Bawa Jenazah ke Polres Mimika, Keluarga Dua Korban Minta Pelaku Segera Ditangkap

Endy Langobelen

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga korban membawa serta kedua jenazah ke Kantor Pelayan Polres Mimika untuk membuat laporan dan meminta pelaku segera ditangkap, Selasa (2/12/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Keluarga korban membawa serta kedua jenazah ke Kantor Pelayan Polres Mimika untuk membuat laporan dan meminta pelaku segera ditangkap, Selasa (2/12/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Puluhan warga yang merupakan keluarga dan kerabat dua korban pembunuhan di Kabupaten Mimika mendatangi Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Timika, Papua Tengah, Selasa (2/12/2025) malam.

Mereka menuntut proses hukum atas tewasnya dua pria di lokasi berbeda dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.

Kerumunan massa tiba sekitar pukul 21.00 WIT setelah beranjak dari RSUD Mimika menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua ambulans yang membawa masing-masing jenazah diparkirkan tepat di depan gerbang masuk Polres Mimika.

Massa kemudian memblokade dua jalur Jalan Cenderawasih sebagai bentuk protes dan dukungan moral kepada keluarga.

Korban pertama, Bonesius Gaitian (46), ditemukan tak bernyawa dengan kepala terpenggal di Jalan Raya SP9, Distrik Iwaka.

Sementara korban kedua, Jesy Kaimudin (48), ditemukan dengan sejumlah luka bacok di Jalan belakang Keuskupan Timika, tembusan Jalan Poros SP2–Irigasi, Distrik Mimika Baru, pada Selasa siang.

Di tengah suasana yang menegang, terdengar teriakan protes dari sebagian massa yang tidak menerima kondisi mengenaskan kedua korban.

Baca Juga :  Penyelundupan Dua Paket Sabu Digagalkan di Bandara Timika, Tujuan Ilaga

Namun situasi berhasil diredakan setelah tokoh masyarakat dan aparat kepolisian menenangkan para warga.

Keluarga Ajukan Laporan Polisi

Setibanya di kantor polisi, perwakilan keluarga masuk ke ruang pelayanan untuk membuat laporan resmi.

Wakil Kepala Suku Aru Kabupaten Mimika, Hariyanto Laelaen, mengatakan kedatangan mereka bertujuan memastikan proses hukum berjalan.

“Kita datang untuk buat laporan polisi, setelah itu baru kita antar jenazah ke rumah duka masing-masing,” ujarnya.

Ia menyebut jenazah Bonesius akan dibawa ke rumah duka di SP3, sementara jenazah Jesy kemungkinan disemayamkan di Sam Ratulangi. Hariyanto meminta agar kepolisian memberi perhatian penuh terhadap kasus ini.

“Saya sudah sampaikan kepada polisi bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan saya minta supaya ada atensi dari Pak Kapolres untuk segera menangkap pelakunya,” katanya.

Polisi Terima Aspirasi Keluarga dan Pastikan Penyelidikan Berjalan

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, membenarkan bahwa pihak keluarga datang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membuat laporan polisi.

Baca Juga :  Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

“Kalau tujuan dari pihak keluarga korban itu mereka menyampaikan aspirasi dan membuat laporan polisi. Setelah itu mereka akan pulang ke rumah duka karena mengingat juga jenazah akan dikubumikan,” jelasnya.

AKP Rian menyebut keluarga korban juga meminta kepastian mengenai masa depan anak dan istri almarhum, mengingat salah satu korban merupakan kepala keluarga.

“Yang meninggal ini adalah seorang kepala keluarga, jadi mereka minta yang pertama jaminan untuk anak-anak dan istrinya, keluarganya,” ujar Rian.

Ia menambahkan bahwa permintaan tersebut disampaikan langsung oleh keluarga dari pihak istri korban.

“Ke depannya kan mereka akan hidup, jadi mereka minta jaminan untuk anak-anak dan istrinya, adik perempuannya ini. Itu permintaan dari kedua keluarga korban,” tambahnya.

Selain itu, keluarga juga mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelaku.

Usai membuat laporan, massa kemudian membubarkan diri dan kembali ke rumah duka masing-masing untuk persiapan pemakaman.

Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan terhadap dua kasus pembunuhan tersebut masih berlangsung dan pihak kepolisian belum mengumumkan identitas pelaku ataupun dugaan motif.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite di SPBU SP2 Mimika, Ini Penyebabnya
Satgas Damai Cartenz Ringkus Pemasok Senjata Ilegal KKB di Jayapura
Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA
Kejari Mimika Sita Rp300 Juta dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Pembukaan Lahan
Operasi Kogabwilhan III Selama 6 Bulan: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita
TNI Perkuat Pengamanan Bandara Perintis Papua Usai OPM Bakar Pesawat dan Bunuh Pilot
Pesawat AMA Dibakar, Uskup Jayapura: Gereja Tak Pernah Bawa Kepentingan Politik
Polisi Selidiki Perusakan 10 Makam di Mimika Timur

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:47 WIT

Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite di SPBU SP2 Mimika, Ini Penyebabnya

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:43 WIT

Satgas Damai Cartenz Ringkus Pemasok Senjata Ilegal KKB di Jayapura

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:09 WIT

Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:20 WIT

Kejari Mimika Sita Rp300 Juta dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Pembukaan Lahan

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIT

Operasi Kogabwilhan III Selama 6 Bulan: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT