Pencaker OAP di Mimika Ikut Pelatihan Diksar Satpam Kualifikasi Gada Pratama

Ahmad

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta pelatihan yang merupakan pencarii kerja di Kabupaten Mimika, saat mengikuti seremoni pembukaan kegiatan pelatihan dan pendidikan dasar satuan pengamanan kualifikasi Gada Pratama, di Ballroom Kanguru Hotel Timika, Senin (24/11/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Para peserta pelatihan yang merupakan pencarii kerja di Kabupaten Mimika, saat mengikuti seremoni pembukaan kegiatan pelatihan dan pendidikan dasar satuan pengamanan kualifikasi Gada Pratama, di Ballroom Kanguru Hotel Timika, Senin (24/11/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Sebanyak 100 orang calon pencari kerja (Pencaker) yang merupakan Orang Asli Papua (OAP) serta Lahir Besar Timika (Labeti) mengikuti pelatihan dan pendidikan dasar (Diksar) satuan pengamanan (Satpam) kualifikasi Gada Pratama.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan PT. Garis Trakos Timika, berlangsung di Ballroom Kanguru Hotel Timika, Senin (24/11/2025).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Mimika Paulus Yanengga, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) terutama para pencari kerja untuk profesi Satpam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diketahui bahwa Satpam merupakan salh satu profesi dengan latar belakang semi militer.

Oleh karena itu, menurut Paulus para pencaker perlu untuk mendapatkan pendidikan serta memiliki sertifikasi sebelum terjun ke dunia kerja.

Pihaknya pun menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan tersebut.

“Nanti sertifikasinya dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Piagam dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika,” kata Paulus saat diwawancarai usai seremoni pembukaan.

Baca Juga :  Pj Bupati Mimika: 9 DPRK Harus Representasi Amungme dan Kamoro

Lanjut dikatakan, pelaksanaannya akan berlangsung sekitar dua sampai tiga pekan tergantung kurikulum yang diberlakukan oleh panitia pelaksana.

Nantinya, untuk memastikan para lulusan pendidikan dan pelatihan ini mendapat lapangan pekerjaan, Disnakertrans juga bekerja sama dengan beberapa lembaga terkait agar apabila terdapat penerimaan lapangan pekerjaan di bidang tersebut maka para lulusan ini akan didorong untuk melamar.

“Selain di perusahaan yang ada, kami berharap di luar juga, seperti di bank-bank, terus di mall, bandara, itu juga nanti kita akan lihat pasarnya seperti apa,” ujar Paulus.

“Ada beberapa perusahaan penyalur tenaga kerja sekuriti kita llibatkan. Jadi kalau perusahaan minta lewat mereka kebuetulan mereka tahu jadi mereka tinggal hubungi kami di dinas atau manajemen yang menangani ini, tapi biasanya ke dinas, nanti dinas yang hubungi mereka (pencaker),” lanjutnya.

Sementraa itu, Dirbinmas Polda Papua Tengah, Kombespol Deni Herdiana dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa Satpam merupakan kelompok petugas untuk melaksanakan pengamanan dalan rangka menyelenggarakan keamanan di lingkungan kerjanya.

Satpam harus memiliki kemampuan dan kompetensi sebagai pengembangan fungsi kepolisian terbatas melalui satuan pelatihan.

Baca Juga :  Hadiri Giat Penginjilan, Kapolsek Jila Beri Pesan Kamtibmas ke Masyarakat

Kemampuan dan kompetensi sebagaimana tersebut di atas hanya dapat diperoleh melalui pelatihan dengan tujuan menghasilkan Satpam yang memiliki sikap, mental dan kepribadian yang baik, kesempatan fisik dan pengetahuhan serta keterampilan dasar sebagai pelaksana tugas Satpam.

Untuk itu, kata Deni pelatihan ini merupakan pelatihan bagi anggota atau calon anggota Satpam yang belum pernah mengikuti pelatihan di bidang Satpam sehingga memiliki kemampuan dasar dalam menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan atau tempat kerjanya meliputi aspek pengamanan fisik, personil, informasi dan pengamanan teknis.

“Saudara merupakan peserta yang terpilih dan telah memenuhi persyaratan sebagai mana yang telah ditentukan. Oleh karena itu, saudara berhak dapat menjadi Satuan Pengamanan yang bertugass membantu Polri di bidang penyelenggaraan pengamanan dan ketertiban masyarakat terbatas pada lingkungan kerja di mana saudara ditugaskan,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kombespol Deni juga berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-ungguh, menjaga ketertiban, kesehatan dan kebersihan lingkungan serta memperhatikan keselamatan diri selama mengikuti latihan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertijab Direktur RSUD Mimika: Tongkat Estafet Berpindah, Tantangan Baru Menanti
Paskah 2026, Menteri Agama Ajak Umat Doakan Bangsa
WFH Tiap Jumat, Papua Tengah Genjot Birokrasi Digital dan Efisiensi Anggaran
Soal WFH, Bupati Mimika Tunggu Arahan Gubernur
Bappeda Mimika Soroti Otsus Belum Tepat Sasaran, Fokus Benahi Pendidikan dan Pengawasan
Fasilitas Air Bersih di Pesisir Mimika Banyak Rusak, Pengelolaan Diubah
Musrenbang RKPD, Bupati Mimika: Sektor Pendidikan jadi Prioritas Utama
Bupati Mimika: Kenaikan Biaya Perjalanan Dinas ASN Masih Sekadar Wacana

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 22:30 WIT

Sertijab Direktur RSUD Mimika: Tongkat Estafet Berpindah, Tantangan Baru Menanti

Minggu, 5 April 2026 - 04:34 WIT

Paskah 2026, Menteri Agama Ajak Umat Doakan Bangsa

Jumat, 3 April 2026 - 23:05 WIT

WFH Tiap Jumat, Papua Tengah Genjot Birokrasi Digital dan Efisiensi Anggaran

Kamis, 2 April 2026 - 06:31 WIT

Soal WFH, Bupati Mimika Tunggu Arahan Gubernur

Rabu, 1 April 2026 - 03:28 WIT

Bappeda Mimika Soroti Otsus Belum Tepat Sasaran, Fokus Benahi Pendidikan dan Pengawasan

Berita Terbaru

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, memberikan penghormatan terakhir kepada korban insiden tambang bawah tanah melalui peletakan karangan bunga di site DMLZ, Mimika, Selasa (7/4/2026). Tragedi September 2025 menjadi titik balik perusahaan dalam memperketat protokol keselamatan kerja. (Foto: Dokumen PTFI)

Freeport

Refleksi 59 Tahun Freeport Indonesia Menuju Pemulihan

Kamis, 9 Apr 2026 - 01:09 WIT