Kuliner Lokal Jadi Bintang di Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah 2026

Endy Langobelen

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Charles Toto selaku juri mencicipi kuliner lokal yang diolah dan disajikan oleh peserta lomba kuliner khas Papua pada event Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Charles Toto selaku juri mencicipi kuliner lokal yang diolah dan disajikan oleh peserta lomba kuliner khas Papua pada event Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

NABIRE — Aroma bakar batu, keladi, betatas, hingga beragam olahan pangan lokal khas Papua memenuhi kawasan Lapangan Bandara Lama Nabire pada hari kedua Festival Cahaya Kreasi Pelajar Provinsi Papua Tengah 2026, Kamis (25/6/2026) sore.

Lomba Kuliner Khas Papua yang mempertemukan pelajar dari delapan kabupaten di Papua Tengah itu tak hanya menjadi ajang adu keterampilan memasak, tetapi juga ruang belajar untuk mengenali kembali identitas budaya melalui pangan lokal.

Sejak siang, para peserta tampak sibuk menyiapkan berbagai bahan masakan. Ubi-ubian, sayuran lokal, buah-buahan, hingga aneka daging diolah menjadi sajian tradisional maupun kreasi modern yang menggambarkan kekayaan kuliner dari daerah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, sejumlah kelompok memilih menggunakan teknik memasak tradisional bakar batu. Beberapa peserta bahkan mengenakan pakaian adat Papua saat memasak, menciptakan suasana yang sarat nuansa budaya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Panitia memberikan waktu 90 menit kepada setiap kelompok untuk menyelesaikan hidangan mereka. Selama proses memasak berlangsung, para dewan juri berkeliling ke setiap stan untuk mengamati teknik pengolahan, kebersihan, kreativitas, hingga penggunaan bahan pangan lokal.

Setelah waktu yang ditentukan berakhir, seluruh peserta menata hasil masakan mereka di atas meja pameran. Dewan juri kemudian kembali mendatangi setiap stan untuk mencicipi dan memberikan penilaian.

Sebelum lomba dimulai, salah satu dewan juri, Charles Toto atau yang dikenal sebagai Papua Jungle Chef, mengajak para pelajar untuk memahami bahwa makanan lokal memiliki nilai budaya yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Momen HPN 78, Bupati Omaleng Ingin Jurnalis Mimika Terus Berinovasi

Menurutnya, pangan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi identitas suatu masyarakat yang kini semakin diperkuat melalui konsep gastronomi.

“Saya pikir ini momen yang baik bagi pelajar Papua Tengah untuk belajar kembali tentang budaya makan dan pola memasak yang diwariskan leluhur,” ujar Charles.

Ia menjelaskan bahwa Papua memiliki kekayaan tradisi bakar batu yang beragam. Mulai dari teknik bakar batu dalam tanah yang umum ditemukan di wilayah pegunungan, bakar batu di atas tanah yang banyak digunakan masyarakat pesisir selatan Papua, teknik mengguduk atau barapen menggunakan susunan batu panas berbentuk piramida, hingga teknik memasak sagu menggunakan batu panas yang masih dijumpai di wilayah Mamberamo Atas.

Menurut Charles, keragaman teknik memasak tersebut merupakan bagian dari kekayaan gastronomi Papua yang memiliki nilai budaya tinggi dan patut dilestarikan.

Senada dengan itu, dewan juri Suprianus Adi mengajak generasi muda untuk kembali mencintai pangan lokal sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Ia menilai masyarakat Papua zaman dahulu memiliki pola konsumsi yang lebih alami dibandingkan saat ini yang banyak dipengaruhi makanan instan dan bahan tambahan kimia.

“Melalui kegiatan ini, saya mengajak pelajar Papua Tengah kembali belajar hidup sehat dengan mengonsumsi makanan lokal seperti sagu, keladi, dan ubi-ubian yang telah diwariskan oleh orang tua kita,” katanya.

Baca Juga :  HKG-PKK Ke-52, TP-PKK Puncak Jaya Ikut Gerakan Tanam Cabai Serentak Seluruh Indonesia

Suprianus juga menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara profesional tanpa memihak peserta tertentu.

Sementara itu, Maya Yakadewa yang juga menjadi dewan juri menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengonsumsi pangan lokal di tengah masyarakat.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan mengembangkan berbagai bahan pangan yang tumbuh di lingkungan sekitar.

“Mari kita belajar mencintai makanan lokal seperti sagu, singkong, keladi, dan petatas. Begitu juga sayuran lokal yang ada di halaman rumah kita. Itu makanan sehat yang diwariskan oleh orang tua kita,” ujarnya.

Lomba kuliner tersebut semakin semarak dengan berbagai kuis berhadiah untuk masyarakat dan penampilan penyanyi lokal yang menghibur pengunjung sepanjang kegiatan berlangsung.

Menjelang malam, suasana festival semakin meriah saat DJ Sammy tampil menghibur para peserta dan penonton. Alunan musik yang dibawakan sukses menghidupkan panggung Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah dan menutup rangkaian kegiatan hari kedua dengan penuh antusiasme.

Festival Cahaya Kreasi Pelajar Papua Tengah 2026 masih akan berlangsung hingga 27 Juni mendatang. Sejumlah agenda lain yang masih akan digelar antara lain lomba bertutur cerita, stan pameran budaya, dan pertunjukan musik akustik.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua
SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana
Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai
Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika
Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi
Lomba Rakyat di Waena, Pemuda Heram dan Kepala Suku Ohee Hidupkan Semangat HUT ke-81 RI
Lanal Timika Semarakkan HUT Ke-81 RI dengan Beragam Lomba
Semarak HUT RI ke-81, Lomba Puisi Dorong Siswa SLB Papua Tengah Berani Berkarya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIT

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:15 WIT

SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:40 WIT

Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:57 WIT

Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:04 WIT

Kapolres Cup Adu Skill Barista di Mimika, Kopi Papua Jadi Arena Kompetisi

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT