Disdukcapil Mimika Targetkan Integrasi Data Kependudukan Guna Cegah Bansos Salah Sasaran

Ahmad

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo saat diwawancarai di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (18/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo saat diwawancarai di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (18/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tengah mempercepat reformasi administrasi kependudukan (adminduk) guna mengintegrasikan data pelayanan publik dan mencegah kerugian anggaran negara akibat data yang tidak akurat.

Langkah ini diambil untuk memastikan validitas data dasar warga, mulai dari akta kelahiran, akta kematian, hingga mutasi domisili, yang menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga penyusunan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) untuk Pemilu Serentak 2029.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menyatakan bahwa kesadaran proaktif masyarakat dalam memperbarui dokumen kependudukan menjadi kunci utama dalam memutus sengkarut data sosial dan mewujudkan efisiensi anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tertib adminduk ini jauh melampaui sekadar kepemilikan selembar kertas. Ini adalah fondasi dari akurasi data negara yang langsung berdampak pada hak-hak konstitusional warga,” ujar Slamet.

Pembersihan Data Penerima Bansos

Menurut Slamet, ketidakakuratan data sering kali dipicu oleh keterlambatan pelaporan dokumen kematian atau perpindahan penduduk.

Baca Juga :  Wapres Gibran di Mimika: Bantuan Disorot, UMKM Lokal Terabaikan

Hal ini berpotensi menimbulkan celah manipulasi dan membuat program jaminan sosial pemerintah menjadi tidak tepat sasaran.

Sebagai langkah konkret, Disdukcapil Mimika fokus pada penertiban penerbitan akta kematian tepat waktu guna menghapus data warga yang sudah meninggal dari daftar penerima bantuan.

“Ke depan, tidak boleh ada lagi cerita nama warga yang sudah meninggal tiba-tiba masih muncul sebagai penerima bantuan sosial hanya karena dokumen kematiannya belum diterbitkan atau dilaporkan. Ruang-ruang eror dan potensi kerugian negara itu yang kita persempit hingga nyaris tidak ada,” kata Slamet.

Selain untuk akurasi bantuan sosial, pemutakhiran data secara berkala ini ditujukan untuk mengantisipasi tumpang tindih data pemilih pada pemilu mendatang, meskipun pesta demokrasi tersebut masih menyisakan waktu beberapa tahun lagi.

Sinkronisasi Data Domisili

Masalah lain yang diidentifikasi adalah ketidakselarasan antara data hukum (de jure) dan kondisi riil di lapangan (de facto) akibat warga yang berpindah tempat tinggal tanpa melapor.

Baca Juga :  Rancangan APBD Perubahan Mimika 2026 Capai Rp6,16 Triliun, Pendapatan Ditargetkan Rp5,05 Triliun

Disdukcapil Mimika mewajibkan warga yang melakukan mutasi antar-wilayah untuk segera mengurus akta pindah dan Kartu Keluarga (KK) baru guna menghindari distorsi kalkulasi jumlah penduduk antardistrik.

“Tujuannya agar data penduduk di satu wilayah tetap valid dan akurat. Jika warga pindah tanpa melapor, hal itu akan mengacaukan kalkulasi jumlah penduduk antardistrik, yang pada akhirnya mengganggu perencanaan fasilitas publik dan distribusi logistik pembangunan oleh pemerintah,” jelas Slamet.

Jaminan Layanan Gratis

Untuk meningkatkan partisipasi publik dan mengikis stigma birokrasi yang rumit, Disdukcapil Mimika menegaskan bahwa seluruh proses pengurusan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya atau gratis.

Pihak otoritas juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat guna mengantisipasi adanya praktik pungutan liar atau maladministrasi dalam proses pelayanan di lapangan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga
Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat
Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal
Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi
Realisasi Anggaran Mimika Capai 50,11 Persen: BPKAD Ingatkan Kualitas Proyek dan Keterlambatan OPD
Gerbang Emas Mimika, Bupati Dorong UMKM dan Perluasan Lapangan Kerja
HUT ke-30 Mimika, Bupati Minta OPD Evaluasi Program Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:13 WIT

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:11 WIT

Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIT

Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:13 WIT

Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT