Ratusan Penambang Ilegal di Kawasan Operasional Freeport Diturunkan ke Timika

Ahmad

Jumat, 1 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putera. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putera. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Sebanyak 102 penambang ilegal (non karyawan) yang kerap melakukan aktivitas penambangan ilegal (dulang) di wilayah operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) diturunkan ke Timika, Papua Tengah.

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putera, mengatakan bahwa aktivitas penambangan ilegal itu dilakukan tepatnya di wilayah Landfill PTFI.

Kapolres mengungkapkan, 102 penambang ilegal itu merupakan warga yang berdomisili di Mimika. Mereka diturunkan pada tanggal 28 November 2023 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres menjelaskan bahwa wilayah tersebut sesungguhnya terbilang sangat beresiko. Terutama jika terjadi bencana alam seperti longsor maupun banjir.

Baca Juga :  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

“Kemudian di samping itu, dari management (PTFI) kan secara rutin melakukan normalisasi sungai. Kalau seandainya mereka di situ ya kegiatan dari management juga akan terganggu,” ujar Kapolres saat ditemui pada Kamis (30/11/2023) kemarin.

Diungkapkan lebih lanjut bahwa pelarangan aktivitas penambangan ilegal di wilayah tersebut sebenarnya sudah diberlakukan sejak lama. Bahkan, beberapa kali telah dilakukan penertiban.

Namun, karena alasan kebutuhan maka para penambang ilegal ini kembali lagi beraktivitas di wilayah itu dengan mendirikan hunian sementara seperti tenda-tenda. Alhasil, pada saat penertiban, semua tenda dan segala perlengkapannya dibongkar.

Baca Juga :  MBG Belum Terlaksana di Mimika, Begini Penjelasan Dandim

Ia melanjutkan, sebelum adanya penertiban, tahapan-tahapan sosialisasi dan imbauan sudah dilaksanakan hingga para penambang sendiri yang meminta untuk turun pada tanggal 28 November 2023.

“Akhirnya kita tagih apa yang menjadi komitmen dari mereka sehingga tanggal 28, tim gabungan dari Satgas Amole kemudian rekan-rekan TNI, kita melakukan kegiatan penertiban,” ujarnya.

Saat ini, ungkap Kapolres, kondisi wilayah tersebut telah kosong dan tidak ada lagi aktivitas penambangan ilegal di sana.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Mimika Tekankan Pentingnya Pendidikan Seks dan Tanggung Jawab Moral
Staf Ahli Menteri UMKM: Festival Bukan Ujung Pengembangan UMKM
Pemuda Lintas Paguyuban Papua Sosialisasikan Forum Komunikasi
Pesawat Aman Air Bawa BBM Tergelincir di Bandara Mulia Puncak Jaya
Tiga Hari Galang Dana, Mahasiswa Papua Kirim Donasi untuk NTT
Sambangi Tablanusu, Jose Alvan Ohei Bangun Mental dan Ekonomi Masyarakat Tanah Merah
Sekolah di Mimika Disiapkan Menuju Adiwiyata Nasional, DLH Perkuat Pendampingan
Hari Juang Polri, Polres Mimika Gelar Lomba “Jadi Kapolres Sehari” untuk Anak-Anak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:59 WIT

Kapolres Mimika Tekankan Pentingnya Pendidikan Seks dan Tanggung Jawab Moral

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:19 WIT

Staf Ahli Menteri UMKM: Festival Bukan Ujung Pengembangan UMKM

Minggu, 20 September 2026 - 04:47 WIT

Pemuda Lintas Paguyuban Papua Sosialisasikan Forum Komunikasi

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIT

Pesawat Aman Air Bawa BBM Tergelincir di Bandara Mulia Puncak Jaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:17 WIT

Tiga Hari Galang Dana, Mahasiswa Papua Kirim Donasi untuk NTT

Berita Terbaru