Seorang Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Mile 30 Mimika

Ahmad

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah korban dievakuasi dari Kali Kabur, Mile 30 Tanggul Barat, areal PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (18/3/2026). (Foto: Istimewa)

Jenazah korban dievakuasi dari Kali Kabur, Mile 30 Tanggul Barat, areal PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (18/3/2026). (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Jenazah seorang perempuan ditemukan terbujur kaku di tengah derasnya arus air di kawasan Mile 30 Tanggul Barat, area PT Freeport Indonesia, Rabu (18/3/2026) pagi.

Keheningan pagi sekitar pukul 09.00 WIT pecah ketika seorang pendulang emas berinisial GK selaku saksi yang menyadari ada sesuatu yang tidak wajar di antara bebatuan dan ranting pohon.

Di antara gemericik air sungai yang keruh, pandangannya tertuju pada helai-helai hitam yang menyerupai rambut manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasi Humas Polres Mimika IPTU Hempy Ona dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa awalnya saksi mencurigai ada benda menyerupai rambut manusia di aliran sungai.

Kecurigaan itu berujung pada temuan memilukan; sesosok jasad manusia terjepit di bawah pepohonan dekat pertigaan aliran sungai.

“Saksi bersama rekan-rekannya segera mengevakuasi korban ke daratan sebelum melaporkan kejadian ke pihak kepolisian,” jelas IPTU Hempy.

Baca Juga :  Kapendam Beberkan Kronologi Penembakan Anggota TNI di Mimika

Penyelidikan cepat segera membuahkan hasil mengenai identitas korban. Namun, di balik identitas tersebut, tersimpan kisah pilu tentang perjuangan hidup dan kondisi mental yang rapuh.

“Berdasarkan identifikasi awal, korban diketahui berinisial SB, seorang pendulang yang berdomisili di wilayah Mimika,” ujarnya menambahkan.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, SB dikabarkan sempat menghilang dalam kegelapan malam. Sekitar pukul 22.00 WIT pada malam sebelumnya, ia terlihat meninggalkan kamp pendulangan hanya dengan berbekal sebuah parang dan senter.

Pihak keluarga yang menyadari kerentanan kondisi psikis korban sempat melakukan pencarian di tengah hutan dan bantaran sungai, namun malam itu alam belum memberikan jawaban.

Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat menembus medan tambang. Tim Inafis Polres Mimika bersama personel Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kapolsek AKP Djemi Reinhard dan Kanit Reskrim Ipda Y. Tansa Kristiyono langsung mengamankan lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga :  TPNPB-OPM Akui Tembak Aparat dan Rampas Senjata di Mimika

Secara teknis, polisi menduga korban mengalami kecelakaan fatal di hulu sungai. SB diduga terjatuh di wilayah Mile 37 Tanggul Timur dan tubuhnya terseret arus kencang sejauh tujuh mil hingga akhirnya terhenti di Mile 30.

Kini, jenazah SB telah berada di RSUD Mimika. Meski situasi di lokasi penemuan dilaporkan kondusif, aparat tetap melakukan prosedur ketat untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini.

Pihak kepolisian tengah menunggu hasil visum resmi untuk mengungkap penyebab pasti di balik kematian tragis sang pendulang perempuan tersebut.

Polres Mimika kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para pendulang di sepanjang aliran sungai agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan medan yang ekstrem demi menghindari jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penjelasan Lengkap Persoalan Ruang Privat Pastoran Dimasuki TNI di Mimika
OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan di Dekai, Minta Pendatang Keluar dari Yahukimo
Seorang Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Kritis dan Dirujuk ke Jayapura
Hujan Lebat di Tembagapura: Jalan Putus, Longsor Ancam RS Waa Banti
Bentrok Antarpemuda Pecah di Gorong-Gorong Timika
Tawuran Pemuda di Jalan Yos Sudarso Mimika Lumpuhkan Akses ke Nawaripi
Kremasi Jenazah di Kwamki Narama Diwarnai Ketegangan, Aparat Sempat Diserang
Dogiyai Memanas: Aparat dan Warga Sipil Tewas, Koalisi HAM Desak Hentikan Operasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 23:09 WIT

Penjelasan Lengkap Persoalan Ruang Privat Pastoran Dimasuki TNI di Mimika

Senin, 27 April 2026 - 23:57 WIT

OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan di Dekai, Minta Pendatang Keluar dari Yahukimo

Senin, 27 April 2026 - 22:56 WIT

Seorang Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Kritis dan Dirujuk ke Jayapura

Senin, 27 April 2026 - 18:21 WIT

Hujan Lebat di Tembagapura: Jalan Putus, Longsor Ancam RS Waa Banti

Sabtu, 25 April 2026 - 23:59 WIT

Bentrok Antarpemuda Pecah di Gorong-Gorong Timika

Berita Terbaru

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT