Akui Tembak TNI di Intan Jaya, OPM Minta Jokowi Berunding Selesaikan Konflik

Endy Langobelen

Rabu, 31 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aksi penembakan oleh TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi aksi penembakan oleh TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

INTAN JAYA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap VIII Intan Jaya Batalyon Angin Bula mengakui telah melakukan penyerangan di Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (31/7/2024) kemarin.

Berdasarkan siaran pers yang disebarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada Rabu malam, disampaikan bahwa Manajeman Markas Pusat Komite Nasional TPNPB-OPM telah menerima laporan resmi via telepon dari Enos Tipagau, Komandan Operasi TPNPB OPM Kodap VIII Intan Jaya Batalyon Angin Bula.

Dalam laporan tersebut, Enos Tipagau mengatakan TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya siap bertanggung jawab atas penyerangan terhadap aparat militer Indonesia yang sedang melakukan tugas pengamanan di Pos Militer Kampung Titigi, Kabupaten Intan Jaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan dalam penyerangan tersebut, Enos Tipagau dan pasukan TPNPB OPM Kodap VIII Intan Jaya mengakui telah melakukan penembakan terhadap 2 aparat militer Indonesia yang sedang berada di Pos Militer tepat jam 13.00 siang yang mengakibatkan 1 prajurit TNI tewas, 1 luka-luka, dan sebuah kendaraan militer berlapis baja bocor dalam penyerangan tersebut,” ujar Sebby meneruskan laporan Enos Tipagau.

Atas peristiwa ini, lanjut Sebby, TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya menegaskan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk segera membuka perundingan internasional.

“TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya memerintahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan perundingan internasional dalam menyelesaikan persoalan konflik bersenjata internal di Papua Barat sebelum dirinya turun jabatan dari orang nomor satu di Indonesia dan segera menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di tanah Papua,” tegasnya.

Baca Juga :  12 Kamar Kos di Jalan Pendidikan Timika Ludes Terbakar
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

“Presiden Indonesia harus ketahui bahwa perang yang sedang dilakukan oleh TPNPB-OPM se-36 Kodap di tanah Papua adalah perang gerilya, maka perang ini tidak akan pernah berhenti hingga pemerintah Indonesia siap menyelesaikan masalah konflik bersenjata di Papua melalui perundingan internasional dan kita akan membuktikan siapa yang salah atas perebutan hak-hak masyarakat adat di Tanah Papua,” imbuhnya.

Selain itu, Sebby juga kembali berpesan kepada seluruh orang asli Papua (OAP) agar tidak menjadi pengkhianat bangsa Papua.

“Kepada semua orang Papua yang bekerja sebagai aparat militer Indonesia dan sebagainya untuk segera berhenti menjadi pengkhianat bangsa Papua yang selama ini bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk melakukan pembunuhan terhadap sesama orang Papua di baris depan,” tandas Sebby.

Sebby mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti pembunuhan yang dilakukan oleh para pengkhianat bangsa Papua.

“Kami telah mengetahui banyak bukti pembunuhan yang mereka lakukan, maka cepat atau lambat anda akan diadili oleh orang Papua sendiri atas kejahatan anda. Maka segera berhenti menjadi agen pembunuhan yang direkrut oleh Pemerintah Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga :  OPM Klaim Rampas Senjata dan Amunisi di Polsek Homeyo Intan Jaya

Diberitakan sebelumnya, aparat TNI Satgas 509/BY TK Titigi dilaporkan diserang oleh pasukan TPNPB pada siang hari sekitar pukul 11.30 WIT.

Dalam penyerangan tersebut, TPNPB melepaskan tembakan sebanyak dua kali. Akibatnya salah satu personel terkena tembakan pada bagian pinggir dada sebelah kanan. Meski demikian, korban masih dalam keadaan sadar.

Salah satu personel TNI Satgas 509/BY TK Titigi ditembak TPNPB-OPM di Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (31/7/2024). (Foto: Istimewa)
Salah satu personel TNI Satgas 509/BY TK Titigi ditembak TPNPB-OPM di Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (31/7/2024). (Foto: Istimewa)

Informasi lain menyebutkan, korban telah berhasil dievakuasi ke Bandara Bilorai Sugapa dan selanjutnya diterbangkan ke Kabupaten Mimika.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2024, Kombes Pol. Bayu Suseno, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penyerangan itu.

“Iya benar. Korbannya TNI. Silakan ditanyakan ke Kogabwilhan atau Kodam ya,” ujar Bayu via pesan WhatsApp, Rabu (31/7/2024) malam.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan, ketika dikonfirmasi meminta agar hal ini ditanyakan kepada Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Penkogabwilhan) III.

“Coba hubungi Pen Kogab 3 bang,” kata Candra singkat melalui pesan WhatsApp.

Galeripapua.com telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Inf Winaryo, via pesan WhatsApp. Namun, sampai dengan saat ini, pesan yang telah dibaca sejak Rabu malam itu belum juga dijawab.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT