Emas dan Angkutan Udara Picu Inflasi Mimika Juli 2026 Tembus 3,28 Persen

Ahmad

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor BPS Kabupaten Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kantor BPS Kabupaten Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat laju inflasi tahunan (year-on-year) di Mimika menembus angka 3,28 persen pada Juli 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 116,36.

Angka ini menempatkan Mimika sebagai wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi di Provinsi Papua Tengah.

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto KS, mengungkapkan pergerakan harga pada dua sektor utama—perhiasan dan transportasi—menjadi penggerak utama pembengkakan biaya hidup di wilayah pesisir Papua Tengah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan lonjakan harga paling tajam, yakni hingga 20,78 persen secara tahunan, dengan sumbangan andil inflasi sebesar 1,48 persen,” kata Dian, Selasa (4/8/2026).

Menurut dia, pemicu utamanya adalah melambungnya harga emas perhiasan yang menyumbang andil hingga 1,40 persen.

Selain emas, sektor transportasi menjadi penekan terbesar kedua. Kelompok pengeluaran ini melonjak 10,63 persen (y-on-y) dan memberi andil inflasi sebesar 0,93 persen.

Lonjakan tersebut didorong oleh tingginya tarif angkutan udara (andil 0,58 persen), kenaikan harga bensin (0,19 persen), serta merambatnya harga kendaraan roda empat dan pelumas mesin.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Harga Sejumlah Komoditas Naik di Pasar Sentral Timika

Tekanan juga menjalar ke sektor kebutuhan dasar. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 1,25 persen (y-on-y) dengan andil 0,55 persen.

Sejumlah komoditas pangan yang mengerek IHK antara lain komoditas perikanan—seperti ikan kembung (0,23 persen), ikan mumar (0,15 persen), dan udang basah (0,14 persen)—serta kebutuhan pokok seperti beras (0,14 persen) dan minyak goreng (0,10 persen).

Sementara di sektor perumahan, kenaikan harga bahan bakar rumah tangga memberi sumbangan inflasi sebesar 0,30 persen.

Laju inflasi bulanan (month-to-month) Mimika pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,26 persen, sedangkan inflasi kalender (year-to-date) berada di angka 3,18 persen.

Deflasi Pangan Menjadi Penahan

Laju inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan dan barang konsumsi harian.

BPS mencatat penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas daging babi, yang memberikan andil deflasi tahunan hingga -0,80 persen.

Komoditas pangan lain yang turut menekan laju inflasi meliputi tomat (andil -0,22 persen), cabai rawit (-0,15 persen), dan daging ayam ras (-0,10 persen).

Baca Juga :  Disdukcapil Mimika Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Reformasi Administrasi Kependudukan

Di luar sektor pangan, koreksi harga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami deflasi 1,79 persen (y-on-y), dipicu penurunan harga pakaian dan sepatu anak.

Kelompok perlengkapan rumah tangga juga terkoreksi 1,29 persen seiring turunnya harga produk pembersih seperti detergen dan sabun cair.

Tantangan Logistik di Papua Tengah

Laju inflasi sebesar 3,28 persen pada Juli 2026 melanjutkan tren kenaikan grafik dalam tiga tahun terakhir. Pada periode yang sama, inflasi Mimika tercatat sebesar 3,05 persen pada 2024 dan naik menjadi 3,16 persen pada 2025.

Di tingkat regional Papua Tengah, posisi Mimika berada di puncak daftar inflasi. Angka ini berselisih cukup jauh dibanding Kabupaten Nabire yang mencatatkan inflasi terendah di tingkat provinsi, yakni 1,79 persen pada periode yang sama.

Tingginya ketergantungan wilayah pesisir Mimika terhadap pasokan barang dari luar daerah, dipadu dengan fluktuasi biaya logistik penerbangan, dinilai masih menjadi persoalan struktural utama yang memicu kerentanan stabilitas harga di daerah tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan
Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah
Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan
Petani Ikan Mimika Butuh Pasar, PMI dan Amungsa Foundation Siap Dorong ke DPRK
Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:22 WIT

Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:35 WIT

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:03 WIT

Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah

Selasa, 8 September 2026 - 10:44 WIT

Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Berita Terbaru

Kepala Seksi PAM GKI Klasis Mimika, Alfred Toridu. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Rabu, 7 Okt 2026 - 16:54 WIT