Home / DPR

Suara Paslon NAMED Dirampas, Masyarakat 3 Distrik di Nduga Protes Keras

Endy Langobelen

Sabtu, 30 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat tiga distrik di Kabupaten Nduga melakukan aksi protes. (Foto: Istimewa)

Masyarakat tiga distrik di Kabupaten Nduga melakukan aksi protes. (Foto: Istimewa)

NDUGA – Masyarakat dari tiga distrik di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, yakni Distrik Iniye, Mbuwa, dan Paro, melayangkan protes keras terhadap Tim Paslon Dinard Kelnea – Yoas Beon (Diyo), Jumat (29/11/2024).

Masyarakat menyatakan protes karena mereka menduga Tim Paslon Diyo telah merampas suara masyarakat yang seharusnya diperuntukkan bagi Paslon Namia Gwijangge – Obed Gwijangge (NAMED) dalam Pilkada Nduga 2024.

Perwakilan masyarakat Distrik Paro, Yallak Gwijangge dan Ohoti Gwijangge, menegaskan bahwa suara yang sebelumnya telah disepakati (sistem noken) untuk diberikan kepada Paslon NAMED telah dirampas oleh beberapa oknum demi kepentingan pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu pun diakui oleh Anggota DPRD terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nius Wakerwa. Dia menyebut Distrik Iniye yang merupakan basis suara PKS telah dirampas oleh Tim Diyo.

Padahal, seluruh suaranya yang berjumlah 2.000 suara telah disepakati untuk dibungkus (sistem noken) bagi Paslon NAMED.

“Tim Diyo juga datang merampas suara di wilayah PKS, suara DPR terpilih Distrik Iniye sebanyak 2.000 suara,” tegas Nius Wakerwa.

Baca Juga :  Pleno Kabupaten Rekapitulasi Suara Distrik Wania, JOEL Unggul Disusul AIYE

Dia menyebut kecurangan ini dilakukan secara nyata oleh Tim Diyo dengan merampas basis suara dasarnya.

“Suara yang ada di DPR, Distrik Iniye, atas nama saya Nius Wakerwa itu tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun dan atas nama apapun,” tegasnya.

Kepala Suku Distrik Iniye, Yanes Telenggen, juga menjelaskan bahwa suara yang ada di Iniye adalah basis suara milik anggota DPRD terpilih.

“Sehingga suara yang sudah ada itu tidak boleh lagi dirampas dan bawa-bawa,” tegasnya.

Perampasan suara ini telah menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat di beberapa distrik sehingga mereka pun mendatangi tempat penginputan suara hasil pleno distrik di Gedung Gagayem, Jumat (29/11/2024), untuk melakukan aksi protes.

“Suara kami tidak sesuai harapan dan mufakat karena sebelum hari H atau tanggal 27 november 2024, seluruh masyarakat 32 distrik, 248 kampung telah memberikan hak suaranya kepada pasangan calon kandidat. Namun, apa yang rakyat sudah sepakati sebelum itu, tidak terjadi karena banyak perampasan suara NAMED dan yang terjadi hak suara kami dimainkan oleh beberapa oknum atas kepentingan pribadinya,” ungkap Yenes.

Baca Juga :  Bupati Mimika: Kunjungan Wamendagri di Nabire untuk Survei, Bukan Harga Mati Tetapkan Nabire Ibu Kota PPT

“Tindakan perampasan ini sangat merugikan kesepakatan forum masyarakat tingkat kampung masing-masing yang punya hak suara, sehingga kami mau memberikan hak suara kami kepada Paslon nomor urut 01, Namia Gwijangge dan Obed Gwijangge,” imbuhnya.

Untuk itu, Yenes mewakili masyarakat meminta kepada pihak yang berwenang agar segera mengusut persoalan ini sehingga hak suara masyarakat dapat segera dikembalikan.

“Kami dari 3 distrik; Iniye, Paro dan Mbuwa Kampung Arugia, kami minta kembalikan hak suara kami untuk kami memilih dan memberikan hak suara kami kepada pasangan calon nomor urut 01 Namia dan Obed,” pintanya.

Ketua Tim Pemenangan Named, Leri Gwijangge, mengatakan bahwa pesta demokrasi, baik Pileg maupun Pilkada, adalah pesta rakyat.

“Sehingga rakyat berhak memilih pemimpin mereka sesuai harapan kerinduan serta mufakat mereka di forum-forum masyarakat, bukan dipaksakan, dirampas oleh orang-orang tertentu ke satu tim kandidat pasangan calon,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mandenas Tekankan Pengawasan WNA di Timika, Dorong Kanwil Imigrasi Papua Tengah
Mandenas–Kapolda Sidak Bulog Timika, Pastikan Stok Aman dan Distribusi ke Pegunungan Dipercepat
DPRK Mimika dan TNI-Polri Petakan Wilayah Rawan, Fokus Mitigasi Konflik
DPRK Mimika Sebut Perda Perlindungan UMKM OAP Tidak Melarang Pedagang Non-OAP
Berkunjung ke Atuka, Komisi IV DPRK Mimika Dorong Pengelolaan Profesional Air Bersih
Perda Pangan Lokal Mulai Berlaku, DPRK Mimika Tekankan Sosialisasi Humanis
DPRK Mimika Gelar RDP, Penataan ASN Sesuai Aturan
Laksanakan RDP, DPRK Mimika Minta DLH Benahi Status dan Kesejahteraan Petugas Kebersihan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:50 WIT

Mandenas Tekankan Pengawasan WNA di Timika, Dorong Kanwil Imigrasi Papua Tengah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:41 WIT

Mandenas–Kapolda Sidak Bulog Timika, Pastikan Stok Aman dan Distribusi ke Pegunungan Dipercepat

Jumat, 17 April 2026 - 11:43 WIT

DPRK Mimika dan TNI-Polri Petakan Wilayah Rawan, Fokus Mitigasi Konflik

Selasa, 14 April 2026 - 01:41 WIT

DPRK Mimika Sebut Perda Perlindungan UMKM OAP Tidak Melarang Pedagang Non-OAP

Jumat, 10 April 2026 - 13:43 WIT

Berkunjung ke Atuka, Komisi IV DPRK Mimika Dorong Pengelolaan Profesional Air Bersih

Berita Terbaru

Anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo melakukan penembakan kapal yang melintas di wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Asmat. (Foto: Dok. TPNPB-OPM)

Peristiwa

TPNPB Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:17 WIT

Korban mendapat penanganan medis di RSUD Mimika. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Staf Ahli DPRK Mimika Dibacok Begal di Irigasi Ujung

Senin, 4 Mei 2026 - 02:18 WIT

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT