Harga Beras di Mimika Melonjak, Disperindag: Kenaikan Secara Nasional

Endy Langobelen

Selasa, 13 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayudin, seorang pedagang beras di Pasar Sentral Timika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ayudin, seorang pedagang beras di Pasar Sentral Timika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Harga beras di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, melambung tinggi dalam dua minggu terakhir.

Seorang pedagang, Ayudin, di Pasar Sentral Timika turut membenarkan lonjakan harga tersebut. Kata dia, saat ini, harga beras premium telah menyentuh Rp17 ribu per kilogram (kg).

“Kalau yang premium sekarag Rp17 ribu per kg, Ada juga yang 16 ribu per kg,” tutur Ayudin saat ditemui di lapak berasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara untuk harga beras per karung dengan berat 50 kg, lanjut Ayudin, telah naik menjadi Rp830 ribu.

“Kalau kita ambil di agen, beras cap Sulawesi Pandan itu sebelumnya Rp770 ribu per 50 kg. Sekarang, naik Rp795 ribu. Untuk penjualan di toko-toko itu Rp805 ribu. Kalau kita jual di sini Rp830 ribu per karung ukuran 50 kg. Pokoknya semua merk beras harganya naik,” jelas dia.

Lebih lanjut Ayudin mengungkapkan bahwa berdasarkan penjelasan dari pihak agen, kenaikan harga ini disebabkan oleh kelangkaan beras di daerah sumber asal beras.

“Kita dengar dari agen, ada yang gagal panen, ada yang baru tanam. Banyak agen juga yang katanya mereka sudah kirim uang ke Makassar, cuma dikasih kembali lagi karena tidak ada beras. Stoknya kosong. Ini yang bikin harga beras naiknya drastis sekali,” tuturnya.

Baca Juga :  4 OPD di Mimika Jadi Pilot Project Keamanan Data Digital di Tanah Papua

Menurut Ayudin, kenaikan harga ini sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. “Sudah mau satu bulan dan ini pun mau naik lagi bulan depan. Katanya lebih parah lagi,” kata dia.

Meski terjadi kenaikan harga, Ayudin merasa penjualannya tetap stabil. Sebab, beras merupakan kebutuhan pokok sehingga tetap akan dibeli.

“Kalau untuk penjualan, ini kan kebutuhan pokok, jadi pasti orang tetap beli. Tapi banyak juga pembeli yang mengeluh apalagi mereka yang masih tinggal di kos-kosan,” pungkasnya.

Kenaikan harga beras ini juga diakui oleh agen beras Toko Sinar Sulawesi yang berada di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua Tengah.

“Naiknya bukan main (beras) yang 50 kg. Sekarang sudah Rp805 ribu jenis Pandan, kualitas yang bagus. Sebelumnya kena Rp775 ribu. Rata-rata memang naik semua. Raja Panda juga, sebelumya dia kena harga Rp425 ribu, naik jadi Rp435 ribu,” jelas Esi, seorang kasir di Toko Sinar Sulawesi.

Baca Juga :  Porkab Mimika I Resmi Ditutup, 900-an Atlet Raih Penghargaan

Alasan kenaikan harga yang disampaikan Esi pun serupa dengan yang dikatakan Ayudin, yakni kelangkaan stok beras di daerah asal.

“Dari pabrik di Sulawesi katanya belum ada panen sampai bulan tiga nanti. Dan juga karena dari pabrik pun sudah naik harganya. Sudah dari bulan Januari itu naiknya,” ungkap Esi.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Petrus Pali Amba, memastikan bahwa stok beras di Kabupaten Mimika masih terbilang aman hingga tiga bulan ke depan.

“Kalau persediaan stok, masih aman sampai tiga bulan ke depan. Itu penjelasan waktu kami pertemuan dengan pihak Bulog,” ujar Petrus.

Mengenai kenaikan harga beras ini, Petrus menjelaskan bahwa itu terjadi akibat harga dari sumbernya yang memang telah dinaikkan.

“Memang harga beras ini lagi naik. Ini kan memang naik secara nasional. Ini pengaruh harga dari sumber gabahnya. Jadi, mempengaruhi harga memang karena dari asal sumber berasnya itu yang sudah mahal juga di sana sehingga mau tidak mau mempengaruhi harga di sini. Bukan karena kelangkaan. Beras sekarang di Mimika masih aman sampai tiga bulan ke depan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV
MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot
Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP
Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika
Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:00 WIT

Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:41 WIT

MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:21 WIT

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport

Selasa, 21 April 2026 - 19:05 WIT

Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT