Kapendam XVII/Cenderawasih Sebut 3 Orang Tewas di Puncak Jaya Anggota OPM

Endy Langobelen

Rabu, 17 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak tiga jenazah yang tewas ditembak Satgas Yonif RK 753/AVT di Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (16/7/2024). (Foto: Istimewa)

Tampak tiga jenazah yang tewas ditembak Satgas Yonif RK 753/AVT di Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (16/7/2024). (Foto: Istimewa)

PUNCAK JAYA — Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan, menyebutkan bahwa tiga orang yang tewas ditembak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Selasa (16/7/2024) malam adalah anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

“Gerombolan OPM yang selalu membuat teror, baik menyerang, menembak masyarakat sipil dan aparat keamanan TNI-Polri, merusak serta membakar fasilitas umum dan milik warga maupun sarana prasarana lainnya di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah berhasil dilumpuhkan oleh aparat keamanan Satgas Yonif RK 753/AVT, Selasa (16/7/2024) sekira Pukul 19.45 WIT,” ujar Candra dalam rilis tertulisnya, Rabu (17/7/2024).

Dijelaskan bahwa penindakan terhadap gerombolan OPM tersebut berawal saat aparat mendeteksi keberadaan salah satu anggota OPM, Teranus Enumbi, bersama beberapa anggotanya memasuki pemukiman warga di Kampung Karubate, Distrik Muara dengan membawa senjata api.

“Oleh karenanya, dengan respon cepat, aparat keamanan Satgas Yonif RK 753/AVT melakukan penindakan terhadap gerombolan OPM tersebut,” tuturnya.

Pada saat penangkapan, lanjut Candra, gerombolan OPM melakukan perlawanan dengan mengeluarkan tembakan.

“Gerombolan OPM berusaha menembak aparat TNI sehingga prajurit TNI melumpuhkan dan menembak gerombolan tersebut,” terang Candra.

“Atas penindakan yang dilakukan aparat TNI ini, mengakibatkan 3 orang anggota OPM meninggal dunia atas nama SW (33), YW (41), DW (36) dan diperoleh 1 pucuk pistol rakitan serta bendera bintang kejora. Sedangkan Teranus Enumbi berhasil lolos melarikan diri,” imbuhnya.

Letkol Inf. Candra menyampaikan, gerombolan OPM Teranus Enumbi dikenal kejam dan sadis. Mereka kerap menyerang, menembak, dan membunuh masyarakat sipil dan aparat keamanan.

Teranus Enumbi sendiri dikatakan telah masuk dalam DPO Kepolisian terkait tindak pidana penyerangan aparat keamanan pada tahun 2018.

Baca Juga :  Pemkab Puncak Jaya Serahkan Rp10 Miliar untuk Damaikan Konflik Dua Kubu Paslon Bupati

Adapun beberapa kekejaman kelompok ini pada beberapa waktu belakangan yakni sebagai berikut.

Pada 19 Juni 2024, mereka menyerang dan menembak tukang ojek atas nama Husen (39). Kemudian pada 31 Mei 2024, mereka menyerang dan menembak warga sipil atas nama Prasetyo (33).

Pada 30 Mei 2024, mereka juga menyerang dan menembak tukang ojek atas nama Janul (44). Pada 19 Maret 2024 mereka menyerang, menembak, dan membacok 2 aparat keamanan atas nama Sertu Ismunandar dan Serka Salim.

“Aparat TNI-Polri akan terus berupaya menjaga stabilitas wilayah dengan terus melindungi dan melayani masyarakat. Sekaligus penegakan hukum tetap ditegakkan, khususnya dari gangguan OPM,” tutup Candra.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT