Dinkes Papua Tengah Rapat Evaluasi, Tekankan Sinkronisasi Program dan Akreditasi RS

Endy Langobelen

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, membawakan sambutan dalam kegiatan rapat monitoring dan evaluasi perencanaan serta koordinasi teknis tahun 2025 di Hotel JDF, Jalan Semarang, Nabire, Kamis (11/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, membawakan sambutan dalam kegiatan rapat monitoring dan evaluasi perencanaan serta koordinasi teknis tahun 2025 di Hotel JDF, Jalan Semarang, Nabire, Kamis (11/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

NABIRE – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar rapat monitoring dan evaluasi perencanaan serta koordinasi teknis tahun 2025 di Hotel JDF, Jalan Semarang, Nabire, Kamis (11/9/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh para kepala dinas kesehatan atau perwakilannya dari delapan kabupaten di Papua Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, menjelaskan pertemuan tersebut digelar untuk menyelaraskan program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, serta Wakil Gubernur Deinas Geley.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini memang menjadi kegiatan strategis karena untuk menyusun di APBD Perubahan dan juga di APBD Induk 2026. Memang untuk program di sini kita pertama tadi untuk sinkronisasi berkaitan tentang program dan juga sebetulnya sumber pendanaannya,” kata Agus saat diwawancarai awak media.

Ia merinci sumber pendanaan yang digunakan, mulai dari dana DAK, BOK, hingga dana otsus di tingkat kabupaten. Menurutnya, provinsi hadir sebagai support system bagi kabupaten dalam memastikan layanan kesehatan berjalan efektif dan optimal.

Baca Juga :  Warga Sipil di Yahukimo Tewas Ditebas KKB

“Di sini kita bukan mengambil alih tugas dan tanggung jawabnya kabupaten, tapi kami menjadi support system tentunya dimana memang ada 12 indikator SPM yang harus dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Kita di sini ada dua SPM plus satu, yaitu pertama untuk KLB (kejadian luar biasa) kemudian juga krisis, plus satunya adalah support system tadi,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, saat diwawancarai awak media di Hotel JDF, Jalan Semarang, Nabire, Kamis (11/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Agus menambahkan, rapat evaluasi ini juga menjadi wadah untuk mencari solusi atas persoalan penyaluran BOK. Saat ini, hanya Kabupaten Mimika dan Nabire yang dinyatakan layak salur, sementara enam kabupaten lainnya masih terkendala.

“Makanya kenapa kita melakukan monitoring evaluasi ini mungkin kita mau melihat masalahnya dimana, kendalanya dimana, kita menjadi solusi bersama supaya program ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Agus menyoroti capaian akreditasi fasilitas kesehatan di Papua Tengah. Dari delapan RSUD, enam telah terakreditasi, termasuk RS Pratama Intan Jaya yang berhasil meraih status madya. Sementara dua RSUD, yakni Deiyai dan Dogiyai, masih dalam proses.

Baca Juga :  KKB Lakukan Penyerangan di Puncak, 2 Warga Sipil Tertembak

“Untuk 2 rumah sakit itu memang ada rumah sakit Deiyai dan Dogiyai yang memang saat ini sebetulnya secara infrastruktur itu sudah cukup mumpuni terkait tentang sarana-prasarana, alat kesehatan yang ada. Kami juga sebagai support dari provinsi Papua Tengah untuk melengkapi SDM yang ada,” kata Agus.

Ia berharap kedua RSUD tersebut dapat segera terakreditasi tahun ini dengan dukungan pemerintah daerah.

Dinkes Papua Tengah juga mencatat dari 150 puskesmas, 125 sudah teregistrasi dan 50 di antaranya terakreditasi. Sebanyak 105 puskesmas sudah melaksanakan Pelayanan Kesehatan Gigi (PKG).

Agus menambahkan, selain evaluasi program kesehatan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penilaian kinerja stunting di delapan kabupaten.

Kegiatan yang dipimpin Bappeda itu memberikan apresiasi berupa hadiah hingga Rp2,5 miliar bagi kabupaten dengan capaian terbaik.

“Memang kan angka stunting ini menjadi program prioritas juga dari nasional dan juga menjadi penilaian kinerja dari pemerintah daerah tentunya,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa melalui sinergi lintas pemerintahan, Papua Tengah menargetkan peningkatan layanan kesehatan sekaligus percepatan pencapaian indikator prioritas, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pengendalian TBC, hingga penurunan angka stunting.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aplikasi OSS Melambat, DPMPTSP Mimika Datangkan Narasumber Dua Kementerian
Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir
BRIN Siap Dampingi Tifa Creative, Dorong Inovasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Mimika
Dukung Transformasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik, Disdukcapil Mimika Sosialisasi Peran IKD
TPA Mimika Ditarget Berubah Jadi Tempat Pengolahan Sampah dalam 5 Tahun
Buang Sampah Sembarangan di Mimika? Siap-Siap Didenda Rp25 Juta
Dinkes Mimika Jadi Pionir Sosialisasi Inovasi Daerah 2026
Sayembara Inovasi, BRIDA Selenggarakan Lomba Bertajuk Mimika Innovation Week 2026

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:38 WIT

Aplikasi OSS Melambat, DPMPTSP Mimika Datangkan Narasumber Dua Kementerian

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:33 WIT

Pemkab Mimika Bakal Rekayasa Lalu Lintas dan Tertibkan Parkir

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:19 WIT

BRIN Siap Dampingi Tifa Creative, Dorong Inovasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Mimika

Senin, 8 Juni 2026 - 12:59 WIT

Dukung Transformasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik, Disdukcapil Mimika Sosialisasi Peran IKD

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:21 WIT

TPA Mimika Ditarget Berubah Jadi Tempat Pengolahan Sampah dalam 5 Tahun

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT