuan pangan tersebut,” tegas Mandenas.
Ia juga mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan trans Papua agar distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.






















