Usai Dua Pekan Mengungsi, Warga Gearek Nduga Mulai Pulang Demi Natal di Kampung

Endy Langobelen

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga pengungsi dari Distrik Gearek, Kabupaten Nduga. (Foto: Istimewa/Tim Kemanusiaan)

Warga pengungsi dari Distrik Gearek, Kabupaten Nduga. (Foto: Istimewa/Tim Kemanusiaan)

NDUGA — Setelah hampir dua pekan mengungsi akibat konflik bersenjata, warga sipil dari Distrik Gearek dan Distrik Pasir Putih, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, mulai kembali ke kampung halaman mereka.

Pemulangan ini dilakukan menjelang perayaan Natal 2025, menyusul upaya kemanusiaan yang dilakukan Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bersama pemerintah daerah.

Untuk diketahui, gelombang pengungsian terjadi setelah insiden pengeboman dari udara yang diduga dilakukan aparat keamanan di Distrik Gearek pada 12 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut memaksa warga meninggalkan kampung mereka dan mengungsi ke sejumlah wilayah, termasuk Kampung Yunusugu di Kabupaten Asmat serta ibu kota Kabupaten Nduga, Keneyam.

Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem, mengatakan pemulangan mulai berlangsung setelah tim kemanusiaan memasang baliho kemanusiaan di Distrik Gearek dan Distrik Pasir Putih sebagai simbol jaminan keamanan bagi warga sipil.

“Setelah tim kemanusiaan, Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, melakukan pemasangan baliho di Distrik Gearek dan Distrik Pasir Putih, masyarakat yang mengungsi di Kampung Yunusugu, Kabupaten Asmat telah kembali pada 18 Desember 2025 ke Distrik Pasir Putih, dan menempati kembali rumah-rumah mereka,” ujar Theo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/12/2025).

Tim Kemanusiaan memasang baliho kemanusiaan di Distrik Gearek dan Distrik Pasir Putih sebagai simbol jaminan keamanan bagi warga sipil. (Foto: Istimewa/Tim Kemanusiaan)
Tim Kemanusiaan memasang baliho kemanusiaan di Distrik Gearek dan Distrik Pasir Putih sebagai simbol jaminan keamanan bagi warga sipil. (Foto: Istimewa/Tim Kemanusiaan)

Rindu Rayakan Natal di Kampung

Pada 22 Desember 2025, Bupati Nduga, Yoas Beyon, mengunjungi 71 pengungsi asal Distrik Gearek yang masih bertahan di halaman SD Inpres Keneyam.

Baca Juga :  Anggota Polres Puncak Jaya Gugur Ditembak KKB, Jenazah Dibawa ke Jayapura

Dalam pertemuan tersebut, para pengungsi menyampaikan harapan agar dapat segera kembali ke kampung halaman untuk merayakan Natal.

Salah seorang ibu pengungsi, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan secara rinci kepada Bupati bagaimana kronologi penyerangan itu terjadi.

Ibu itu juga menegaskan bahwa para pengungsi tidak ingin merayakan Natal di pengungsian.

“Kami rindu mengikuti Natal di kampung kami sendiri. Kami harap anak Bupati melakukan upaya untuk pemulangan kami sehingga kami bisa pulang mengikuti Natal di sana (Distrik Gearek),” harap ibu tersebut.

Pada kesempatan itu, Theo Hesegem turut menjelaskan kepada Bupati tentang perjalanan tim kemanusiaan dan upaya-upaya apa yang telah dilakukan dalam rangka pemulangan pengungsi serta pemasangan baliho.

“Memang pengungsi harus kembali ke daerah asalnya, karena setelah kami bertemu dengan pengungsi, pada 15 Desember 2025, mereka juga sampaikan ingin mengikuti Natal di kampung mereka sendiri,” kata Theo.

“Sehingga kami beharap kepada Bapak Bupati untuk segera mengambil langka supaya mereka pulang dan mengikuti Natal di kampunnya. Kami berharap di sana aman, setelah tim kemanusiaan melakukan pemasangan baliho,” imbuhnya.

Warga pengungsi dari Distrik Gearek, Kabupaten Nduga. (Foto: Istimewa/Tim Kemanusiaan)
Warga pengungsi dari Distrik Gearek, Kabupaten Nduga. (Foto: Istimewa/Tim Kemanusiaan)

Pemerintah Daerah Fasilitasi Pemulangan

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Nduga, Yoas Beyon, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi di Distrik Gearek. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena baru dapat hadir langsung akibat agenda pemerintahan di Jakarta.

“Saya berharap mungkin besok tanggal 23 Desember 2025, bapak ibu sudah bisa kembali mengikuti Natal di sana (Gearek). Nanti perjalanan ini diatur baik sehingga masyarakat kembali ke kampung tanpa masalah. Kami pun senang kalau masyarakat berada di tempat dan beraktifitas dengan tenang,” ujar Yoas.

Baca Juga :  Sopir yang Sempat Ditahan KKB di Jayawijaya Ditemukan dalam Kondisi Terbakar, TNI Lakukan Evakuasi

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Nduga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp200 juta untuk memfasilitasi pemulangan para pengungsi ke Distrik Gearek.

Laporan Dugaan Kekerasan Diserahkan

Di waktu yang sama, sebuah laporan hasil investigasi dugaan penyerangan oleh aparat keamanan di Distrik Gearek pada 12 Desember 2025 pun diserahkan kepada Bupati Nduga.

Laporan itu disusun oleh Tim Kemanusiaan Gearek yang terdiri dari YKKMP, DPRK Nduga, dan Pemerintah Kabupaten Nduga, yang dipimpin langsung oleh Theo Hesegem.

Sesuai kesepakatan bersama, pemulangan 71 pengungsi dijadwalkan pada 23 Desember 2025. Mereka akan melipat tenda pengungsian dan berjalan menuju titik batas antara Kabupaten Asmat dan Kabupaten Nduga sebelum melanjutkan perjalanan ke Distrik Gearek.

Warga pengungsi dari Distrik Gearek, Kabupaten Nduga. (Foto: Istimewa/Tim Kemanusiaan)
Warga pengungsi dari Distrik Gearek, Kabupaten Nduga. (Foto: Istimewa/Tim Kemanusiaan)

Seruan Evaluasi Konflik Papua

YKKMP menyerukan agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konflik bersenjata di Tanah Papua yang terus berdampak pada warga sipil.

Menurut data Human Rights Monitor (HRM), jumlah pengungsi internal di Papua mencapai sekitar 103 ribu jiwa. Theo Hesegem menegaskan, persoalan pengungsi tidak bisa dianggap sepele karena menjadi sorotan komunitas internasional.

“Pemasangan baliho kemanusiaan dan pemulangan pengungsi yang dilakukan di sejumlah wilayah merupakan inisiatif lembaga secara mandiri, tanpa dukungan pemerintah, semata-mata demi kepentingan kemanusiaan. Inisiatif ini diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak yang berkepentingan di Tanah Papua,” tandasnya.

“Selain di Kabupaten Nduga, YKKMP juga tengah melakukan upaya pemulangan pengungsi di Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, sebagai bagian dari upaya pemulihan kehidupan masyarakat dan rehabilitasi citra Indonesia di mata internasional,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo
Aksi Saling Salip Berujung Maut, Seorang Pengendara Motor di Mimika Tewas Ditikam
TPNPB Sebut Telah Menembak Mati Sopir di Jalur Wamena-Nduga, Warga Pendatang Diberi Peringatan
Seorang Pria Diduga Ditahan Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dipaksa Dukung Papua Merdeka
Disinformasi Penculikan Anak di Facebook Picu Pemalangan Jalan di Mimika
Seorang Pria Korban Penikaman KM 9 Mimika Meninggal Usai Dirawat di RS
Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di SP 2 Mimika
Kebakaran di SP7 Jadi Ancaman Karhutla, BPBD Mimika Warning Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:12 WIT

Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo

Jumat, 18 September 2026 - 21:23 WIT

Aksi Saling Salip Berujung Maut, Seorang Pengendara Motor di Mimika Tewas Ditikam

Rabu, 16 September 2026 - 02:31 WIT

TPNPB Sebut Telah Menembak Mati Sopir di Jalur Wamena-Nduga, Warga Pendatang Diberi Peringatan

Selasa, 15 September 2026 - 23:24 WIT

Seorang Pria Diduga Ditahan Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dipaksa Dukung Papua Merdeka

Selasa, 15 September 2026 - 21:23 WIT

Disinformasi Penculikan Anak di Facebook Picu Pemalangan Jalan di Mimika

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT