KKB Bakar Sekolah di Kiwirok, Aparat Perkuat Pengamanan di Pegunungan Bintang

Endy Langobelen

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Api melahap gedung SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Selasa pagi (7/10/2025) sekitar pukul 07.45 WIT. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Api melahap gedung SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Selasa pagi (7/10/2025) sekitar pukul 07.45 WIT. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

PEGUNUNGAN BINTANG – Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang wilayah pegunungan Papua.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel membakar bangunan SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Selasa pagi (7/10/2025) sekitar pukul 07.45 WIT.

Berdasarkan pantauan aparat keamanan, sekitar 16 orang tak dikenal terlihat melakukan pembakaran terhadap fasilitas pendidikan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz, Satgas Pamtas Yonif RK 753, Satgas Prayuda (Mamta), Satgas BAIS, Satgas Rajawali, serta Polsek Distrik Kiwirok segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Namun, para pelaku telah melarikan diri ke arah Desa Delpem sebelum aparat tiba di lokasi.

Untuk mencegah meluasnya serangan, aparat kemudian memperkuat penjagaan di Desa Mangoldolki, yang berjarak tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pria yang Menyetubuhi Pelajar SMP di Mimika

Langkah itu diambil guna mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan terhadap SD Negeri Kiwirok.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengecam keras aksi pembakaran yang menyasar dunia pendidikan tersebut.

“Serangan terhadap sekolah adalah tindakan keji yang menargetkan masa depan anak-anak Papua. Ini bukan hanya kejahatan terhadap negara, tetapi juga terhadap kemanusiaan. Kami akan terus memburu para pelaku dan memastikan wilayah Kiwirok tetap aman,” tegas Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Insiden ini menambah daftar panjang serangan KKB terhadap fasilitas publik di wilayah pegunungan Papua. SMP Negeri Kiwirok sendiri pernah menjadi sasaran serangan serupa pada tahun 2021.

Sejak peristiwa itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dipindahkan sementara ke SMP Negeri 1 Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh aksi kekerasan.

Baca Juga :  Uang Palsu Kembali Beredar di Mimika, Ini Cara Mengenalinya

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika melihat pergerakan mencurigakan. Aparat keamanan selalu hadir untuk melindungi dan menjamin keselamatan warga,” ujar Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Aksi pembakaran sekolah ini kembali menunjukkan pola kekerasan yang dilakukan KKB untuk menebar ketakutan di tengah masyarakat.

Meski demikian, aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas dan menegakkan hukum di Tanah Papua.

“Kami tidak akan berhenti sampai situasi benar-benar aman dan masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa rasa takut,” tambah Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Kiwirok, yang berada di wilayah perbatasan dengan Papua Nugini, kerap menjadi titik rawan gangguan keamanan dalam beberapa tahun terakhir.

Aparat masih terus melakukan penyisiran dan pemantauan intensif di sejumlah desa di sekitar lokasi kejadian.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:53 WIT

8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT