Beredar Info Satu Warga Ditembak di Dogiyai, Begini Penjelasan Polisi

Jumat, 14 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban tewas atas nama Yosia Keiya (20 tahun) yang diduga ditembak polisi di Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (13/7/2023).

Korban tewas atas nama Yosia Keiya (20 tahun) yang diduga ditembak polisi di Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (13/7/2023).

DOGIYAI – Telah beredar informasi di media sosial yang mengatakan bahwa aparat kepolisian di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, melakukan penembakan yang menewaskan satu warga, Kamis (13/7/2023).

Dalam narasi yang disebarkan oleh beberapa akun Facebook, dikatakan bahwa pada pukul 12.13 WIT, korban atas nama Yosia Keiya (20 tahun) ditembak tanpa alasan oleh aparat saat dirinya sedang duduk di pinggir jalan Madopotumita.

Saat kejadian tersebut, seorang anak kecil yang melihat peristiwa itu secara spontan membunyikan tiang listrik lalu datanglah masyarakat ke lokasi tersebut dan melihat korban telah tersungkur ke tanah dalam kondisi meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara Kasi Humas Polres Dogiyai, Ipda Baba Halim, saat dihubungi Galeripapua.com menjelaskan bahwa kejadian tersebut awalnya dipicu oleh pemalangan jalan yang dilakukan tujuh orang tak dikenal (OTK).

Dikatakan bahwa pada saat itu, sekitar pukul 10.23 WIT, personel Satgas Tindak Ops Damai Cartenz 2023 sektor Dogiyai DPP Ipda Crime Hunter Damar bersama 4 anggota Damai Cartensz bergerak dari posko Dogiyai menuju rumah sakit di Enarotali Paniai.

“5 Personel Satgas Damai Cartenz mau evakuasi salah satu rekannya yang sakit menuju ke rumah sakit Enarotali,” ujar Ipda Baba via telpon.

Baca Juga :  Berulah Lagi, KKB Intan Jaya Serang Pos TNI dan Bakar Rumah Dinas ASN

Namun, pada pukul 11.00 WIT ketika sampai di Kampung Idakebo, mobil personel Satgas Damai Cartenz dipalang oleh tujuh orang OTK.

Disampaikan bahwa saat itu, salah satu anggota Satgas Damai Cartenz sempat keluar dari mobil untuk membubarkan aksi pemalangan tersebut.

“Tapi tiba-tiba ada yang lempar kapak ke mobil dan kena salah satu personel di bagian pelipis kiri. Mobil juga rusak, kaca pecah karena terkena kapak,” ungkapnya.

Melihat situasi tersebut, lanjut Ipda Baba, salah satu personel yakni Bripka Deavis Tulandi (Dantim CI) langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melemparkan kapak.

“Ketika dia kejar, masyarakat sudah mulai banyak di lokasi. Masyarakat juga teriak-teriak karena melihat (kejadian) itu,” tutur Ipda Baba.

“Bripka Deavis juga sempat melakukan perlawanan dengan 3 OTK yang mencoba merampas senjata dan karena dalam keadaan terdesak, Bripka Deavis melepaskan tembakan terhadap OTK tersebut dan mereka lari ke arah hutan,” imbuhnya.

Selanjutnya, personel Satgas Damai Cartenz tersebut melaksanakan konsolidasi dan bergerak ke rumah sakit Paniai untuk perawatan lebih lanjut.

Baca Juga :  Penembakan di Puncak Jaya, Satu Orang Meninggal Dunia

Ipda Baba mengatakan, ketika pihaknya menerima informasi tersebut, sebanyak 32 personel dari Polres Dogiyai dikerahkan menuju lokasi menggunakan dua kendaraan, yakni satu truk dan satu mobil patroli lantas.

“Setelah sampai di sana, TKP sudah sepi. Tapi di saat mau balik itu mereka tidak bisa balik lagi karena dipalang masyarakat dengan bersenjatakan panah dan parang. Akhirnya patroli itu tidak kembali lagi ke Dogiyai, tapi ke Monomani, ke Polres Deiyai,” kata Ipda Baba.

Dikatakan bahwa sampai dengan saat ini, 32 personel tersebut masih berada di Polres Deiyai sembari menunggu perkembangan.

Korban OTK yang kemungkinan terkena tembakan pun belum diketahui kondisinya seperti apa karena kepolisian belum bisa ke TKP.

“Kita akan tingkatkan patroli. Sementara ini kami gabungan, kebetulan di Dogiyai ada Satgas 527 dari lumajang. Sementara kami gabungan patroli di Moanemani untuk sekaligus sampaikan ke masyarakat agar jangan panik karena isu-isu di media online yang mereka hembuskan sudah mulai tidak kondusif, jadi kita giatkan patroli gabungan dari TNI, Polri Brimob yang ada di Kabupaten Dogiyai,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV
MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot
Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP
Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika
Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:00 WIT

Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:41 WIT

MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:21 WIT

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport

Selasa, 21 April 2026 - 19:05 WIT

Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT