BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Ahmad

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menggeser cara pandang terhadap pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ukuran keberhasilan anggaran tidak lagi cukup dilihat dari besarnya serapan, tetapi juga dari hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Arah tersebut mengemuka dalam kegiatan Penyusunan Analisis Laporan Pertanggungjawaban APBD 2026 yang digelar Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika di Aula Kantor BPKAD, Jumat (24/9/2026).

Kegiatan yang dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hery Onawame, itu diarahkan untuk memperkuat evaluasi terhadap pelaksanaan APBD, mulai dari pendapatan, belanja, pembiayaan hingga pencapaian program dan kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hery mengatakan, laporan pertanggungjawaban anggaran tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif. Dokumen tersebut harus mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja keuangan daerah sekaligus menjadi dasar untuk memperbaiki kebijakan pada periode berikutnya.

“Karena itu, penyusunanan analisis pertanggungjawaban APBD memiliki arti yang sangat strategis. Melalui analisis yang baik, pemerintah daerah dapat mengetahui berbagai capaian maupun permasalahan dalam pelaksanaan anggaran, termasuk deviasi antara target dan realisasi, tingkat penyerapan anggaran, pencapaian program dan kegiatan, serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan APBD,” kata Hery saat memberikan sambutan.

Baca Juga :  Rasionalisasi, Anggaran Kios Pangan Keliling di Mimika Dipangkas

Menurut dia, analisis yang objektif diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai celah dalam pengelolaan keuangan daerah. Hasilnya kemudian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan strategis Pemerintah Kabupaten Mimika.

Hery meminta BPKAD tidak hanya menghasilkan dokumen formal, tetapi menyusun analisis yang terukur dan aplikatif.

“Dalam proses penyusunannya, saya meminta agar perhatian diberikan sekurang-kurangnya pada beberapa aspek penting yakni, analisis pendapatan daerah, analisis pembiayaan daerah, analisis kinerja program dan kegiatan,” ungkapnya.

Kepala Subbidang Pelaporan BPKAD Mimika, Ferdinand Panggalo Dalipang, menjelaskan, analisis pertanggungjawaban APBD akan membedah sejumlah variabel penting dalam pelaksanaan anggaran.

Baca Juga :  Disdukcapil Mimika Akui Progres Pelayanan Adminduk di Tembagapura Masih Kurang Signifikan

Kajian tersebut mencakup realisasi pendapatan, efektivitas belanja, pembiayaan, dinamika surplus dan defisit, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), serta kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran.

Menurut Ferdinand, pemetaan tersebut penting untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan antara target dan realisasi sekaligus mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan program.

Dengan demikian, evaluasi APBD tidak berhenti pada pertanyaan berapa besar anggaran yang telah dibelanjakan, tetapi berlanjut pada pertanyaan mengenai apa yang dihasilkan dari belanja tersebut.

“Dengan kegiatan ini, kami berkomitmen mendorong perubahan dari sekadar orientasi penyerapan anggaran menuju pengelolaan anggaran yang berorientasi pada hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Ferdinand.

Analisis pertanggungjawaban APBD 2026 ini diharapkan menjadi bagian dari proses memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan daerah. Anggaran pada akhirnya tidak hanya harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui program yang efektif dan tepat sasaran.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimika Punya 11 Titik Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Menyentuh Dua Kawasan
Diskominfo Mimika Sosialisasikan Penggunaan Tanda Tangan Elektronik pada Naskah Dinas
Integrasi Data Kependudukan, Pemkab Mimika Pangkas Celah ASN Fiktif dan Subsidi Salah Sasaran
Lompati Formalitas Birokrasi, Disdukcapil Mimika Dorong Zona Integritas Pelayanan Publik
Saat Layanan Jempol Adminduk Datang ke Pesisir Mimika, Warga Kampung Wumuka Menyambut Lega
Sambut HUT ke-30 Mimika, Disdukcapil Gelar Nikah Massal OAP dan Layanan Adminduk di Pesisir
Warga Ditikam Saat Didatangi Pembeli di Yahukimo
Eskalasi Kekerasan Meningkat, DPD Desak Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Papua

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 17:34 WIT

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Selasa, 22 September 2026 - 23:01 WIT

Mimika Punya 11 Titik Kumuh, Pemkab Hanya Bisa Menyentuh Dua Kawasan

Selasa, 22 September 2026 - 15:55 WIT

Diskominfo Mimika Sosialisasikan Penggunaan Tanda Tangan Elektronik pada Naskah Dinas

Senin, 21 September 2026 - 16:49 WIT

Integrasi Data Kependudukan, Pemkab Mimika Pangkas Celah ASN Fiktif dan Subsidi Salah Sasaran

Senin, 21 September 2026 - 16:45 WIT

Lompati Formalitas Birokrasi, Disdukcapil Mimika Dorong Zona Integritas Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT