NABIRE — Untuk pertama kalinya, Provinsi Papua Tengah didaulat sebagai tuan rumah Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi.
Kegiatan yang sarat nilai kebangsaan ini resmi dibuka pada Sabtu (12/7/2025) di Aula KSK Gereja Katolik Nabire dan akan berlangsung hingga 13 Juli mendatang.
Sebanyak sembilan sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK/sederajat) dari Kabupaten Nabire ambil bagian dalam ajang ini, yang menguji pemahaman peserta terhadap Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah melalui Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Fredy Edoway, SE., M.DP., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan MPR RI, khususnya Sekretariat Jenderal MPR RI, yang telah menunjuk Papua Tengah sebagai lokasi penyelenggaraan lomba.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Papua Tengah. Pertama kalinya kami menjadi tuan rumah kegiatan nasional sejak resmi menjadi Daerah Otonomi Baru. Ini bukti nyata bahwa Papua Tengah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat,” ujar Fredy dalam sambutannya.
Ia menekankan, LCC Empat Pilar bukan sekadar ajang adu cepat menjawab soal, tetapi merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat karakter generasi muda.
“Adik-adik peserta harus memanfaatkan momentum ini untuk menambah wawasan, memperkuat jiwa nasionalisme, dan menumbuhkan rasa persatuan,” tegasnya.
Meskipun tahun ini baru melibatkan sekolah-sekolah dari Kabupaten Nabire, Fredy optimistis ke depan seluruh kabupaten di Papua Tengah akan berpartisipasi dalam kegiatan serupa.
Fredy juga menyampaikan penghargaan tinggi kepada para guru pendamping yang telah membimbing siswa hingga dapat mengikuti ajang ini.
“Peran guru sangat krusial dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan kecintaan terhadap tanah air,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebangsaan sepanjang perlombaan.
“Selamat berlomba. Tunjukkan bahwa generasi muda Papua Tengah mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa harum nama daerah,” tutupnya.
Diharapkan, kegiatan ini menjadi titik awal penguatan pendidikan karakter di Papua Tengah serta mendorong semangat kebhinekaan dan solidaritas antargenerasi di tanah Papua.









