Pj Gubernur Papua Tengah Temui Pengungsi Korban Konflik Bersenjata di Paniai

Endy Langobelen

Selasa, 18 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, saat menemui warga masyarakat yang mengungsi ke Nabire akibat konflik bersenjata di Paniai, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, saat menemui warga masyarakat yang mengungsi ke Nabire akibat konflik bersenjata di Paniai, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

NABIRE – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, mengunjungi para pengungsi di Gereja Katolik Santo Stefanus Jayanti, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (17/6/2024).

Para pengungsi tersebut merupakan warga masyarakat korban konflik bersenjata antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan TNI-Polri yang terjadi di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Tercatat ada sekitar 490 orang pengungsi yang ditampung di Gereja Katholik Santo Stefanus Jayanti, Nabire.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ribka Haluk yang hadir mengenakan kemeja putih langsung dipeluk hangat anak-anak pengungsi hingga isak tangis pecah.

Ribka pun tampak mengusap air mata mama-mama pengungsi dan mendengarkan keluh kesah mereka yang terpaksa meninggalkan kampung halaman lantaran dianggap sudah tak lagi aman.

Seorang pengungsi dari Distrik Bibida, Kabupaten Paniai mengucapakan banyak terima kasih kepada Pj Gubernur, Ribka Haluk, bersama jajarannya yang telah menerima kehadiran para pengungsi di Kabupaten Nabire.

“Kami di sini karena terkait konflik yang terjadi di Distrik Bibida, sehingga kami terpaksa meninggalkan tempat tinggal kami. Semoga ke depan Pj Gubernur serta Pemrpov Papua Tengah dapat membantu agar kami bisa kembali ke tempat asal kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Komitmen Pemilu Adil, Paslon Maximus-Peggi Bekali Saksi dengan Pemahaman Hukum

Sementara Pj Gubernur, Ribka Haluk, meminta kepada setiap pihak agar tidak saling menyalahkan satu sama lain terkait apa yang di alami masyarakat di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai.

Ribka berjanji akan mencari solusi terbaik terkait permasalahan yang tengah terjadi di Distrik Bibida.

“Kami pada prinsipnya pemerintah sebagai tempat masyarakat mengadu. Kami akan melayani dan menyiapkan tempat dan makan buat warga kita yang yang dari Distrik Bibida.

Apabila ada warga yang ingin kembali ke tempat asal, nanti kami akan siapkan terkait transportasi, tapi semua itu kami kembalikan kepada masyarakat keinginannya seperti bagaimana,” jelasnya.

Ribka mengungkapkan, saat ini, Pemerintah Daerah sedang memikirkan agar kebutuhan para pengungsi terpenuhi. Dia pun telah memerintahkan jajarannya agar para pengungsi mendapatkan kehidupan yang layak selama mengungsi di Kabupaten Nabire.

“Para pengungsi ini harus mendapatkan tempat yang layak selama dalam pengungsian dan kebutuhannya harus terpenuhi. Lalu ke depan kami akan berpikir bagaiamana agar kondisi di Distrik Bibida kembali kondusif dan masyarakat bisa kembali ke rumah mereka masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga :  Wabup Mimika Bakal Koordinasi dengan Tim Terpadu Untuk Atasi Galian C

Ribka menyebut, dirinya telah memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan serta Dinas Sosial untuk turun tangan memperhatikan langsung kondisi para pengungsi. Dia menginginkan agar rasa trauma yang dialami oleh para pengungsi segera dipulihkan.

“Saya telah perintahkan agar dibentuk tim healing trauma bagi masyarakat pengungsi, khususnya bagi anak-anak. Ada 3 dinas khusus yang saya perintahkan untuk memperhatikan para korban pengungsian. Kita berharap kondisi di Distrik Bibida bisa kembali kondusif sehingga masyarakat dapat kembali ke rumah dan beraktivitas kembali di sana,” kata Ribka.

Dalam kunjungan tersebut, Ribka turut menyalurkan bantuan berupa sembako antara lain beras 3 ton, mie instant 20 karton, minyak goreng 20 karton, garam 5 karton, ajinomoto 5 karton, susu balita 14 karton, biskuit balita 5 karton, dan biskuit ibu hamil 6 karton.

“Rencananya besok akan kami salurkan beras sebanyak 7 ton ke Kabupaten Paniai. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat buat warga di sana,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat
Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun
Bupati Mimika Pastikan Akses Banti Pulih Usai Longsor, RS Aman dari Abrasi
Kolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga
Disdukcapil Mimika Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Reformasi Administrasi Kependudukan
Pemkab Mimika Percepat Raperda Perumda Air Minum dan Limbah
Urgensi Ketahanan Keluarga dan Tertib Administrasi di Mimika
Disdukcapil Mimika Edukasi Warga Terkait Regulasi Nikah dan Cerai guna Tekan Konflik Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:10 WIT

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:27 WIT

Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:56 WIT

Bupati Mimika Pastikan Akses Banti Pulih Usai Longsor, RS Aman dari Abrasi

Kamis, 30 April 2026 - 16:49 WIT

Kolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga

Kamis, 30 April 2026 - 16:41 WIT

Disdukcapil Mimika Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Reformasi Administrasi Kependudukan

Berita Terbaru

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT