Home / DPR

Obet Rumbruren Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Program MBG di Papua Barat

Endy Langobelen

Minggu, 8 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren. (Foto: Istimewa/Sani)

Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren. (Foto: Istimewa/Sani)

PAPUA BARAT — Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Program ini disosialisasikan bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (4/6/2025) di Hotel Srikandi, sebagai bagian dari upaya nasional mengatasi malnutrisi dan menurunkan angka stunting.

“Program ini krusial karena menyediakan makanan bergizi siap santap, sehingga masyarakat tidak perlu repot menyiapkan sendiri. Makanan akan langsung diantar ke sekolah atau lokasi yang telah ditentukan,” ujar Obet Rumbruren dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Dapur SPPG) serta memastikan bahwa anggaran program akan tetap berada dan dikelola oleh masyarakat selama lima tahun ke depan. Menurutnya, hal ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca Juga :  C1 dan D1 Beda, Pleno Kabupaten Rekapitulasi Suara Kwamki Narama Ditunda

Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, dalam rangka membentuk generasi sehat dan bebas stunting di Indonesia.

Saat ini, dua dapur SPPG telah beroperasi di Manokwari Selatan, yaitu di Ransiki dan Oransbari, melayani sekitar 7.000 penerima manfaat.

Kepala Distrik Ransiki, Hendrik, menyambut baik program ini dan berharap cakupan dapur gizi bisa diperluas.

Baca Juga :  Komunikasi Sulit, KPUD Mimika Bakal Evaluasi dan Bersihkan PPD

“Kami berharap setiap distrik memiliki satu dapur agar pelaksanaan lebih merata dan mudah diakses masyarakat, khususnya sekolah-sekolah di kampung-kampung,” kata Hendrik.

Staf Koordinator Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Mohamad Fadil Alchoiri, menjelaskan bahwa Program Gizi Nasional (PGN) menargetkan penurunan angka stunting nasional dari sekitar 20% menjadi di bawah 15%.

Fokus utama PGN adalah pada penguatan sumber daya pangan lokal, pemberdayaan koperasi, peningkatan SDM daerah, dan pemerataan ekonomi.

Program MBG merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden dan melibatkan berbagai lembaga pemerintah, termasuk DPR RI dan Kementerian Keuangan, untuk menjamin pelaksanaannya berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi Gerakan Bersatu Desak Pemkab Mimika Wajibkan Perusahaan Prioritaskan OAP
Fraksi Eme Neme Yauware Desak Puskesmas 24 Jam dan Soroti Krisis Air Bersih di Mimika
DPRK Mimika Maklumi Ketidakhadiran Bupati, Berharap Hadir pada Sidang LKPJ Berikutnya
DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif
Rencana Penerapan Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Perlu Kajian yang Matang
SPBU SP 2 Disanksi, DPRK Mimika Wanti-wanti Penimbunan Pertalite
DPRK Mimika Usulkan Perda Pendidikan, Jamin Kelanjutan Kuliah Lulusan SMA
Dorong Kampung Nelayan Merah Putih di Poumako Mimika, John Gobay Soroti Krisis BBM

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:48 WIT

Fraksi Gerakan Bersatu Desak Pemkab Mimika Wajibkan Perusahaan Prioritaskan OAP

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:42 WIT

Fraksi Eme Neme Yauware Desak Puskesmas 24 Jam dan Soroti Krisis Air Bersih di Mimika

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:16 WIT

DPRK Mimika Maklumi Ketidakhadiran Bupati, Berharap Hadir pada Sidang LKPJ Berikutnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WIT

DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:07 WIT

Rencana Penerapan Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Perlu Kajian yang Matang

Berita Terbaru