MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan transformasi besar dalam sistem pengelolaan sampah.
Dalam lima tahun ke depan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diharapkan tidak lagi berfungsi sebagai lokasi pembuangan, melainkan menjadi tempat pengolahan akhir sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Target tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, usai membuka Expo Lingkungan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Johannes, saat ini volume sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 70 ton per hari. Namun angka tersebut mulai menurun sejak program Bank Sampah dan Kios Sampah dijalankan di sejumlah wilayah.
“Sampah yang tiap hari kita buang di tempat sampah sana 70 ton, sekarang sudah berkurang. Sesudah ada bank sampah dan kios sampah ini sudah berkurang kurang lebih 2 ton,” ujar Johannes.
Ia berharap tren penurunan volume sampah terus berlanjut sehingga pada akhir masa jabatannya, sistem pengelolaan sampah di Mimika tidak lagi berorientasi pada pembuangan.
“Kita berharap terus menerus sampai nanti terakhir itu, ya nanti mudah-mudahan ke depan, bahwa tempat pembuangan akhir itu sudah tidak ada, tapi yang ada adalah tempat pengolahan akhir,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat.
Menurutnya, berbagai regulasi terkait pengelolaan sampah telah tersedia. Namun tanpa partisipasi aktif warga, persoalan sampah akan tetap menjadi tantangan.
“Ini kalau bicara sampah, kita bicara kesadaran. Untuk kesadaran masyarakat, karena itu, saya sampaikan, masyarakat perlu menyadari bahwa sampah itu juga menjadi tanggung jawab masyarakat,” ujar Emanuel.
Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditetapkan pemerintah serta melakukan pemilahan sampah basah dan sampah kering sebelum dibuang.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan bernilai ekonomi melalui program Bank Sampah dan Kios Sampah.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Emanuel juga mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi mewujudkan daerah yang sehat, nyaman, dan bebas sampah.
“Tolong perhatikan imbauan-imbauan pemerintah. Mohon, Mimika kita jaga bersama dari sampah. Sesuai dengan Hari Lingkungan Sedunia hari ini, kita terus menjaga Mimika bebas dari sampah,” pungkasnya.








