NABIRE – Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah Komisi II, Araminus Omaleng, melakukan kunjungan langsung ke salah satu resort yang dikelola oleh Orang Asli Papua (OAP), di Kabupaten Nabire, Rabu (9/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap perkembangan usaha masyarakat lokal, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan di Papua Tengah.
Dalam kunjungannya, Araminus melihat secara langsung kondisi resort, lingkungan sekitar, serta aktivitas pengelolaan usaha yang dilakukan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran usaha pariwisata yang dibangun dan dikelola oleh Orang Asli Papua dinilai memiliki nilai penting karena bukan hanya membuka ruang ekonomi, tetapi juga menunjukkan kemampuan masyarakat Papua untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan potensi daerahnya sendiri.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Provinsi Papua Tengah, Araminus Omaleng, menaruh perhatian pada penguatan sektor ekonomi masyarakat.
Menurutnya, usaha-usaha lokal seperti resort, penginapan, wisata alam, perikanan, pertanian, UMKM, dan berbagai sektor produktif lainnya perlu mendapatkan ruang untuk bertumbuh sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi di tanahnya sendiri.
“Orang Papua harus diberikan ruang dan kesempatan untuk membangun serta mengelola potensi yang ada di tanahnya sendiri. Ketika masyarakat berani membangun usaha seperti ini, kita perlu hadir, melihat langsung, mendengar kebutuhan mereka, dan mendorong agar usaha tersebut dapat berkembang lebih maju,” ujarnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat berbagai potensi maupun tantangan yang dihadapi pengelola usaha lokal.
Bagi Araminus, pembangunan ekonomi Papua Tengah perlu bergerak dari masyarakat dengan memperkuat pengusaha lokal, membuka kesempatan kerja, serta menciptakan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem usaha yang memberikan keberpihakan dan kesempatan lebih luas bagi pengusaha Orang Asli Papua.
“Papua memiliki alam yang luar biasa dan masyarakat yang mampu mengelolanya. Tugas kita adalah memastikan potensi itu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Papua sendiri. Dari usaha-usaha lokal seperti inilah kemandirian ekonomi Papua harus terus kita bangun,” kata Araminus.
Melalui kunjungan lapangan tersebut, Araminus Omaleng berharap semakin banyak masyarakat Orang Asli Papua yang berani menjadi pelaku usaha dan mengembangkan potensi daerah, terutama pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, perikanan, pertanian, dan UMKM.
Papua tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia dan kemandirian ekonomi masyarakatnya.
Orang Papua harus menjadi tuan di atas tanahnya sendiri—bukan sekadar menyaksikan pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama yang menentukan masa depan ekonomi Papua.










