Kasus Molotov di Kantor Jubi Lambat Diusut, Jurnalis dan Pembela HAM Turun Aksi

Endy Langobelen

Rabu, 18 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa demo damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua, Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/12/2024). (Foto: Istimewa)

Massa demo damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua, Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/12/2024). (Foto: Istimewa)

JAYAPURA – Koalisi Advokasi Keadilan dan Keselamatan Jurnalis di Tanah Papua yang terdiri dari para jurnalis dan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) menggelar demonstrasi damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Papua, Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/12/2024).

Mereka meminta Polda Papua segera mengungkap kasus pelemparan bom molotov di Kantor Redaksi Jubi yang terjadi pada 16 Oktober 2024 lalu.

Aksi demonstrasi itu dimulai pukul 11.00 WIT. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan kritikan keterlambatan penanganan kasus bom molotov, “62 Hari Bom Molotov di Kantor Redaksi Jubi”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Spanduk itu juga bertuliskan, “153 hari penembakan Christian Yang Warinussy” dan “Kami tidak diam”.

Massa aksi turut membawa payung hitam yang ditempel tulisan “Tangkap Pelaku Bom Molotov”. Adapun pamflet berisi kritikan “Di Hutan Cepat Tapi di Kota Lambat”, “Jurnalis Diteror Bukan Pura-Pura, Polisi Bekerja Kura-Kura”.

Ada juga tulisan kritikan “Macam Diam Ka? Sunyi Adalah Tanda Persetujuan”, “Kalau Pelaku Tidak Diungkap Kapolda Papua dan Kapolres Jayapura Kota Mundur dari Jabatan”.

Koordinator Koalisi Advokasi Keadilan dan Keselamatan Jurnalis di Tanah Papua, Elisa Sekenyap, melalui orasinya mempertanyakan kerja Polda Papua dalam mengungkap kasus teror bom molotov di Kantor Jubi. Menurut Elisa penyelidikan yang dilakukan Polda Papua terlalu lambat.

“Sudah dua bulan bom molotov belum diungkapkan, apa kabar Polda Papua? Apakah kasus ini dibiarkan berlarut-larut? Apakah tidak ada bukti, tidak ada saksi? Polda Papua sengajakah? Masa sudah dua bulan? Kasus-kasus di kampung-kampung cepat diungkap,” katanya.

Elisa mengatakan jangan menjadikan alasan perayaan Hari Raya Natal untuk mengulur kasus pelemparan bom molotov di Kantor Redaksi Jubi.

Menurutnya polisi telah memiliki bukti-bukti yang cukup untuk bisa mengungkap pelaku dan motif kasus pelemparan bom molotov ke Kantor Redaksi Jubi.

Dia jugaa menilai kepercayaan publik terhadap kepolisian bisa luntur apabila kasus ini tidak diungkap polisi. Untuk itu, dia meminta Polda Papua harus segera mengungkap kasus tersebut.

Baca Juga :  Disdukcapil Mimika Tingkatkan Pemahaman Pelajar Tentang Adminduk Lewat Sosialisasi Sadar GISA

“Bagaimana rakyat mau percaya kepolisian kalau kerja seperti ini? Segera kasus diungkap. Kami minta segera ungkap kasus ini. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Kota besar ini, tidak ada buktikah? Kapolda Papua harus ungkap kasus ini,” tandasnya.

Peserta aksi lainnya, Ikbal, mengatakan Jubi sudah berulang-ulang mendapatkan teror bom. Kerja-kerja pers, kata Ikbal, dilindungi undangan-undang. Ia meminta polisi segera mengungkapkan kasus teror bom molotov tersebut.

“(Pers itu)mengawal demokrasi di Tanah Papua,” ujarnya.

Kamus Bayage juga menyatakan kepolisian melindungi terduga pelaku apabila tidak mengungkap kasus tersebut. Ia menyayangkan kepolisian yang begitu lama bekerja mengungkapkan kasus teror bom molotov di Kantor Redaksi Jubi.

“Kasus ini belum diungkap pelakunya. Polda Papua masih pelihara teroris. Di balik ini ada apa?” katanya.

Orator lainnya, Engel Wally juga mengkritik kerja kepolisian yang begitu lama. Menurut jurnalis Jubi itu dengan sumber daya yang dimiliki, kepolisian seharusnya bisa cepat mengungkapkan pelaku dan motif teror bom molotov tersebut.

Namun, Wally percaya kepolisian mampu mengungkap kasus teror bom molotov ke Kantor Redaksi Jubi.

“Kita percaya polisi kerja profesional, tapi sampai kapan? Polisi bisakah? Tenaga polisi banyak, tapi belum juga ungkap. Tangkap pelaku baru proses hukum. Jadi sekali lagi Bapak Polisi tong tanya bisa ungkapkah, macam lama sekalikah? Kalau trada keadilan di sini, tong ke Bethelem,” ujar Wally

Polisi Sebut Penyelidikan Kasus Teror Bom Molotov Terus Berjalan

Kasubdit Jatanras Reskrium Polda Papua, Kompol Dony Cancero, mengatakan proses penyelidikan kasus teror bom molotov di Kantor Jubi terus berjalan. Namun, Dony tidak menjelaskan secara detail progres penyelidikan tersebut. Ia meminta semua pihak bersabar dan mendukung kerja-kerja kepolisian.

“Kasus ini sangat berprogres, bukti fakta-fakta kita. Proses penyelidikan saat ini sedang berjalan, pasti kita sampaikan kepada rekan-rekan. Materi penyelidikan, saya tidak bisa sampaikan di sini,” kata Dony saat menerima massa aksi di Polda Papua.

Baca Juga :  Dua Anggota TNI-Polri Gugur Ditembak OTK saat Amankan Salat Tarawih

Usai mendengarkan penjelasan, massa aksi membubarkan diri pukul 12.45 WIT. Mereka meminta sebelum Natal 2024 l, polisi harus segera mengungkapkan kasus tersebut. “Kami minta sebelum Natal harus diungkap,” teriak massa aksi.

Anggota Kuasa Hukum Jubi, advokat Gustaf Kawer, mengatakan pengungkapan kasus teror bom molotov ke Kantor Redaksi Jubi itu sangat mudah. Kawer mengatakan polisi sudah memiliki bukti CCTV dan telah meminta keterangan 9 orang saksi.

“Pengungkapan sangat mudah. Saksi sembilan. Pelaku saya tidak sebut oknum, itu dari insitusi TNI dua orang. Bukti lain CCTV sudah mendukung,” kata Kawer kepada wartawan.

Menurut Kawer, pihak Polda Papua hanya mengulur-mengulur waktu saja. Ia khwatir penguluran waktu akan membuat pelaku tidak diproses hukum. Kawer meminta Polda Papua mengumumkan pelaku teror bom molotov ke Kantor Redaksi Jubi.

“Kalau polisi alasan cari bukti itu trik mengulur waktu dan dikhwatirkan SP3 seperti kasus lain dan pelaku tidak tersentuh. Minta dibuka saja, kalau itu dari Institut TNI tanggung jawab dialihkan ke POM. Selama masih berproses di sini, itu tanggung jawab Polda Papua. Diumumkan saja, bukti-bukti itu sudah cukup,” ujarnya.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan teror bom molotov ke Kantor Redaksi Jubi itu dilakukan orang yang terlatih dan memiliki jaringan. Menurutnya kasus ini telah mempunyai bukti petunjuk yang cukup untuk diungkap secara cepat.

“Kalau masih alasan bukti. Bukti seperti apa? Itu harus dijelaskan kepada publik? Ini teror bom. Ini bukan soal Jubi saja, tapi ini soal teror ini,” kata Ramandey kepada wartawan.

Ramandey meminta polisi membuktikan keberaniannya mengungkap kasus teror bom molotov ke Kantor Redaksi Jubi tersebut.

“Butuh koordinasi dan keberanian supaya diungkap pelakunya. Polisi punya tugas mengungkap kasus ini. Bom (Molotov) itu salah satu dari aktivitas kelompok teroris untuk menebarkan ketakutan,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka
Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi
Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan
Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire
Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika
Kapolres Mimika Luruskan Jumlah Korban Penembakan Grasberg, Olah TKP Dilanjutkan
Polisi Limpahkan Kasus Pasangan Kekasih Pengedar Sabu ke Kejari Mimika
Jenazah Karyawan Freeport Korban Penembakan Grasberg Dipulangkan ke Bandung

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:35 WIT

Polisi Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB, 5 Orang Jadi Tersangka

Senin, 16 Maret 2026 - 12:26 WIT

Razia KM Sirimau di Pelabuhan Pomako, Aparat Gabungan Sita 280 Liter Sopi

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:37 WIT

Olah TKP Penembakan Karyawan Freeport, Polisi Rekonstruksi Tujuh Adegan

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:22 WIT

Polisi Tangkap 5 Terduga Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:52 WIT

Operasi Ketupat Noken: 250 Personel Dikerahkan Amankan Ramadan dan Idulfitri di Mimika

Berita Terbaru

Kader HMI Cabang Jayapura berfoto bersama di belakang spanduk kegiatan berbagi takjil di Kota Jayapura, Papua, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: dok. HMI Cabang Jayapura.

Organisasi

HMI Jayapura Gelar Bagi Takjil di Dua Titik Kota

Senin, 16 Mar 2026 - 23:10 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/