Jelang Bulan Ramadhan, Harga Sembako di Timika Naik Signifikan

Senin, 13 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erwin, pedagang sembako di Pasar Sentral Timika, sedang menata dagangannya, Senin (13/3/2023).

i

Erwin, pedagang sembako di Pasar Sentral Timika, sedang menata dagangannya, Senin (13/3/2023).

MIMIKA – Menjelang bulan Ramadhan, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok dan komoditi di Pasar Sentral, Timika, Papua Tengah mengalami kenaikan yang signifikan.

Kenaikan harga tersebut diketahui disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kenaikan harga BBM, tingginya biaya transportasi, dan juga kurangnya ketersediaan bahan pokok.

Erwin, salah satu pedagang sembako, menyampaikan bahwa kenaikan harga paling signifikan terjadi pada harga beras, kacang ijo, kacang tanah dan beras ketan hitam.

“Harga bahan pokok yang naik itu bermacam-macam, tapi yang naiknya paling besar itu beras, kacang ijo, kacang tanah, dan beras ketan hitam,” ujar Erwin saat ditemui di lapak dagangnya, Senin (13/3/2023).

Baca Juga :  Operator Transportasi di Papua Diminta Tingkatkan Armada Jelang Mudik Lebaran

Erwin menyampaikan, harga kacang hijau yang sebelumnya per karung Rp588 ribu, kini naik sebesar Rp137 ribu menjadi Rp725 ribu.

Sementara untuk beras ketan hitam yang dulunya per karung seharga Rp570, naik Rp90 ribu menjadi Rp660 ribu.

“Itu per kilonya dulu dijual harga Rp25 ribu, sekarang naik Rp30 ribu per kilo,” ungkapnya.

Erwin menjelaskan, untuk harga beras yang awalnya seharga Rp270 ribu per karung, kini naik juga menjadi Rp285 per karung.

Sedangkan harga perkilonya yang biasa dijual Rp12 ribu, saat ini telah dijual dengan harga Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilo.

Baca Juga :  DPW KORNI Papua Barat Bagi 500 Paket Takjil ke Masyarakat

Kenaikan harga ini pun terjadi pada bahan pokok gula. Sebelumnya, kata Erwin, dirinya membeli gula per karung seharga Rp 655 ribu, kini naik menjadi Rp670 ribu. Sementara untuk per kilonya, Erwin menjualnya dengan harga Rp16 ribu per kilo.

“Kalau minyak goreng itu naik tapi tidak besar, seperti minyak goreng Favorit itu dulu kita beli per karton Rp350 ribu, sekarang kita beli Rp370 ribu per karton. Yang stabil cuma minyak goreng Bimoli, itu harganya stabil di Rp430 ribu per karton,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”
Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub
Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika
Sejumlah Kios di Jalan Yos Sudarso Timika Ludes Terbakar
Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya
2 Jenis BBM Ini Naik Harga, Pertamina: Bukan Karena PPN 12 Persen
Perubahan Iklim, Salju Abadi Kebanggaan Papua Bakal Hilang di 2026?
Patah Panah, Perang Saudara di Mimika Berakhir Damai

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:26 WIT

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”

Rabu, 11 Juni 2025 - 17:57 WIT

Cipayung Mimika Serukan Persatuan KNPI Melalui Musdalub

Minggu, 9 Februari 2025 - 22:40 WIT

Kiprah Papua Ultimate Frisbee Bumikan Olahraga Piring Terbang di Mimika

Kamis, 9 Januari 2025 - 12:43 WIT

Sejumlah Kios di Jalan Yos Sudarso Timika Ludes Terbakar

Minggu, 5 Januari 2025 - 03:56 WIT

Penyerahan SK PPPK Guru di Mimika Masih Tertunda, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT