Konflik Kwamki Narama Berakhir, Panah Babi dan Patah Panah Jadi Ritual Damai

Ahmad

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pejabat dari Pemkab Mimika, Pemkab Puncak, Forkopimda, dan masyarakat dari dua kubu berkonflik, sedang hening dalam doa usai ritual patah panah untuk mengakhiri konflik Kwamki Narama, Senin (12/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Para pejabat dari Pemkab Mimika, Pemkab Puncak, Forkopimda, dan masyarakat dari dua kubu berkonflik, sedang hening dalam doa usai ritual patah panah untuk mengakhiri konflik Kwamki Narama, Senin (12/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Sebuah momen bersejarah kembali terukir di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Konflik berkepanjangan yang melibatkan dua kubu, yakni Dang dan Newegalen berakhir damai pada Senin (12/1/2026).

Di lokasi yang menjadi kawasan perang dua kelompok warga itu, hadir sejumlah pejabat daerah seperti Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong; Wakil Bupati Kabupaten Puncak, Naftali Akawal; dan Penjabat Sekretaris Puncak, Nenu Tabuni; serta unsur pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Meski sebelumnya dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIT, prosesi adat perdamaian ini sempat terhambat lantaran adanya Waemum (Tokoh Perang) dari kubu Dang yang menginginkan agar para tahanan dari kelompok tersebut dibebaskan dan dihadirkan ke lokasi guna membersamai mereka mengikuti prosesi damai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi pun berubah dramatis setelah terjadi saling adu argumen antara Waemum bersama Pejabat Pemerintah yang hadir yang kemudian ditanggapi dengan tegas oleh Danyon Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah.

Baca Juga :  Diduga Terlibat Pembunuhan di Belakang Degama Timika, Dua Pria Ditangkap

Mereka mengecam tindakan Waemum yang pada pertemuan sebelumnya di hari Jumat, 9 Januari 2026 di mana mereka telah bersepakat untuk berdamai dan meminta waktu hingga hari Senin.

Namun hingga waktu yang ditetapkan, ternyata masih terdapat persoalan yang menghambat jalannya prosesi adat.

Momen dramatis ini pun berlalu setelah sejumlah tahananan dari masing-masing kubu dihadirkan ke lokasi untuk menjalani ritual adat perdamaian.

Diawali dengan panah babi dan patah panah, prosesi adat perdamaian konflik Kwamki Narama ini pun berlangsung di hadapan para pejabat Pemkab dan Forkopimda yang hadir.

Kemudian, dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan yang dilakukan oleh semua tamu penting yang hadir serta para Waemum dan anggotanya pada kelompok perang.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, usai prosesi tersebut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi selama konflik berlangsung hingga perdamaian itu dicapai.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pria yang Menyetubuhi Pelajar SMP di Mimika

“Kurang lebih hampir empat bulan proses perdamaian ini kita lakukan dari awal, mulai dari korban satu, kemudian korban sama satu sampai dengan sekarang ini kita menyepakati perdamaian,” tutur johannes di hadapan semua pihak serta kedua kubu.

“Terima kasih banyak untuk ini, tidak ada perang lagi, tidak ada perang lagi di Kabupaten Mimika, dan saya berharap tidak ada lagi perang di Papua,” ujarnya menambahkan.

Menurutnya, tahun ini merupakan tahun yang penuh dengan kedamaian. Untuk itu, diharapkan segala bentuk tindakan kejahatan di wilayah Timika harus dihilangkan.

Johannes pun memberi pesan kepada seluruh masyarakat Mimika agar ke depan jika terjadi persoalan agar diselesaikan secara kekeluargaan atau menempuh jalur hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ritual adat perdamaian ini lalu ditutup dengan dua kali tembakan sebagai tanda bahwa perang ini benar-benar berakhir, dan dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan dari masing-masing pihak.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga
Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas
Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita
Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong
Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika
LBH TPRA Laporkan Dugaan Mafia Tanah Keluarga Sumbari ke Polisi, Soroti Sikap BPN Mimika
Bupati Mimika Laporkan Media Papua News Online ke Polisi, Persoalkan Sejumlah Pemberitaan
Polres Mimika Gelar Razia dan Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:20 WIT

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIT

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIT

Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita

Rabu, 23 September 2026 - 12:59 WIT

Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong

Rabu, 23 September 2026 - 00:17 WIT

Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT