Kapolda Papua Minta New Zealand Tak Terbujuk Propaganda Benny Wenda dan Veronica Koman

Endy Langobelen

Senin, 26 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

New Zealand Policy Adviser Officer berkunjung ke Polda Papua, Senin (26/2/2024). (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024)

New Zealand Policy Adviser Officer berkunjung ke Polda Papua, Senin (26/2/2024). (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024)

JAYAPURA – Petugas Penghubung Polisi Selandia Baru (New Zealand Police Liaison Officer), Paull Borrel, bersama penasihat kebijakan Selandia Baru, Awan Poesoro, melakukan kunjungan kerja ke Polda Papua, Senin (26/2/2024).

Kunjungan tersebut dalam rangka membahas pembebasan pilot susi air, Kapten Philip Mark Merhtens, yang telah disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya selama setahun lebih.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, dan Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, pada kesempatan itu mengatakan, Polri melalui Polda Papua dan Operasi Damai Cartenz-2024 telah berupaya dengan serius untuk membebasakan Pilot Susi Air.

“Kami telah membuat operasi khusus untuk pembebasan Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Merhtens, dengan sandi Operasi Paro. Hal ini adalah bentuk keseriusan Polri,” ujar Fakhiri.

Baca Juga :  Bertanggung Jawab Atas Penyerangan di Puncak, TPNPB-OPM Bantah Tembak Warga Sipil

Dia juga mengingatkan Pemerintah New Zealand agar tidak terbujuk oleh propaganda Benny Wenda dan Veronica Koman maupun tokoh-tokoh dari Kelompok Kriminal Besenjata (KKB) dan Kelompok Kriminal Politik (KKP) lainnya.

“Benny Wenda dan Veronica Koman serta tokoh-tokoh dari KKB maupun KKP lainnya, mereka adalah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Maka dengan itu, kami berharap agar Pemerintah New Zealand dapat memberikan kepercayaan kepada kami Pemerintah Republik Indonesia khususnya Polda Papua dan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 untuk membebaskan Kapten Philip Mark Merhtens,” tuturnya.

Sementara Ka Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyebutkan bahwa yang paling penting saat ini adalah keselamatan pilot.

“Sehingga kami masih mengedepankan upaya soft approach daripada hard approach. Kami selalu berusaha membuka ruang komunikasi agar pilot dapat segera dibebaskan dan pilihan penegakan hukum adalah pilihan terakhir yang dapat kami ambil untuk membebaskan Kapten Philip Mark Merhtens,” tegas Faizal.

Baca Juga :  Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Di tempat yang sama, New Zealand Police Liaison Officer, Paull Borrel, memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Polda Papua dan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 yang telah bekerja keras melakukan pembebasan Pilot Susi Air.

“Kami mengapresiasi kinerja dari Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Polda Papua dan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 yang selama 1 tahun terakhir telah bekerja keras untuk membebaskan pilot kami. Kami mempercayakan upaya pembebasan pilot kepada Pemerintah RI dan kami juga memohon maaf apabila karena pembebasan pilot, terdapat aparat Polri yang gugur dalam tugas,” tutur Paull.

Adapun Kasatgas Humas ODC-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, yang sempat hadir di pertemuan tersebut mengatakan, Polri melalui Polda Papua dan Ops Damai Cartenz-2024 tetap membangun komunikasi dengan pihak News Zealand dalam upaya untuk membebaskan Pilot Susi Air dari penyanderaan tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT