Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Endy Langobelen

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan beserta sejumlah barang bukti dan 17 potongan tubuh yang berada di dalam kantong mayat. (Foto: Istimewa/Humas Polres Biak Numfor)

Tim gabungan beserta sejumlah barang bukti dan 17 potongan tubuh yang berada di dalam kantong mayat. (Foto: Istimewa/Humas Polres Biak Numfor)

BIAK NUMFOR – Proses pencarian korban ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Ikan, Kabupaten Biak Numfor, masih terus berlangsung.

Memasuki hari keenam pascakejadian, tim gabungan kembali menemukan 17 potongan bagian tubuh manusia di sekitar lokasi ledakan.

Temuan terbaru tersebut semakin menegaskan dahsyatnya ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh potongan tubuh yang ditemukan langsung dievakuasi dan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua untuk menjalani proses identifikasi.

Di tengah upaya pencarian korban, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan sejumlah instansi terkait juga berhasil menuntaskan proses sterilisasi area utama atau Ring Satu hingga mencapai 100 persen.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan meskipun area inti telah dinyatakan aman dari potensi ancaman lanjutan, proses pencarian korban dan penyelidikan penyebab ledakan masih terus dilakukan.

“Kami bersama seluruh unsur TNI, Basarnas, dan instansi terkait terus berupaya semaksimal mungkin dalam proses pencarian korban yang masih belum ditemukan,” ujar Kapolres saat melakukan konferensi pers pada Jumat, (05/06/2026).

“Area Ring Satu saat ini telah dinyatakan steril 100 persen, namun masyarakat tetap tidak diperkenankan memasuki lokasi demi keselamatan dan kelancaran proses pencarian serta penyelidikan yang masih berlangsung,” imbuhnya.

Baca Juga :  OPM Klaim Sita 2 Pistol di Puncak Jaya, Polri: Itu Hoaks

Selain menemukan potongan tubuh, tim gabungan juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik para korban.

Barang-barang tersebut antara lain satu kartu keluarga atas nama Luther Raubabah, satu unit proyektor merek Sony, satu telepon genggam Samsung, satu bor listrik, satu tas, satu dompet, satu mixer, serta sebatang besi sepanjang sekitar 40 sentimeter.

Sementara itu, Tim DVI Polda Papua terus bekerja mengidentifikasi korban melalui pemeriksaan forensik. Hingga saat ini, sebanyak 34 potongan jaringan tubuh telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, enam sampel DNA postmortem berhasil diambil dan akan dikirim ke Laboratorium DNA Bareskrim Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan ledakan. Barang-barang tersebut meliputi 21 serpihan logam, satu mata gergaji, satu gagang gergaji besi, dan satu mata gerinda yang ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari titik pusat ledakan.

Di sisi lain, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berhubungan dengan aktivitas para korban sebelum kejadian.

Barang bukti tersebut terdiri dari tiga unit perahu, dua unit kompresor yang terpasang selang sepanjang 150 meter dan 200 meter lengkap dengan regulator, tiga mesin tempel berkapasitas 15 PK, satu mesin tempel 40 PK, dua kantong jaring, satu pasang fins atau kaki katak, satu masker selam, serta satu set sabuk pemberat penyelaman.

Baca Juga :  TPNPB Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat

Menurut AKBP Ari, seluruh temuan tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti ledakan.

“Kami memastikan seluruh barang bukti yang ditemukan akan diperiksa secara mendalam oleh tim penyidik dan laboratorium forensik. Fokus kami saat ini adalah menemukan korban yang masih belum ditemukan, mengidentifikasi seluruh korban secara akurat, serta mengungkap secara tuntas penyebab peristiwa ini,” tegasnya.

Meski pencarian masih berlangsung, kondisi para korban luka dilaporkan terus membaik. Seluruh korban yang sebelumnya menjalani perawatan kini telah berstatus rawat jalan dan mendapatkan pendampingan melalui posko yang disiapkan pemerintah daerah bersama instansi terkait.

Kasi Ops Basarnas Kabupaten Biak Numfor, Andarias Alik, menjelaskan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) saat ini dijadwalkan memasuki tahap akhir.

Namun, operasi masih dapat diperpanjang apabila terdapat pertimbangan dari pemerintah daerah maupun permintaan keluarga korban.

Hingga kini, tim gabungan tetap berkomitmen melanjutkan pencarian korban yang masih belum ditemukan sekaligus menyelesaikan proses identifikasi dan penyelidikan agar penyebab pasti tragedi yang mengguncang Biak Numfor tersebut dapat terungkap secara menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hilang Kontak 4 Hari, Speed Boat Pengangkut Apel Tujuan Asmat Ditemukan Selamat
Korban Ledakan Biak Numfor Bertambah Jadi 6 Orang, 3 Dalam Pencarian
Aksi Spontanitas di Kuala Kencana Akhirnya Bubar, Blokade Jalan Dibuka
Breaking News: Aksi Blokade di Check Point Kuala Kencana
Lima Orang Tewas dalam Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak
Terungkap Penyebab Gereja Katolik di Mimika Terbakar
Kecelakaan Maut di Mimika, Seorang Pengemudi Motor Meninggal saat Dirawat di RSUD
Gereja Katolik di Poumako Mimika, Papua Tengah Terbakar

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:22 WIT

Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:59 WIT

Hilang Kontak 4 Hari, Speed Boat Pengangkut Apel Tujuan Asmat Ditemukan Selamat

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:23 WIT

Korban Ledakan Biak Numfor Bertambah Jadi 6 Orang, 3 Dalam Pencarian

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:42 WIT

Aksi Spontanitas di Kuala Kencana Akhirnya Bubar, Blokade Jalan Dibuka

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:58 WIT

Breaking News: Aksi Blokade di Check Point Kuala Kencana

Berita Terbaru