MIMIKA — Ratusan warga Kabupaten Mimika memadati pelataran Gedung Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Rabu (5/8/2026).
Mereka menyerbu Operasi Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Program intervensi pasar ini merupakan kolaborasi tiga dinas sekaligus, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Perikanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai komoditas bahan pokok seperti beras, telur, cabai, tomat, ikan, sayuran, hingga minyak goreng dijual dengan harga jauh di bawah pasaran.
Selain itu, PT Pertamina (Persero) turut memasok tabung gas elpiji 12 kilogram seharga Rp365 ribu — lebih terjangkau ketimbang harga eceran biasa.
Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa, mengapresiasi sinergi lintas instansi ini.
Menurutnya, keterjangkauan harga dan stabilitas pasokan pangan merupakan fondasi utama ketahanan ekonomi masyarakat di Papua Tengah.
“Pemerintah daerah terus berupaya melakukan berbagai langkah strategi mengendalikan inflasi daerah, menjaga ketersediaan pangan, dan melindungi daya beli masyarakat,” kata Petrus saat membuka kegiatan.
Petrus menegaskan, gerakan pangan murah ini tidak dirancang sekadar sebagai instrumen seremonial atau solusi jangka pendek.
Program ini merupakan skema berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui integrasi rantai pasok dari distributor hingga kelompok tani lokal.
Di tengah tingginya antusiasme warga, Petrus mengimbau masyarakat untuk tertib dan tidak berbelanja berlebihan karena stok dipastikan mencukupi.
Ia juga menegaskan larangan keras bagi para spekulan atau tengkulak yang mencoba mengambil keuntungan.
“Pangan murah ini bukan ditujukan bagi para pelaku usaha untuk menjual kembali, tetapi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.







