OPM Klaim Bunuh Intelijen Indonesia di Dogiyai, Kasatgas Humas ODC: Itu Masyarakat Biasa

Endy Langobelen

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban (di atas mobil) dibantu untuk dievakuasi. (Foto: Istimewa)

Korban (di atas mobil) dibantu untuk dievakuasi. (Foto: Istimewa)

DOGIYAI – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah membunuh seorang intelijen Indonesia di Jembatan Terminal Moenamani, Kabupaten Dogiyai, Papua Pegunungan, Senin (14/4/2025).

Klaim tersebut dilaporkan langsung oleh pasukan TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai dibawa pimpinan Pangkodap, Bridjend Yonatan Makime Pigai, kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.

“Pasukan TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai telah melakukan pembunuhan terhadap Lailo selaku kepala Intelejen Militer Pemerintah Indonesia di Dogiyai pada hari Senin, 14 April 2025 sekitar jam 12.00 dan menyita satu unit pistol serta sebuah motor. Sementara pistol Korban telah berada di tangan pasukan TPNPB dan satu unit motor korban telah dibakar,” ujar Bridjend Yonatan Makime Pigai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disampaikan bahwa korban selain berstatus sebagai intelijen, ia juga merupakan Ketua Ikatan Nusantara di Kabupaten Dogiyai.

“Ia juga diangkat oleh warga imigran Indonesia sebagai Ketua Ikatan Nusantara di Kabupaten Dogiyai dan selama ini merekrut anggota untuk melakukan mata-mata di wilayah operasi TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai,” jelasnya.

Baca Juga :  Razia di Lapas Kelas IIB Timika, Petugas Temukan Sejumlah Barang Terlarang

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Papua Intelligence Service, dikatakan bahwa atas kejadian itu, telah terjadi pengiriman pasukan militer Indonesia dari Nabire ke Dogiyai.

“Dari Nabire sejak sore tadi telah terjadi pengiriman pasukan militer pemerintah Indonesia menggunakan empat truk militer dengan pasukan full dan logistik perang, satu unit mobil Triton berisi bahan makanan, serta satu unit mobil Avanza berisi pasukan militer lengkap telah dikirim ke Dogiyai,” katanya.

“Di waktu yang sama, PIS TPNPB dari Deiyai dan Paniai melaporkan bahwa pengiriman pasukan militer juga dilakukan ke Dogiyai dengan menggunakan enam unit mobil avanza dan enam unit mobil patroli militer yang dilengkapi dengan senjata lengkap telah memasuki wilayah perang,” imbuhnya.

Terkait dengan hal tersebut, TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai menegaskan kepada Pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan penangkapan secara sewenang-wenang terhadap warga sipil.

“Jika militer Indonesia mau kejar kami, silakan datang di markas kami dan hentikan penembakan liar dan penangkapan sewenang-wenang terhadap masyarakat sipil serta dalam perang diwajibkan guna senjata sesuai aturan perang, hukum humaniter,” tuturnya.

Baca Juga :  Penyelundupan Senpi dan Amunisi untuk KKB Berhasil Digagalkan

Lebih lanjut dilaporkan bahwa pada malam hari, aparat militer Indonesia yang dipersenjatai lengkap bersama dengan warga pendatang telah melakukan siaga dengan alat tajam.

“Sementara pasukan militer Indonesia telah melakukan penembakan liar sejak siang hingga malam di pusat kota Moanemani untuk menakut-nakuti warga sipil,” ungkapnya.

“Terkait dengan hal tersebut, pasukan TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai mengimbau kepada militer Indonesia untuk hentikan penampakan liar dan juga kepada warga imigran Indonesia untuk hentikan gerakan tambahan di wilayah operasi TPNPB,” pungkasnya.

Di samping itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa korban bukanlah seorang intelijen, melainkan warga sipil.

“Propaganda aja itu. Beliau (korban) itu hanya masyarakat biasa kok,” kata Yusuf saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Selasa (15/4/2025).

Kendati demikian, Yusuf tidak lagi menjawab saat ditanya tentang kronologi kejadian.

Sementara Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kolonel Inf Winaryo, dan Kabid Humas Polda Papua hingga saat ini belum juga merespon upaya konfirmasi yang dilakukan Galeripapua.com via pesan WhatsApp.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam
Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap
LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika
Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku
Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan
Buru Pelaku Kriminal, Polres Mimika Gelar Operasi Sikat Noken
TNI Evakuasi Jenazah Sipil Korban Penembakan di Yahukimo
OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:37 WIT

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:26 WIT

Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:15 WIT

LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:35 WIT

Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:23 WIT

Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Anggota Bawaslu Mimika, Diana Dayme menegaskan masyarakat di Distrik Kwamki Narama harus mengawasi jalannya Pemilu disamping menggunakan hak pilih. Pesan itu disampaikan dalam Forum Diskusi Politik

Politik

Bawaslu Mimika: Politik Uang Bikin Sengsara Lima Tahun

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:49 WIT