HUT ke-80 RI: Papua Merdeka Tanpa Internet

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jaringan internet Telkomsel down. (Foto: Istimewa/blog.dimensidata.com)

Ilustrasi jaringan internet Telkomsel down. (Foto: Istimewa/blog.dimensidata.com)

MIMIKA – Indonesia baru saja merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Di berbagai kota, warga larut dalam gegap gempita upacara, lomba, hingga unggahan foto dan video di media sosial. Tetapi di Papua, perayaan itu kembali terasa berbeda: internet lumpuh.

Telkomsel dan Telkom memang segera meminta maaf. Mereka menyebut ada “double shunt fault” pada kabel laut Sorong–Timika–Merauke, yang mengakibatkan penurunan kualitas layanan data 4G serta terputusnya jaringan IndiHome di sebagian besar Papua Selatan dan Papua Tengah.

Sementara perbaikan menunggu kapal khusus, pelanggan dipaksa puas dengan layanan darurat berbasis satelit dan radio—sekadar untuk telepon dan SMS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini bukan peristiwa pertama. Catatan publik menunjukkan Papua adalah wilayah paling sering mengalami gangguan internet di Indonesia, entah karena alasan teknis maupun kebijakan politik.

Pada 2019, pemerintah memperlambat, lalu memutus total layanan data di 29 kabupaten Papua dan 13 kabupaten Papua Barat.

Pemutusan berlangsung dari 21 Agustus hingga 4 September, bahkan diperpanjang di enam kota sampai 9 September. Akibatnya, hampir sebulan penuh warga Papua hidup tanpa akses internet.

Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta kemudian memutuskan tindakan itu melawan hukum.

Baca Juga :  Pj Gubernur Papua Tengah Tekankan Netralitas ASN dalam Pemilu 2024

Tahun 2021, setidaknya ada 12 kali pemadaman internet di Indonesia, 11 di antaranya di Papua. Salah satu yang paling mencolok terjadi pada Mei, ketika Jayapura dan sekitarnya “down” total akibat putusnya kabel laut.

Masyarakat harus rela kehilangan akses informasi, bahkan saat Papua tengah menjadi sorotan nasional melalui penyelenggaraan PON XX.

Situasi serupa terulang pada 2022. Dari 36 interupsi internet nasional, 21 terjadi di Papua. Di Merauke, jaringan lumpuh sejak 27 Maret selama lebih dari seminggu akibat kabel laut kembali rusak.

Tahun 2023–2024, ruas kabel Sorong–Merauke berulang kali bermasalah: Februari 2023, Maret, Oktober, hingga Februari 2024.

Dan kini, tepat pada Agustus 2025, di saat bangsa ini merayakan 80 tahun merdeka, Papua sekali lagi dibiarkan terputus dari dunia.

Apakah semua ini sekadar “nasib buruk” sebuah kabel laut? Atau cerminan ketidakseriusan negara dan operator telekomunikasi membangun infrastruktur yang tangguh di timur Indonesia?

Internet bukan lagi soal hiburan. Ia adalah infrastruktur dasar: ruang publik digital, jalur ekonomi, sarana pendidikan, bahkan alat komunikasi darurat.

Baca Juga :  Karantina Papua Tengah Amankan Sembilan Ekor Burung Kakaktua Jambul Kuning

Organisasi hak digital menegaskan bahwa akses internet adalah bagian dari hak asasi manusia. Ombudsman menilai warga Papua berhak atas layanan yang adil, tidak diskriminatif.

Namun, berulang kali warga dipaksa menanggung kerugian sosial dan ekonomi, sementara kompensasi layanan nyaris tidak pernah terdengar.

Permintaan maaf semacam ini sudah terlalu sering. Yang dibutuhkan bukan sekadar janji pemulihan, melainkan strategi permanen: audit menyeluruh jalur kabel laut, redundansi jaringan dengan alternatif satelit yang layak, serta kebijakan kompensasi yang transparan dan otomatis bagi pelanggan terdampak.

Tanpa itu semua, gangguan akan terus berulang—dan setiap tahun kita akan mendengar permintaan maaf yang sama.

Di usia 80 tahun kemerdekaan, masih terjadi diskriminasi digital antara warga Papua dan wilayah lain Indonesia.

Sementara pengguna internet di Jawa bebas merayakan kemerdekaan dengan unggahan di media sosial, masyarakat Papua terjebak menatap layar ponsel dengan lingkaran “loading” tanpa akhir.

Kemerdekaan sejati seharusnya berarti akses setara bagi seluruh warga negara. Selama internet Papua masih jatuh bangun, selama permintaan maaf menggantikan jaminan layanan, kemerdekaan di timur Indonesia akan tetap terasa semu.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harmoni Mimika Diuji: Konflik Berulang, Luka Mengendap
Respon Cepat yang Terlambat: Drama Tahunan Banjir Mimika
Jalan Rusak di Mimika: Permintaan Maaf Tak Cukup

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:39 WIT

Harmoni Mimika Diuji: Konflik Berulang, Luka Mengendap

Kamis, 21 Agustus 2025 - 15:58 WIT

Respon Cepat yang Terlambat: Drama Tahunan Banjir Mimika

Selasa, 19 Agustus 2025 - 01:38 WIT

HUT ke-80 RI: Papua Merdeka Tanpa Internet

Rabu, 2 Juli 2025 - 17:23 WIT

Jalan Rusak di Mimika: Permintaan Maaf Tak Cukup

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/