UNCEN Teguhkan Kemitraan Strategis Wujudkan SDM Papua Unggul

Ahmad

Rabu, 7 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc., agr. (Foto: Istimewa)

Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc., agr. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA – Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, S.E., M.Sc., agr., mengatakan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap 2 Mei adalah momentum untuk melihat kembali bagaimana pendidikan di Tanah Papua hari ini.

“Pendidikan di Tanah Papua tidak hanya menjadi tanggung jawab kalangan Pendidik saja, namun semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan harus memperkuat kemitraan, kolaborasi dan kerja sama mewujudkan pendidikan berkualitas bagi generasi muda Papua sehingga tercapai tujuan besar kita yakni SDM Papua Unggul dan penciptaan angkatan muda siap kerja yang kelak akan membawa masyarakatnya lebih sejahtera,” kata Rektor di Jayapura, Jumat.

Rektor mengatakan Uncen yang berada di Jayapura, Provinsi Papua didirikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno pada 10 November 1962 dengan tujuan memberikan akses dan kesempatan serta pelayanan pendidikan tinggi bagi masyarakat di Tanah Papua. Kampus ini telah meluluskan lebih dari 95.000 alumni yang telah berkarir di berbagai bidang dan mampu berkompetisi di dunia kerja.

“Kami terus memantapkan langkah, terus bergerak bersama dengan para pemangku kepentingan untuk membangun masa depan Papua yang gemilang. Kami yakin pendidikan tinggi yang berkualitas penting agar lulusan kampus ini betul-betul dapat berkiprah dan berkarir baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Uncen, lanjutnya, menggandeng PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah menyiapkan rencana penguatan kemitraan untuk pengembangan kurikulum berstandar internasional.

“Inisiatif dengan PTFI diharapkan dapat memperkaya kualitas pembelajaran dan pengajaran, serta memperluas jejaring akademik Uncen di tingkat global,” kata Rektor.

Melalui kemitraan dengan PTFI dan Arizona State University (ASU), Uncen tengah menyiapkan Akreditasi Nasional dan Internasional secara bertahap pada Jurusan Teknik Sipil, Biologi, dan Antropologi.

Akreditasi ini penting untuk menjamin kualitas dan mutu pendidikan, meningkatkan reputasi dan kredibilitas sebuah universitas sehingga ini akan memudahkan para alumninya mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  Penyebaran Guru di Seluruh Wilayah Mimika Perlu Dibahas Matang

Berikutnya adalah pembangunan Gedung Sains Kemitraan di kampus Uncen. Gedung Sains Kemitraan ini terdiri dari bangunan 3 lantai seluas 3600m2, terdiri dari 18 ruang kelas, 1 auditorium, 1 ruang dosen, dan hybrid solar power system. Gedung juga dilengkapi furnitur dan perangkat elektronik multimedia yang menunjang kegiatan perkuliahan.

“Visi kami bersama adalah mencetak lulusan yang mampu bersaing di panggung internasional. Dengan kerja sama dengan PTFI dalam penguatan kurikulum berstandar dunia, serta dukungan fasilitas modern, Uncen menargetkan untuk mencapai akreditasi internasional dalam waktu dekat,” lanjut Rektor.

Kemitraan strategis ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri untuk mendorong kemajuan Papua dan Indonesia secara lebih luas. Uncen berkomitmen untuk terus membangun sinergi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan dengan seluruh mitra strategis.

“Dukungan ini bukan semata pembangunan infrastruktur, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kemajuan pendidikan sains dan teknologi di Papua,” kata Rektor.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelatihan Pustakawan Muda Mimika Soroti Minat Baca, Peserta dari Fakafuku Ingin Bawa Taman Baca ke Kampung
Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda
DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan
Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki
Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang
40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut
Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP
Menolak Lupa Sejarah: Anak-Anak Sekolah Belajar Warisan Leluhur di Ekowisata Mangrove Pigapu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:23 WIT

Pelatihan Pustakawan Muda Mimika Soroti Minat Baca, Peserta dari Fakafuku Ingin Bawa Taman Baca ke Kampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:43 WIT

Mahasiswa Tolikara di Bali Terusir dari Kontrakan, Dana Pemondokan Belum Dikirim Pemda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:24 WIT

DLH Mimika Targetkan Seluruh Sekolah Terapkan Program Berwawasan Lingkungan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:34 WIT

Kisah murid-murid SD di pedalaman Papua yang terbiasa ke sekolah tanpa alas kaki

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:49 WIT

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT