TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan Anggota TNI-Polri di Puncak Jaya

Minggu, 26 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogoya.

Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogoya.

PUNCAK JAYA – TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap anggota TNI-POLRI di Masjid Al-Amaliah, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Sabtu (25/3/2023).

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui rilis tertulis yang diteruskan Juri Bicara Sebby Sambom, Minggu (26/3/2023), menyampaikan penembakan tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB KODAP Sinak di bawah Pimpinan Militer Murib.

“Kalenak Murib melaporkan bahwa pasukannya telah menyerang pasukan teroris yaitu militer dan polisi Indonesia di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya dan berhasil tembak mati satu anggota TNI dan satu anggota Polisi dan juga dua orang anggota TNI menderita luka tembak,” sebut rilis tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi pasukan TPNPB tembak 4 anggota TNI/Polri dalam waktu yang sama, dan kami TPNPB KODAP Sinak di bawah Pimpinan Militer Murib Bertanggung jawab atas Serangan ini, dan Penanggungjawab tertinggi ada pada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM di bawah Pinpinan Gen Goliath Naaman Tabuni,” ujar Kelanak Murib melaporkan.

Baca Juga :  Usai Diserang OTK, Satgas TNI Tangkap 1 Anggota KST di Bintuni

Dengan rentetan peristiwa penembakan yang gencar terjadi, Kelenak menegaskan kepada Pemerintah Indonesia untuk segera berhenti melakukan pengiriman anggota militer ke wilayah Papua.

“Dan kami sampaikan kepada Pemerintah Kolonial Republik Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan kabinetnya segera hentikan pengiriman pasukan teroris yaitu anggota militer dan polisi ke Papua karena pasukan TPNPB telah siap bunuh lebih banyak anggota teroris yaitu militer dan polisi Indonesia,” tegasnya.

Melalui Pengendalian Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM dibawah Pimpinan Kepala Staff Umum Mayjen Terryanus Satto, Pemerintah Indonesia didesak untuk segera duduk di meja perundingan bersama bangsa Papua.

Diberitakan sebelumnya, dua anggota TNI dan Polri gugur ditembak orang tak dikenal (OTK) di Masjid Al Amaliyah, Distrik Ilu, Puncak Jaya, Papua Tengah, Sabtu (25/3/2023) sekitar pukul 20.00 WIT, ketika aparat melakukan pengamanan salat tarawih.

Baca Juga :  Aparat Gabungan Tembak Mati Anggota KKB di Paniai Papua Tengah

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakan bahwa peristiwa itu berawal saat Aparat gabungan TNI-Polri yang melaksanakan pengamanan tiba-tiba mendapatkan tembakan dari arah depan salah satu kios di lokasi tersebut.

“Penembakan tersebut dilakukan oleh 2 orang OTK dengan menggunakan satu pucuk senjata laras pendek dan satu senjata laras panjang,” ungkap Kabid Humas.

Kombes Benny menjelaskan, akibat penembakan tersebut, tiga personel TNI-Polri menjadi korban. Dua korban di antaranya meninggal dunia.

Adapun identitas korban meninggal dunia yakni Bripda Mesar Indey terkena tembakan bagian perut dan Serda Risawar anggota Koramil ILU yang mengalami luka tembak pada tulang belakang dan dagu bagian bawah.

Sementara Brigpol M. Arif Hidayat yang tertembak di bagian paha, saat ini, masih dalam keadaan sadar dan sedang ditangani oleh tim medis.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar
Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:25 WIT

Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:18 WIT

Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:48 WIT

Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT