Wakil Panglima Kodap OPM Gugur Disergap Pasukan TNI di Lanny Jaya

Endy Langobelen

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda. (Foto: Istimewa/Dok. Koops Habema)

Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda. (Foto: Istimewa/Dok. Koops Habema)

LANNY JAYAKomando Operasi (Koops) Habema melalui satuan tugasnya berhasil melumpuhkan tokoh penting Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, dalam penyergapan bersenjata di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa, 5 Agustus 2025 pukul 16.30 WIT. Mayer diketahui menjabat sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya.

Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf. Iwan Dwi Prihartono, menyampaikan pernyataan resmi dalam video yang dirilis ke media pada Rabu pagi.

Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa penyergapan terhadap Mayer Wenda merupakan hasil operasi terukur terhadap kelompok bersenjata yang selama ini terlibat dalam aksi kekerasan di wilayah pegunungan Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Komando Operasi Habema melalui Satuan Tugasnya berhasil melaksanakan penyergapan terhadap tokoh penting OPM yaitu Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya, pada Selasa, 5 Agustus 2025 pukul 16.30 WIT di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya,” kata Letkol Inf. Iwan Dwi Prihartono.

Dalam peristiwa itu, Mayer Wenda dan satu orang lainnya yang diduga adiknya, Dani Wenda, tewas di lokasi kejadian setelah melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap. Keduanya kini telah dibawa ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

DPO Lama, Jejak Panjang Kekerasan

Mayer Wenda bukan sosok baru dalam daftar pencarian aparat keamanan. Ia telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian Daerah Papua melalui Surat Nomor: DPO/47/VIII/2016/Ditreskrimum tertanggal 9 Agustus 2016.

Sebelumnya, namanya juga tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/05/VII/2014/Papua/Lanny Jaya, tertanggal 28 Juli 2014.

Jejak kekerasan Mayer terentang panjang sejak lebih dari satu dekade lalu. Pada 27 November 2012, ia diduga terlibat dalam pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan, dan pembakaran Mapolsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya.

Beberapa bulan sebelumnya, 10 September 2012, Mayer disebut terlibat dalam pembunuhan anggota Polres Tolikara serta perampasan senjata api di ruas Jalan Trans Karubaga–Wamena, tepatnya di Desa Milineri, Distrik Wenam, Kabupaten Tolikara.

Aksi bersenjata kembali terjadi pada 28 Juli 2014. Saat itu, ia memimpin penghadangan terhadap patroli Polri di Jalan Indawa–Wamena, Kampung Nambume, Distrik Indawa, Kabupaten Lanny Jaya.

“Setelah sempat menghilang, pada tahun 2014, ia kembali muncul di Kabupaten Lanny Jaya dan memperkuat sayap bersenjata OPM dengan memegang peran strategis sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya,” Letkol Inf. Iwan Dwi Prihartono.

Baca Juga :  OPM Klaim Rampas Senjata dan Amunisi di Polsek Homeyo Intan Jaya

Barang Bukti dan Respons Aparat

Sejumlah alat bukti yang diamankan. (Foto: Istimewa/Dok. Koops Habema)

Dari lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata revolver dengan 24 butir munisi, dua kartu identitas atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda, dua unit telepon genggam merek Vivo dan Oppo, uang tunai sebesar Rp65.000, serta satu buah noken.

“Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Koops Habema dalam menciptakan kedamaian serta rasa aman bagi masyarakat, khususnya menjelang perayaan Kemerdekaan RI yang ke-80,” ujar Letkol Inf. Iwan Dwi Prihartono.

Ia menegaskan bahwa tindakan tegas hanya dilakukan terhadap pihak-pihak yang melakukan perlawanan bersenjata atau mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat.

Koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah telah dilakukan untuk langkah lanjutan, termasuk proses forensik dan penelusuran jaringan yang masih aktif.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa TNI tetap konsisten menjalankan operasi keamanan di wilayah rawan konflik, sembari menjaga akuntabilitas dan legalitas operasi militer di tengah sorotan nasional dan internasional terhadap pendekatan keamanan di Papua.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyelundupan Ganja Lewat Kargo Bandara Digagalkan, IRT di Mimika Dibekuk
Dandim Mimika Ungkap Kronologi 9 Perempuan Dibawa Paksa OPM di Jila
Kasus Pembunuhan Kilometer 10, Pelaku Yang Diamankan di Makassar Tiba di Timika
Polisi Tegaskan Tak Ada Penembakan di Alun-Alun Kuala Kencana
Polda Papua Tengah Kirim Brimob dan Penyidik Usai Pembakaran Kantor Pemerintah Puncak
Polda Papua Tengah Mengungkap 22 Kasus dalam Operasi Sikat Noken 2026
Polisi Penembak Warga Rafles Residence Mimika Ditetapkan Tersangka
Imigrasi Mimika Amankan WN PNG yang Masuk Indonesia Secara Ilegal

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:55 WIT

Penyelundupan Ganja Lewat Kargo Bandara Digagalkan, IRT di Mimika Dibekuk

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:31 WIT

Dandim Mimika Ungkap Kronologi 9 Perempuan Dibawa Paksa OPM di Jila

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:31 WIT

Kasus Pembunuhan Kilometer 10, Pelaku Yang Diamankan di Makassar Tiba di Timika

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:03 WIT

Polisi Tegaskan Tak Ada Penembakan di Alun-Alun Kuala Kencana

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:55 WIT

Polda Papua Tengah Kirim Brimob dan Penyidik Usai Pembakaran Kantor Pemerintah Puncak

Berita Terbaru