MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup, bersama Departemen Enviroment PT Freeport Indonesia menggelar aksi pembersihan sungai di Jalan Ki Hajar Dewantara, Timika, Selasa (26/5/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mimika, Jefri Deda, mengatakan aksi pembersihan sungai ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilakukan aksi kebersihan di wilayah Mapurujaya.
“Sekarang aksi kedua adalah bersih-bersih sungai di Jalan Ki Hajar Dewantara. Ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah Dinas Lingkungan Hidup dan PT Freeport Indonesia, dalam hal ini Departemen Environment,” ujar Jefri di sela kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Jefri, kondisi sungai saat ini mengalami penyumbatan parah akibat tumpukan sampah yang telah mengendap selama bertahun-tahun. Bahkan, kedalaman sampah yang bercampur lumpur di beberapa titik diperkirakan mencapai dua meter.
“Kedalamanya hampir dua meter ini sampah yang menumpuk. Kita berpikir bahwa di atasnya saja, ternyata di dalam juga masih tertumpuk sampah, tercampur dengan lumpur,” katanya.
Ia menyebut volume sampah yang menumpuk sangat besar sehingga proses pembersihan secara manual dinilai tidak akan mampu menyelesaikan persoalan secara maksimal tanpa dukungan alat berat.
“Dua hari tidak habis ini. Kalau dengan tindakan manusia, harus pakai alat berat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sampah berasal dari aliran air kawasan Koprapoka dan Kebun Sirih yang terbawa arus hingga menyumbat area bawah jembatan dan permukiman warga.
“Kita sampaikan kepada pihak RT dan juga Lurah agar menghimbau kepada warganya untuk jangan buang sampah di sungai. Sungai bukan tempat untuk buang sampah, sehingga bisa mengatasi banjir nanti,” jelasnya.
Sementara itu, Manajer Environment Central System and Project PT Freeport Indonesia, Robert Sarwom, mengatakan aksi bersih sungai tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Menurutnya, selain pembersihan sungai, sejumlah kegiatan lain juga telah dilakukan seperti bersih kampung, bersih rumah ibadah, bersih sekolah, hingga penanaman pohon di beberapa lokasi dan sekolah di Mimika.
“Masih ada lagi rangkaian yang akan dilakukan sampai dengan hari H nanti di Hari Lingkungan Hidup,” katanya.
Ia menambahkan, pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 dan 6 Juni mendatang juga akan digelar expo lingkungan di kawasan Eme Neme Yauware, Timika.
“Nanti ada ekspo yang akan dilaksanakan di Emeneme Yauware Selama kurang lebih dua hari, yaitu tanggal 5 dan 6 Juni. Kemudian ada berbagai macam aktivitas lain di sana dan juga pagelaran budaya. Beberapa lomba-lomba juga akan dilaksanakan dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Ia mengatakan dalam kegiatan pembersihan sungai tersebut, dikerahkan enam unit truk, sekitar 12 kendaraan kecil untuk mengankut sampah, serta melibatkan kurang lebih 100 personel gabungan dari DLH Mimika dan Departemen Environment PT Freeport Indonesia.
Robert berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai.
“Kami sangat berharap partisipasi masyarakat di sekitar area sehingga ini bukan hanya kegiatan seremonial tapi dapat berlanjut dan juga ada kepedulian dari masyarakat untuk menjaga lingkungan semua,” pungkasnya.








