Disnakertrans Mimika Sosialisasikan Pencegahan dan Perselisihan Hubungan Industrial

Jefri Manehat

Selasa, 9 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, perwakilan perusahaan serta serikat pekerja dan buruh dalam acara sosialisasi cegah konflik industrial yang digelar Disnakertrans Mimika, Selasa (9/7/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Foto bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, perwakilan perusahaan serta serikat pekerja dan buruh dalam acara sosialisasi cegah konflik industrial yang digelar Disnakertrans Mimika, Selasa (9/7/2024). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Guna mengurangi potensi konflik industrial, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menggelar sosialisasi pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Selasa (9/7/2024).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dihadiri perwakilan perusahaan, serikat pekerja, dan buruh yang berada di Kabupaten Mimika.

Membuka kegiatan tersebut, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bagian pembangunan ketenagakerjaan sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang diarahkan untuk menumbuhkembangkangkan hubungan yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan antar para pelaku proses produksi.

Menurut Yoga, pembangunan ketenagakerjaan harus diatur sedemikian rupa sehingga terpenuhi hak-hak dan perlindungan yang mendasar bagi tenaga kerja dan pekerja/buruh serta pada saat yang bersamaan, dapat mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha.

Yoga menyebut, pembangunan ketenagakerjaan mempunyai banyak dimensi dan keterkaitan. Keterkaitan itu tidak hanya dengan kepentingan tenaga kerja selama, sebelum, dan sesudah masa kerja tetapi juga keterkaitan dengan kepentingan pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.

Baca Juga :  Sentra Pendidikan Mimika Butuh Intervensi Pemprov Hingga Pemerintah Pusat

“Untuk itu diperlukan pengaturan yang menyeluruh dan komperhensif antara lain mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia, upaya perluasan kesempatan kerja dan pembinaan hubungan industrial,’ ujarnya.

Yoga juga berharap sosialisasi itu menjadi kesempatan bagi para peserta dan narasumber untuk berbagi pengalaman terkait berbagai masalah yang dihadapi sehingga hubungan kerja yang baik dapat tercipta. Dengan begitu, potensi konflik industrial dapat dikurangi.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disperindag Mimika Minta Warga Rekam Pangkalan Nakal, Bukti Jadi Dasar Penindakan
DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif
Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen
125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus
Sunset Run Mimika Kehabisan Kuota, Nikah Massal Masih Tunggu 30 Pasangan
Prabowo Sebut ‘Londo Ireng’, Organisasi Pers Tuntut Permintaan Maaf
Anggota DPRP Papua Tengah Minta Pusat Evaluasi Pasukan Non-Organik di Intan Jaya
BRIDA Mimika Bakal Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual, Ini Peran dan Fungsinya

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WIT

DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:00 WIT

Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:43 WIT

125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:06 WIT

Sunset Run Mimika Kehabisan Kuota, Nikah Massal Masih Tunggu 30 Pasangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:11 WIT

Prabowo Sebut ‘Londo Ireng’, Organisasi Pers Tuntut Permintaan Maaf

Berita Terbaru