Anggota DPRP Papua Tengah Minta Pusat Evaluasi Pasukan Non-Organik di Intan Jaya

Ikbal Asra

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRP Papua Tengah, John Nasion Robbi Gobai. GaleriPapua/ Ikbal Asra

Anggota DPRP Papua Tengah, John Nasion Robbi Gobai. GaleriPapua/ Ikbal Asra

MIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Papua Tengah, John Nasion Robby Gobai, mendesak pemerintah pusat mengevaluasi penempatan pasukan non-organik di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Warga, katanya, merasa hidup bukan di kampung sendiri.

“Masyarakat resah dan tidak nyaman. Mereka hidup seakan-akan hidup di daerah pengasingan dan pengungsian,” kata John kepada GaleriPapua, Sabtu, 26 Juli 2026.

John menyebut akar masalahnya pada kesenjangan cara pandang. Pasukan yang didatangkan dari luar Papua belum memahami karakter, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat. Akibatnya, cara pandang Jakarta dan cara pandang orang Intan Jaya tidak pernah bertemu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menarik garis waktu ke 2019 sebelum penambahan pasukan non-organik secara masif sebagai titik ketika kedamaian warga masih lebih terjaga. Sejak saat itu, situasi berubah.

Baca Juga :  Disebut Banyak Kesalahan, Seleksi Sekda Defenitif Kabupaten Mimika Dibatalkan

“Bagaimana kita mendorong kesejahteraan masyarakat kalau kondisi masyarakatnya tidak nyaman, tidak aman, tidak damai? Pembangunan tidak akan pernah berjalan di tengah-tengah kondisi seperti ini,” ujarnya.

Data dari Komnas HAM menunjukkan betapa dalamnya dampak situasi itu. Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengungkapkan sedikitnya 3.000 warga kini mengungsi di Distrik Sugapa, ibu kota kabupaten Intan Jaya. Mereka ditampung di rumah-rumah warga dan dibantu kebutuhan makan oleh pemerintah daerah. Pendataan asal kampung masih berlangsung.

“Data yang kami terima dari tim penanganan pengungsi bahwa mereka dari kampung-kampung yang sedang ditampung di beberapa keluarga dan Pemda menyiapkan makan itu berjumlah 3.000 orang,” kata Frits dalam jumpa pers di Jayapura, Senin, 20 Juli 2026.

Pengungsian dipicu oleh beberapa kejadian berbeda. Di Distrik Agisiga, warga lari setelah sebuah drone menjatuhkan benda yang diduga bom dan meledak di kampung mereka. Di wilayah lain, baku tembak antara TNI-Polri dan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB-OPM) memaksa warga meninggalkan rumah. Ada pula yang mengungsi hanya karena kabar bahwa kelompok bersenjata akan kembali ke kampung rumor yang cukup untuk memicu kepanikan massal. “Masyarakat kemudian panik dan masyarakat keluar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Perampasan Kotak Suara di Mamberamo Tengah Berujung Penikaman dan Pembakaran

John mengingatkan bahwa konstitusi mewajibkan negara melindungi seluruh warga dan menjamin hak mereka untuk hidup serta merasa aman di tanah sendiri. Ia berharap demonstrasi yang berlangsung di Nabire dapat membuka pintu dialog antara masyarakat Papua Tengah dan DPR RI. DPRP Papua Tengah, katanya, akan terus mengawal aspirasi tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana
DPMPTSP Mimika Dorong Transformasi Digital Kearsipan via Aplikasi SRIKANDI

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Rabu, 2 September 2026 - 15:46 WIT

Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga

Berita Terbaru

Kepala BPBJ Mimika, Anton Pasoro. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:29 WIT

Tim Satuan Reskrim Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan seorang warga di area belakang Indekos Warna Warni, Jalan Kelimutu, Timika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Indekos di Mimika

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:16 WIT