Eskalasi Kekerasan Meningkat, DPD Desak Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Papua

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I Pansus Papua DPD RI, Filep Wamafma, didampingi Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat Rapat Dengar Pendapat dan Dialog Penanganan Konflik Papua di Aula Pertemuan Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Mimika, Papua Tengah, Kamis (17/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Wakil Ketua I Pansus Papua DPD RI, Filep Wamafma, didampingi Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat Rapat Dengar Pendapat dan Dialog Penanganan Konflik Papua di Aula Pertemuan Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Mimika, Papua Tengah, Kamis (17/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Panitia Khusus (Pansus) Papua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah konkret untuk menghentikan eskalasi konflik bersenjata dan penanganan pengungsi di Tanah Papua.

Desakan ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Dialog Penanganan Konflik Internal serta Kemanusiaan yang digelar di Aula Pertemuan Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Mimika, Papua Tengah, Kamis (17/9/2026).

Forum yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan, Pemkab Mimika, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini dipimpin oleh Wakil Ketua I Pansus Papua DPD RI Dr. Filep Wamafma, Wakil Ketua III Gral Taliawo, serta Bupati Mimika, Johannes Rettob.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah anggota Pansus DPD RI turut hadir, di antaranya Eka Kristina Yeimo, Abdullah Manaray, Yance Samonsabra, Arianto Kogoya, Frits Tobo Wakasu, Hartono, Agustinus R. Kambuaya, dan Pdt. Mamberop Rumakiek.

Filep Wamafma mengungkapkan pembentukan Pansus dipicu oleh maraknya pengaduan masyarakat, laporan DPRD, MRP, lembaga swadaya masyarakat, serta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Data Komnas HAM mencatat dalam setahun terakhir terjadi 42 peristiwa kekerasan di Papua yang memakan 59 korban jiwa dan 50 korban luka-luka. Korban tewas terdiri dari 43 warga sipil, 8 personel TNI-Polri, dan 8 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Mimika Capai 50,11 Persen: BPKAD Ingatkan Kualitas Proyek dan Keterlambatan OPD

Menurut Filep, instrumen percepatan pembangunan yang dibentuk pemerintah belum efektif meredam gejolak keamanan dan trauma berkepanjangan masyarakat sejak era Orde Baru.

“Konflik yang terjadi di daerah masing-masing itu benar terjadi. Bahkan Tokoh agama mengakui kebenaran itu, dari lembaga masyarakat menyampaikan pengungsi benar terjadi, konflik bersenjata yang mengakibatkan warga sipil korban benar terjadi,” kata Filep.

DPD RI mendesak pemerintah pusat tak sekadar menggunakan pendekatan militer, melainkan membentuk tim investigasi, tim rekonsiliasi, atau ruang dialog untuk memutus rantai kekerasan dan menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM berat.

“Jadi kalau pemerintah harus mengambil sikap tegas. Karena ini adalah masalah kemanusiaan yang sangat serius dan harus ada tindakan tegas dari pemerintah,” tegasnya.

“Kehadiran kami di provinsi, baik di Papua Barat Daya dan sekarang Papua Tengah berawal dari sejumlah pengaduan masyarakat baik melalui panitia khusus DPR Kabupaten, provinsi, MRP maupun lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan juga laporan dari Komnas HAM,” imbuhnya.

Baca Juga :  36 Tahun Pengabdian, Kompol Mursaling Akhirnya Naik Pangkat Jadi AKBP

Dirinya berharap Pansus Papua kali ini mampu memastikan Presiden Prabowo untuk menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM berat dan mencari solusi untuk penyelesaian konflik bersenjata yang berkepanjangan di Tanah Papua.

Senada dengan DPD, Bupati Mimika Johannes Rettob memaparkan bahwa konflik horizontal antarwarga hingga sengketa tapal batas akibat perebutan sumber daya alam terus menghambat program pembangunan hingga tingkat kampung. Gelombang pengungsian dari daerah konflik luar kerap memicu bentrokan susulan di Mimika.

“Jadi, saya kira ini semua jadi catatan kita. Karena kami pemerintah ingin membangun program yang kita jalankan dari kampung dan lain-lain. ini harapan dari masyarakat semua, masyarakat Papua ini. Tetapi kita juga tidak bisa membangun secara maksimal karena terjadi situasi-situasi ini,” ujarnya.

Kondisi keamanan di Mimika makin memprihatinkan menyusul insiden penembakan dan penyanderaan sembilan perempuan di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026 lalu.

Hingga kini, baru dua korban yang berhasil ditemukan, salah satunya meninggal dunia. Sementara tujuh lainnya masih dalam pencarian.

“Dan kami saat ini sedang berjuang untuk mengembalikan semuanya dengan selamat. Saya mengharapkan persoalan ini bisa diselesaikan secara baik,” tutup Johannes.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga
Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat
Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal
Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi
Realisasi Anggaran Mimika Capai 50,11 Persen: BPKAD Ingatkan Kualitas Proyek dan Keterlambatan OPD
Gerbang Emas Mimika, Bupati Dorong UMKM dan Perluasan Lapangan Kerja
HUT ke-30 Mimika, Bupati Minta OPD Evaluasi Program Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:13 WIT

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:11 WIT

Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIT

Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:13 WIT

Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi

Berita Terbaru

Korban saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (Foto: Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin)

Hukrim

ASN Korban Penikaman di Ilaga Puncak Dirujuk ke Makassar

Senin, 2 Nov 2026 - 20:59 WIT

Korban penikaman di Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto: Satgas ODC)

Peristiwa

Seorang ASN Ditikam OTK di Ilaga Puncak

Senin, 2 Nov 2026 - 20:50 WIT