Jaringan Pengedar Obat Terlarang di Mimika Berhasil Diungkap, 4 Orang Ditangkap

Ahmad

Senin, 13 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keempat pelaku berdiri di belakang para pejabat Polres Mimika dalam konferensi pers di Kantor Sat Resnarkoba Polres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (13/1/2025). (Foto: Galeri Papua/Wahyu).

Keempat pelaku berdiri di belakang para pejabat Polres Mimika dalam konferensi pers di Kantor Sat Resnarkoba Polres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (13/1/2025). (Foto: Galeri Papua/Wahyu).

MIMIKA – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika bersama Bea Cukai berhasil menangkap jaringan pengedar obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Mimika.

Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Andi Basuki Rahmat, mengatakan para pelaku yang tidak memiliki latar belakang medis ini ditangkap pada tanggal 12 Januari 2025, sekitar pukul 16.00 WIT.

Pengungkapan serta penangkapan tehadap para pelaku dalam jaringan pengedar obat-obata terlarang ini merupakan hasil kerja sama antara Sat Resnarkoba Polres Mimika bersama Bea Cukai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari yang dimaksud, awalnya Sat Resnarkoba Polres Mimika bersama Bea Cukai melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku berinisial A.

Saat ditangkap, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa 4.150 butir pil kuning dari tangan pelaku A. Ia kemudian diamankan dan dimintai keterangan.

“Pil kuning ini patut kami duga merupakan obat yang tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi standar sebagai mana telah ditetapkan dalam undang-undang,” kata AKP Andi, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di kantor Sat Resnarkoba Polres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (13/1/2025).

Baca Juga :  Persiapan Pentahbisan Uskup Timika Capai 70 Persen

AKP Andi melanjutkan, setelah berhasil ditangkap dan dimintai keterangan, pelaku A menyebutkan bahwa ada pelaku lainnya berinisial I yang juga terlibat dalam peredaran obat-obatan itu.

Pelaku A mengaku ia disuruh oleh seorang pelaku lainnya berinisial I untuk melakukan penjemputan terhadap obat-obatan tanpa izin edar tersebut.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menagkap pelaku I. Dari tangan pelaku I, polisi juga menemukan barang bukti berupa pil berwarna putih sebanyak 986 butir.

Obat-obatan tersebut tidak memiliki izin edar dan tidak sesuai denga standar yang ditetapkan dalam undang-undang.

Dari hasil penangkapan dua pelaku pertama, diperoleh keterangan bahwa pemilik obat serta yang menyuruh pelaku A dan I adalah pelaku lainnya yang juga berinisial A.

Dari tangan pelaku ketiga yang ditangkap, polisi menemukan sebanyak 16 plastik di mana di dalamnya berisikan 240 butir pil berwarna kuning.

Pelaku ketiga, yakni A, saat diinterogasi mengungkapkan barang bukti yang didapat polisi dari tangan pelaku I merupakan barang milik pelaku M.

Baca Juga :  Kasus Bullying di SMP Negeri 7 Mimika Bakal Ditindaklanjuti Polisi

Polisi lantas kembali melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap M. Polisi menemukan sejumlah barang bukti dari tangan M sebanyak 6 plastik berisikan 60 butir pil kuning atau pil eksimer.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku, mereka pun menyebutkan bahwa obat-obatan tanpa izin edar itu didapatkan dari seorang pelaku lainnya berinisial Z.

Z merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang-red) dengan kasus yang sama pada tahun 2024 yang kini tinggal di Manado.

“Jadi, sistemnya saudara A (pelaku yang ditangkap ketiga-red) dan M memesan kepada saudara Z. Kemudian saudara Z memerintahkan orang dari Jakarta untuk mengirimkan melalui alamat saudara A (pelaku yang ditangkap pertama-red),” jelas AKP Andi.

“Sehingga di sini satu gambaran lengkap proses bagaimana barang itu datang kemudian barang itu diserahkan kepada pemilik masing-masing dan didistribusikan oleh masing-masing para tersangka,” imbuhnya.

Saat ini, seluruh pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dari hasil pengungkapan tersebut, jumlah barang bukti yang didapat secara keseluruhan berjumlah 5.466 butir pil tanpa izin edar.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika
Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika
Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika
SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua
Narkoba Masih Intai Mimika, 11 Tersangka Ditangkap dalam Empat Bulan
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp312 Juta, Dua Pengedar Lama Dibongkar
Anggota KKB Penembak Warga Sipil di Puncak Jaya Ditangkap di Mimika
Dua Orang Terluka dalam Bentrok Antar Pemuda di Gorong-gorong Timika

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:41 WIT

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika

Selasa, 28 April 2026 - 16:32 WIT

Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika

Senin, 27 April 2026 - 23:14 WIT

SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua

Senin, 27 April 2026 - 21:52 WIT

Narkoba Masih Intai Mimika, 11 Tersangka Ditangkap dalam Empat Bulan

Berita Terbaru

Polisi lalu lintas melakukan olah tempat kejadian perkara di Jalan Poros Mapurujaya KM 10, Mimika, Jumat, 1 Mei 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT

Barang bukti narkotika yang diamankan polisi setelah penangkapan dua tersangka di Mimika. Kamis, 30 April 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:41 WIT

Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan di Jalan Cenderawasih, Mimika, Kamis malam, 30 April 2026. Galeripapua/Istimewa

Pemerintahan

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:10 WIT

Ket. Foto: Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Felix Wanggai (tengah) di Hotel Horison Diana Mimika, Kamis 30 April 2026. Galeripapua/ Kevin Kurni.

Pemerintahan

Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:27 WIT