Festival Cahaya Kreasi Pelajar Resmi Dibuka, Gubernur Meki Nawipa Soroti Budaya dan Era Digital

Endy Langobelen

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah peserta dari setiap kabupaten di Papua Tengah mengikuti pembukaan Festival Cahaya Kreasi Pelajar di Nabire, Rabu (24/6/2026) sore. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Sejumlah peserta dari setiap kabupaten di Papua Tengah mengikuti pembukaan Festival Cahaya Kreasi Pelajar di Nabire, Rabu (24/6/2026) sore. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

NABIRE — Festival Cahaya Kreasi Pelajar Provinsi Papua Tengah 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Meki Nawipa di Lapangan Bandara Lama Nabire, Rabu (24/6/2026) sore.

Ajang yang mempertemukan para pelajar dari delapan kabupaten itu menjadi panggung pelestarian budaya sekaligus wadah membangun karakter generasi muda di era digital.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan tifa oleh Gubernur Papua Tengah didampingi Wakil Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak awal acara, suasana berlangsung semarak. Sebuah video singkat ditayangkan untuk menggambarkan perjuangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah yang menjangkau kampung-kampung pedalaman guna mengajak anak-anak kembali bersekolah.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Triton, sebuah tarian kolosal Papua yang mengangkat pesan tentang persatuan, kebersamaan, dan pentingnya membangun pendidikan.

Ketua Panitia, Deni Tenouye, mengatakan Festival Cahaya Kreasi Pelajar diselenggarakan sebagai upaya mendorong pengembangan potensi peserta didik sekaligus melestarikan kebudayaan asli Papua.

“Festival ini diikuti oleh delapan kabupaten, yaitu Nabire, Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya,” ujar Deni.

Adapun cabang yang diperlombakan meliputi lomba tari kreasi, musik akustik lokal, pameran stan, fashion show, dan lomba bertutur cerita.

Baca Juga :  Kunjungi Lapas Timika, Meki Nawipa Janji Beri Jaminan Kesehatan bagi WBP

Panitia juga menyiapkan berbagai bentuk apresiasi. Juara pertama setiap lomba akan menerima hadiah Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Sementara juara umum akan mendapatkan hadiah sebesar Rp25 juta.

Selain itu, tujuh kabupaten yang tidak meraih juara umum tetap akan menerima dana pembinaan sebesar Rp4 juta, sedangkan setiap peserta memperoleh uang pembinaan Rp1 juta per orang.

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa budaya merupakan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ia menyebut, festival tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya meletakkan fondasi bagi generasi muda untuk mengenal jati diri dan asal-usul mereka.

“Budaya ini lebih mahal dari emas dan tembaga yang kita punya hari ini. Ini menunjukkan identitas kita bahwa kita adalah orang Melanesia yang ada di atas tanah ini,” kata Meki.

Menurutnya, pelajar yang terlibat dalam festival tersebut sedang mewarisi nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Gubernur juga menitipkan dua pesan penting kepada para pelajar. Pertama, agar generasi muda mampu beradaptasi dengan era digital dan bijak menggunakan media sosial.

Ia mengajak para pelajar memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Papua Tengah ke tingkat nasional hingga dunia internasional.

Baca Juga :  Penghijauan Serentak, Polres Mimika Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Poumako

“Dokumentasikan tarian, musik, dan kerajinan kalian hari ini, lalu sebarkan melalui media sosial agar dunia tahu betapa indahnya budaya kita,” pesannya.

Di sisi lain, ia mengingatkan para pelajar untuk tidak menggunakan teknologi sebagai sarana menyebarkan informasi bohong maupun konten negatif.

Pesan kedua berkaitan dengan pembangunan karakter dan masa depan generasi muda Papua Tengah.

Menurut Meki, pelajar merupakan motor penggerak pembangunan daerah sehingga harus menjauhi berbagai perilaku negatif.

“Oleh karena itu, katakan tidak pada narkoba, tidak pada minuman keras, dan kenakalan remaja lainnya. Jaga diri, jaga kesehatan, dan fokus pada prestasi. Masa depan Papua Tengah ada di pundak kalian masing-masing,” ujarnya.

Usai pembukaan, para peserta dari delapan kabupaten mengikuti parade budaya dengan mengenakan pakaian adat dan membawakan yel-yel khas daerah masing-masing.

Pada hari pertama ini, dua cabang lomba langsung dipertandingkan, yakni Lomba Tari Kreasi dan Fashion Show.

Kemeriahan acara juga semakin terasa dengan penampilan spesial Amoye Band yang membawakan sejumlah lagu dan menghibur masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah dijadwalkan berlangsung hingga 27 Juni 2026 dan menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas, memperkuat identitas budaya, serta membangun karakter generasi penerus Papua Tengah.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua
SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana
Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai
Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika
Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi
Lomba Rakyat di Waena, Pemuda Heram dan Kepala Suku Ohee Hidupkan Semangat HUT ke-81 RI
Lanal Timika Semarakkan HUT Ke-81 RI dengan Beragam Lomba
Semarak HUT RI ke-81, Lomba Puisi Dorong Siswa SLB Papua Tengah Berani Berkarya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIT

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:15 WIT

SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:40 WIT

Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:57 WIT

Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:04 WIT

Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT